Penyidikan Tersangka Tipikor “Mengendap” di Polres Muarojambi 3,6 Tahun

0
691
Ilustrasi.

Muarojambi – Proses penyidikan Fathuri (FT) tersangka korupsi Pengajuan Bantuan Perkuatan Dana kepada Koperasi, untuk pengembangan usaha produksi bidang budidaya karet TA 2007 tahap V, pada Kementerian Negara Koperasi dan UKM RI, yang diterima KUD Marga Jaya Desa Petaling Jaya, Kec. Sungai Gelam, sebesar Rp. 875.000.000,- , kasus tersebut mengendap di Polres Muarojambi selama ± 3,6 tahun sejak FT ditetapkan tersangka 31 Maret 2016.

Polres Muarojambi beberapa kali di demo aktivis Pemuda dan LSM, menjadi pertanyaan besar publik, mengapa proses penyidikan FT begitu lama, hingga memakan waktu ± 3,6 tahun, berkasnya tidak pernah lengkap?, ujar Iin Habibi Korlap Aksi Demo.

Selain itu Iin juga mempertanyakan isu yang berkembang bahwa FT selama ± 3,6 tahun dijadikan mesin ATM oknum tertentu, sehingga FT mendapat imunitas alias kebal hukum.

Informasi yang dihimpun beberapa tersangka lain yaitu Kadis Koperindag (WR), Kabid/PPTK (HS), serta Muhammad Jamaah (MJ) telah disidang dan divonis bersalah oleh hakim, hanya Fathuri yang tak tersentuh pengadilan, sebut Iin.

Diakhir demo massa aksi mendesak Kapolri dan Kapolda Jambi, untuk segera mencopot pejabat di Polres Muarojambi, ini preseden buruk untuk kepolisian, jika terbukti melindungi Koruptor. (red)

LEAVE A REPLY