4 rekomendasi biji kopi panggang lokal

Loading...

Daniel Kaurranny, seorang food and beverage & coffee consultant memberikan beberapa merek kopi yang menurutnya enak.

Daniel Kaurranny, seorang food and beverage & coffee consultant memberikan beberapa merek kopi yang menurutnya enak. © Petrovic Marko /Shutterstock

Menjamurnya kedai kopi di berbagai kota, dari kota besar hingga kota kecil, di Indonesia membuat jumlah pencinta kopi semakin bertambah. Mulai dari peminum kopi amatir, hingga pecandu kopi yang hanya mau minum kopi kualitas terbaik.

Semua boleh-boleh saja. Yang paling penting dari tren ini, diharapkan kualitas kopi asli Indonesia dan nasib petani kopi juga semakin baik.

Pada hari kopi internasional yang jatuh pada 1 Oktober, WomanTalk meminta rekomendasi pada Daniel Kaurranny, seorang food and beverage & coffee consultant, untuk memberikan beberapa merek kopi yang menurutnya enak. “Kopi yang enak itu yang berkarakter, a coffee that doesn’t taste like coffee,” ujarnya.

Masih bingung? Definisi enak bagi setiap orang memang berbeda. Menurut Daniel, secara umum kopi yang enak adalah kopi yang punya keseimbangan baik dengan tingkat keasaman yang segar dan rasa akhir yang clean–alias rasa pahit kopi tidak menempel terlalu lama.

Berikut empat biji kopi panggang dari berbagai kedai kopi yang direkomendasikan Daniel.

“Ini adalah salah satu kopi yang enak dan sudah terbukti dengan dua kali menjadi pemenang di Australia International Coffee Awards 2015 & 2016,” kata Daniel.

Sudah banyak yang mengakui enaknya kopi Common Grounds. “St Ali Coffee dari Australia saja berpartner dengan Common Grounds ketika membuka St Ali Coffe di Jakarta,” ujar Daniel. Co-founder Common Grounds, Yoshua Tanu, juga merupakan juara Indonesia Barista Championship 2016.

Kopi dari Curious People banyak dipakai di berbagai coffee shop di Jakarta dan Bandung. “Founder Curious People, Hideo Gunawan, punya banyak akses ke berbagai produsen biji mentah, termasuk dari Nordic Approach, sebuah perusahan pemasuk green coffee berkualitas tinggi. Makanya kopinya bisa ‘aneh-aneh’,” tambah Daniel.

“Mereka bekerja sama langsung dengan para petani kopi di Bali. Itulah sebabnya perlakuan paska panennya sangat diperhatikan sehingga menghasilkan kopi yang bagus,” jelas Daniel. Tak heran kalau produk kopi mereka kini sudah diekspor ke luar negeri.

Bagikan dengan cinta...
Loading...

Tulis komentar