4 saus klasik dari berbagai negara

Loading...

Chimichurri adalah saus tradisional Argentina yang punya rasa menggigit. Masih banyak ragam saus klasik dari berbagai negara yang bisa Anda coba.

Chimichurri adalah saus tradisional Argentina yang punya rasa menggigit. Masih banyak ragam saus klasik dari berbagai negara yang bisa Anda coba. © Brent Hofacker /Shutterstock

Saus dapat menambah kenikmatan sebuah sajian. Menyemarakkan hidangan gurih dan menghidupkan rasa manis dalam masakan.

Ada begitu banyak pilihan saus tradisional yang berasal dari beberapa negara. Berikut beberapa di antaranya yang populer dan banyak digunakan dalam berbagai masakan.

Bechamel merupakan salah satu saus klasik Prancis. Bisa dikatakan, saus ini adalah dasar dari banyak masakan Prancis. Dengan tekstur yang cukup kental, bechamel berfungsi sebagai semacam perekat yang jadi dasar souffle dan kaserol. Saus multifungsi ini bisa juga dijadikan saus pasta dengan tambahan beberapa bahan.

Maka tak heran jika saus ini jadi favoritnya orang Prancis. Mereka juga mengenalnya dengan sebutan saus putih. Bahan dasar bechamel adalah susu dan keju dengan sedikit parutan pala dan mentega yang memperkaya cita rasa.

Untuk membuatnya, ada beberapa tip, dimulai dengan melelehkan mentega di panci. Masukkan tepung dalam jumlah yang sama dan aduk satu menit saja. Baru setelah itu masukkan susu sambil aduk perlahan agar tak ada gumpalan. Aduk hingga mendidih dan teksturnya mengental. Anda bisa menambahkan parutan keju setelah api dimatikan, dan memberi tambahan bumbu.

The New York Times pernah mengulas sekilas sejarah dan membahas modifikasi saus klasik ini. Anda bisa meniru resepnya.

Warnanya hijau, rasanya asam segar gurih. Bahan dasar saus tradisional Argentina ini adalah parsley atau peterseli. Anda juga bisa menambah dimensi rasa dengan merajang daun ketumbar dan mencampurkannya ke dalam saus. Tambahkan pula bawang putih, cuka, oregano dan lada untuk menghasilkan cita rasa akhir yang menggigit.

Chimichurri sangat cocok untuk dimakan bersama daging sapi atau ayam. Baik untuk proses marinade–merendam daging untuk membumbui–pun sebagai teman makan salad pun pasta. Resep dari Bon Appetit berikut bisa Anda coba.

Saus kecokelatan yang agak encer ini adalah khas Jepang. Arti ponzu pada dasarnya adalah campuran dari berbagai sari jeruk. Saus ponzu adalah campuran dari kecap asin dan sari jeruk lemon atau jeruk sitrun.

Fungsinya beragam, Anda bisa mencocolkannya saat menyantap soba dingin, shabu-shabu atau pangsit, menyiramnya di atas salad, atau daging juga ikan bakar. Rasanya asam, gurih, asin.

Saus ponzu terdiri dari mirin, cuka beras, katsuobushi, dan rumput laut. Setelah bercampur merata, cairan ini disaring, lalu ditambahkan sari beberapa jenis jeruk. Kini ada banyak saus ponzu botolan, namun Anda juga bisa meraciknya sendiri.

Saus populer asal Spanyol ini punya tekstur dan tampilan mirip mayones. Biasanya disajikan bersama daging, ikan, atau sayuran. Alioli berasal dari Catalunya di timur laut perbatasan Prancis.

Nama Alioli merupakan singkatan dari bawang putih dan minyak dalam bahasa Katalan–rumpun bahasa Romawi. Proses pembuatan saus ini singkat, bahannya pun mudah didapatkan.

Orang Spanyol menjadikan Alioli sebagai olesan roti, juga bahan dasar dalam membuat masakan lain. Untuk membuatnya Anda hanya perlu dua kuning telur, bawang putih, jus lemon serta minyak zaitun murni. Ada pula yang tidak menambahkan kuning telur sehingga tekstur dan warnanya lebih bening.

Selain empat saus di atas masih ada belasan saus lain dari penjuru dunia yang masuk dalam kategori klasik. Di antaranya Saus parsley dari Inggris, saus nam jim jaew dari Thailand, dan saus tzatziki dari Yunani.

Bagikan dengan cinta...
Loading...

Tulis komentar