7 langkah setop kecanduan ponsel

Loading...

Meski Anda mungkin beranggapan itu belum bisa dikatakan adiksi, antisipasi perlu dilakukan.

Meski Anda mungkin beranggapan itu belum bisa dikatakan adiksi, antisipasi perlu dilakukan. © Blackday /Shutterstock

Apapun yang berlebihan itu tak baik. Termasuk penggunaan ponsel.

Menurut sebuah riset pada 2015, lebih dari 40 persen orang memeriksa ponsel mereka dalam lima menit pertama saat terbangun di pagi hari. Hampir separuhnya memeriksa ponsel sampai 25 kali sehari.

Pasangan mengeluh dan meminta Anda mengurangi frekuensi berponsel ria. Meski Anda mungkin beranggapan itu belum bisa dikatakan adiksi, antisipasi perlu dilakukan.

Anda tak perlu berhenti total. Hanya saja ada cara-cara yang bisa dan perlu dilakukan untuk menyaring kelebihan informasi, rehat sejenak dari media sosial. Dengan demikian Anda bisa lebih memerhatikan konsumsi internet.

Begini caranya seperti dilansir beberapa pakar dari berbagai sumber.

Matikan ponsel, atau simpan jauh dari jangkauan pada saat Anda makan. Perlahan, tambah durasi, misal dari satu jam menjadi tiga jam. “Sedikit saja perubahan lebih baik daripada tidak ada sama sekali,” ujar David Greenfield, pendiri The Center for Internet and Technology Addiction.

Cara terbaik untuk melepaskan diri sejenak dari teknologi memang dengan menjauhkan ponsel. Namun sering kali itu lebih mudah diucapkan daripada dipraktikkan. Apalagi banyak sekali perusahaan pembuat aplikasi dengan produk yang begitu menarik perhatian. “Anda perlu cara yang lebih baik untuk mengusir keinginan tersebut,” kata David Ryan Polgar, salah satu pendiri Digital Citizenship Summit.

Ada banyak jenis aplikasi yang bisa memberi gambaran betapa seseorang telah mencapai tahap kecanduan ponsel atau sabak digital. Aplikasi ini bisa mengingatkan penggunanya, bahkan mencegah mereka menggunakan ponsel dalam interval waktu tertentu.

Biasanya kala jeda, Anda tak melakukan apa-apa lalu mencari ponsel. Karenanya hindari jeda. “Jika Anda merasa ingin memegang ponsel saat jeda, ingatlah banyak hal lain yang lebih bermakna dan bisa Anda lakukan selain memeriksa ponsel. Misal jalan-jalan, menulis, menikmati musik, meditasi,” jelas Jamison Monroe, pendiri Newport Academy, pusat rehabilitasi untuk remaja. Kata Monroe, kuncinya adalah sediakan opsi yang Anda anggap menarik.

Jadwalkan kapan Anda akan meletakkan ponsel barang sejenak. Katakanlah pada pukul 12.00 hingga 12.15. “Buatlah aktivitas spesifik untuk mengisi waktu 15 menit tersebut,” kaya Craig Donovan, direktur di Keane University.

Bayangkan ponsel Anda layaknya mesin jackpot. “Itu bisa memicu reseptor dopamin, Anda pun bolak-balik melihat ponsel karena tawaran tak terduga yang dibawanya,” jelas Greenfield. Dengan mematikan notifikasi, paling tidak kecenderungan memerika ponsel beberapa menit sekali.

Paling tidak satu jam sebelum tidur, matikan semua ponsel dan sabak digital. Ingat saja bahwa cahaya kebiruan yang dipancarkan layar gawai dapat mengganggu produksi melatonin, hormon yang memberi otak sinyal bahwa waktu tidur telah tiba.

Bagikan dengan cinta...
Loading...

Related posts