Akses internet, pilihan utama komuter ketika menunggu

Loading...

Ilustrasi penumpang transportasi umum.

Ilustrasi penumpang transportasi umum. © Pixabay

Masyarakat Indonesia ternyata lebih memilih akses internet daripada berbincang dengan teman atau keluarga ketika mereka sedang menunggu. Begitulah hasil survei Opera di Indonesia.

Dari 1.000 responden, yang bisa memilih lebih dari satu jawaban, sebanyak 78 persen menyatakan bahwa menunggu terasa lebih baik jika mereka memiliki koneksi internet. Berbincang dengan keluarga dan teman ada di urutan kedua (52,9 persen), disusul menikmati makanan atau minuman (40 persen).

Dalam siaran pers, Rabu (12/10), Opera menjelaskan survei tersebut dilaksanakan pada Agustus 2016 di sembilan kota besar di Indonesia. Mereka merupakan yang menjalani gaya hidup urban sebagai komuter.

Survei tersebut dilakukan karena hasil studi terkini dan statistik nasional menunjukkan bahwa kaum komuter di Jabodetabek, secara kumulatif membuang waktu selama 3,63 juta jam per hari untuk menunggu akibat kemacetan lalu lintas.

Infografik mengenai 5 hal yang dianggap penting saat menunggu Infografik mengenai 5 hal yang dianggap penting saat menunggu © Opera Indonesia

Lebih lanjut lagi, membuka media sosial menjadi aktivitas berinternet yang paling banyak dipilih responden. Berselancar di dunia maya menjadi pilihan kedua, disusul mendengarkan musik dan bermain gim di ponsel.

Survei ini juga mengungkapkan makna penting internet bagi komuter. Tujuh dari sepuluh responden mengatakan bahwa mereka rela mengorbankan jatah minum kopi hingga dokumen pekerjaan untuk mendapatkan koneksi internet kala menunggu.

Infografik hal-hal yang rela dikorbankan demi koneksi internet Infografik hal-hal yang rela dikorbankan demi koneksi internet © Opera Indonesia

Mengingat masalah ini berdampak terhadap kehidupan jutaan penduduk Indonesia, Opera memandang hal ini sebagai sebuah tantangan yang dapat diubah menjadi peluang.

“Sesungguhnya, ada banyak cara untuk membuat saat menunggu menjadi lebih menyenangkan dan produktif dengan memanfaatkan internet,” ujar Sunil Kamath, Vice President South Asia & South East Asia Opera Software.

Atas alasan tersebut, Opera Indonesia meluncurkan gerakan #DaripadaNunggu. Melalui situsnya, pengguna dapat memanfaatkan internet untuk melihat berbagai tutorial dan memperkaya diri, sekaligus menghemat penggunaan kuota internet jika situs ini diakses melalui Opera Mini, dengan mengaktifkan fitur data-saving.

Pengguna dapat bergabung dalam gerakan ini dengan mengakses situs http://daripadanunggu.com/ dan berpartisipasi dalam video interaktif yang disutradarai oleh Salman Aristo.

Melalui situs tersebut, pengguna dapat mengakses beragam video tutorial dari Opera yang akan dirilis setiap minggu. Pengguna juga bisa berpartisipasi dalam gerakan ini melalui tagar #DaripadaNunggu di Twitter, serta mencari beragam tip dan trik untuk mengubah momen menunggu menjadi lebih produktif.

Badan Pusat Statistik Indonesia tahun 2015 menyatakan bahwa di Jakarta terdapat 1,38 juta komuter setiap hari. Bila digabungkan dengan 1,04 juta komuter dari wilayah di sekitar Jakarta, jumlahnya menjadi 2,42 juta komuter di Ibu Kota Indonesia.

Penelitian itu juga menemukan bahwa para komuter ini menghabiskan sekitar 1-3 jam sehari untuk pulang-pergi dari dan ketempat tujuan.

Pernyataan senada dilontarkan oleh Yayat Supriatna, dosen Fakultas Arsitektur dan Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti. Ia baru-baru ini mengadakan survei yang hasilnya menunjukkan bahwa umumnya para komuter menghabiskan waktu 90 menit untuk pulang-pergi.

Fakta-fakta inilah yang mengindikasikan bahwa komuter di Jabodetabek menghabiskan waktu 3,63 juta jam dalam sehari untuk pulang-pergi. Seluruh waktu tersebut tidak hanya habis di perjalanan saja, tapi juga saat menunggu di tengah-tengah aktivitas, saat terjebak macet, ataupun ketika menunggu di dalam angkutan umum.

Bagikan dengan cinta...
Loading...

Related posts