BBM satu harga, jangkau wilayah terluar dan terpencil

Loading...

Petugas PT Pertamina (Persero) melakukan proses bongkar muat bahan bakar minyak (BBM) di areal Rail Tank Wagon (RTW) Terminal BBM Pematang Siantar, Sumatera Utara, Kamis (6/10/2016).

Petugas PT Pertamina (Persero) melakukan proses bongkar muat bahan bakar minyak (BBM) di areal Rail Tank Wagon (RTW) Terminal BBM Pematang Siantar, Sumatera Utara, Kamis (6/10/2016). © Irsan Mulyadi /ANTARAFOTO

Pemerintah tengah mengupayakan agar seluruh daerah terdepan, terluar, dan terpencil di Indonesia bisa mendapatkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sama dengan harga normal yang ditetapkan.

Hal ini menyusul tingginya ketimpangan di wilayah timur, seperti Papua dan Papua Barat, yang memiliki harga BBM di atas rata-rata harga nasional, mulai dari Rp60.000 hingga Rp100.000 per liternya. Upaya tersebut akan dikukuhkan oleh Presiden Joko Widodo lewat program byang diresmikannya di Yahukimo, Papua, Selasa (18/10/2016).

“Kalau di Jawa harganya Rp6.450 per liter, di seluruh wilayah Indonesia juga harus sama, di barat, di tengah dan di timur harus sama,” ucap Jokowi dalam situs resmi Sekretariat Kabinet RI.

Jokowi meyakini, jika harga BBM bisa sama di seluruh Indonesia, maka harga kebutuhan hidup lainnya juga bisa menyesuaikan sehingga bisa menaikkan daya beli masyarakat. Selain itu, turunnya harga BBM diharapkan bisa menyokong pembangunan listrik, khususnya di Papua dan Papua Barat, sehingga masyarakat bisa mengejar ketertinggalannya.

“Pasokan listrik berlebih, harga BBM sama, maka akan terjadi pergerakan ekonomi,” ujar mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Pertamina sebenarnya sudah menetapkan harga BBM yang sama untuk delapan wilayah di Papua sejak Agustus 2016. Delapan wilayah tersebut yakni Kabupaten Pegunungan Arfak (Papua Barat), Puncak, Memmbramo Raya, Nduga, Membramo Tengah, Yalimo, Tolikara, dan Intan Jaya

Baca juga:  Naik Mobil Komando, Rizieq Shihab Pimpin Massa FPI Menuju Mabes Polri!

Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang dalam Liputan6.com mengatakan, Pertamina menggunakan mobil 4×4 off road untuk membawa drum plastik yang mampu mengangkut BBM hingga dua ton melalui jalur darat. Beberapa daerah lain disuplai melalui sungai dan laut, dan beberapa lainnya menggunakan pesawat pengangkut BBM.

Namun masih terdapat beberapa wilayah yang belum terjangkau keduanya. Alhasil, harga BBM di wilayah tersebut melambung tinggi hingga Rp100 ribu per liter, seperti yang terjadi di beberapa daerah di Papua.

Permintaan pemerataan harga BBM diakui Jokowi sebagai hal yang tak mudah dilakukan. Salah satu konsekuensi terbesarnya adalah PT Pertamina, sebagai pemasok utama BBM nasional, akan mengalami kerugian yang cukup besar.

Kondisi Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau membuat penyaluran BBM menjadi sulit. Pengangkutan umumnya menggunakan kapal tanker, pesawat khusus, yang kemudian dilanjutkan dengan kendaraat darat berupa tanki.

Panjangnya jalur distribusi dan medan tempuh–terutama daerah-daerah terpencil yang infrastruktur jalannya belum baik–membuat harga BBM menjadi jauh lebih mahal, dibandingkan daerah lain yang penyalurannya hanya menggunakan jalur darat saja, seperti Pulau Jawa.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, hal yang paling mungkin dilakukan adalah melakukan subsidi silang yang berasal dari Pertamina sendiri.

Baca juga:  Setelah BBM, Pemerintahan Jokowi Akan Gunakan Kebijakan Semen Satu Harga !

“Salah satu caranya adalah menyediakan energy cost yang murah, sehingga mereka bisa meningkatkan aktivitas ekonominya,” ujar Rini dalam detikcom. Namun sayang, Rini tidak memperinci lebih jauh skema subsidi tersebut.

Pertamina sendiri menargetkan pemerataan harga BBM ini bisa terjadi pada 2017. Saat ini Pertamina tengah menyediakan sejumlah investasi seperti penyediaan pesawat khusus pengangkut BBM ke wilayah pegunungan, dan penyediaan Agen Penyalur Minyak dan Subsidi (APMS) ke beberapa wilayah-wilayah terpencil.

Pemerintah telah menetapkan harga BBM per 1 Oktober 2016 tidak berubah. Harga Premium ditetapkan Rp6.450 dan minyak solar Rp5.150. Terakhir pemerintah melakukan perubahan harga BBM pada April 2016. Pada Juli 2016, harga BBM juga tidak berubah.

Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM), sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2015 dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 39 Tahun 2015 bahwa Menteri menetapkan harga BBM setiap tiga bulan sekali atau apabila dianggap perlu dapat menetapkan lebih dari satu kali dalam setiap tiga bulan

Petugas PT Pertamina (Persero) melakukan proses bongkar muat bahan bakar minyak (BBM) di areal Rail Tank Wagon (RTW) Terminal BBM Pematang Siantar, Sumatera Utara, Kamis (6/10/2016). Petugas PT Pertamina (Persero) melakukan proses bongkar muat bahan bakar minyak (BBM) di areal Rail Tank Wagon (RTW) Terminal BBM Pematang Siantar, Sumatera Utara, Kamis (6/10/2016). © Irsan Mulyadi /ANTARAFOTO

Bagikan dengan cinta...
Loading...

Tulis komentar