Begini Risiko Kalau Berani Ganggu Kapal Perang Amerika

Loading...

us-navy


Washington DC – Amerika Serikat membombardir tiga lokasi pusat pengendali misil yang dikuasai pemberontak Hutsi di Yaman. Pengeboman ini merupakan serangan pertama militer AS kepada kelompok pemberontak, menyusul serangan ke kapal perang AS sebelumnya.


Kelompok Hutsi atau ditulis Houthi, adalah kelompok pemberontak Syiah Zaidiyah Jarudiyah yang beroperasi di Yaman. Kelompok ini didirikan sejak 1992 di Saada.


Dirilis Pentagon, Kamis (13/10/2016), disebutkan, Presiden Barack Obama mengotorisasi peluncuran misil jarak jauh “tomahawk” dalam serangan tersebut.


Penembakan dilakukan pada pukul 4.00 waktu setempat, atau pukul 9.00 WIB, Kamis pagi. Rudal Tomahawk diluncuran dari kapal perang USS Nitze ke arah wilayah yang dikuasai Hutsi di kawasan Laut Merah.


“Laporan awal menyebutkan, serangan itu menghancurkan seluruh lokasi yang ditargetkan,” ungkap Jurubicara Pentagon Peter Cook.


Serangan itu menyasar lokasi pengendali peluncuran peluru kendali Hutsi.


Peluncuran peluru kendali milik Hutsi sempat mengancam USS Mason dan sejumlah kapal lain yang beroperasi di wilayah laut internasional di Laut Merah dan Bab al-Mandeb.


“Ini merupakan serangan bela diri, yang kami lakukan untuk melindungi personel kami di sana, kapal-kapal kami, dan kebebasan navigasi di wilayah pelayaran internasional tersebut,” ujar Peter Cook.


Sebelumnya USS Mason, menjadi target serangan rudal Hutsi, Rabu lalu. Misil diluncurkan ke arah kapal perang AS dari wilayah kendali Hutsi. Misil yang diluncurkan itu jatuh ke laut sebelum mencapai sasaran.


Selain USS Mason, USS Ponce juga sempat menjadi target serangan Minggu lalu.


“Pemerintah AS akan selalu memberikan respon terhadap setiap ancaman yang datang kepada kapal kami, termasuk perjalanan komerisal, dan akan mempertahankan kebebasan navigasi kami di wilayah internasional,” ujar Cook.


Sumber : Kompas.com

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Bagikan dengan cinta...
Loading...

Tulis komentar