Bersandal di kantor bisa membuat lebih nyaman

Loading...

Jika manajer gedung bisa memanaskan atau mendinginkan kaki saja, maka sebenarnya akan terjadi penghematan energi dan biaya yang sangat besar. Oleh karena itulah University of California, Berkeley memusatkan penelitian bagaimana cara yang paling nyaman dimulai dari bagian kaki, bukan dimulai dari bagian kepala. Arens dan Schiavon telah menciptakan Personal Comfort System yang bisa memangkas biaya listrik hingga 30 persen.

Jika manajer gedung bisa memanaskan atau mendinginkan kaki saja, maka sebenarnya akan terjadi penghematan energi dan biaya yang sangat besar. Oleh karena itulah University of California, Berkeley memusatkan penelitian bagaimana cara yang paling nyaman dimulai dari bagian kaki, bukan dimulai dari bagian kepala. Arens dan Schiavon telah menciptakan Personal Comfort System yang bisa memangkas biaya listrik hingga 30 persen. © Monkey Business Images/Shutterstock

Sebuah perusahaan teknologi datang untuk berkonsultasi kepada Stefano Schiavon di University of California, Berkeley untuk menguji sistem pendingin udara (air conditioner) untuk kantornya di kawasan Bay Area. Schiavon adalah seorang asisten profesor arsitektur yang memusatkan perhatian pada keberlanjutan, energi dan lingkungan.

Alih-alih menyarankan mesin AC yang menghembuskan udara dingin di atas kepala, ternyata Schiavon justru menyarankan semua karyawan di kantor itu menggunakan sandal saat bekerja. Saran dari Schiavon ini bukannya tanpa alasan. Sistem AC yang baru ini menghembuskan air sejuk dari lantai, bukan dari bagian langit-langit ruangan.

Seperti dipaparkan dalam laman The Atlantic, kaki ternyata adalah bagian tubuh yang sangat peka terhadap perubahan suhu. Ketika kaki merasa dingin, pembuluh darah di bagian bawah inilah yang pertama kali mengerut sehingga tubuh tidak kehilangan terlalu banyak panas.

“Orang merasa tidak nyaman karena kaki mereka kebas atau mati rasa,” ujar Edward Arens, seorang arsitek di University of Berkeley, yang mempelajari bagaimana temperatur di dalam ruangan bisa membuat nyaman orang-orang di dalamnya.

Menurut Arens jika manajer gedung bisa memanaskan atau mendinginkan kaki saja, maka sebenarnya akan terjadi penghematan energi dan biaya yang sangat besar. Oleh karena itulah University of California, Berkeley memusatkan penelitian untuk mencari cara paling nyaman untuk mendinginkan badan dimulai dari bagian kaki, bukan dimulai dari bagian kepala. Arens dan Schiavon telah menciptakan Personal Comfort System yang bisa memangkas biaya listrik hingga 30 persen.

Selama ini sudah banyak penelitian yang mengungkapkan suhu paling sempurna untuk bekerja. Penelitian-penelitian ini merekomendasikan suhu terbaik agar pekerja bisa lebih produktif. Ada pula penelitian yang merekomendasikan baju apa yang dipakai selama bekerja. Sayangnya, tidak semua orang mempunyai selera yang sama terhadap suhu dan baju seperti apa yang membuat mereka paling nyaman.

“Alas kaki selama ini belum pernah mendapat perhatian seperti baju,” ujar Arens. Dia menjelaskan bahwa sampai saat ini data yang tersedia adalah bahwa lelaki disarankan menggunakan kaus kaki yang tebal karena semua orang menggunakan jenis kaus kaki seperti itu. Sementara itu kaum perempuan kebanyakan menggunakan sandal, sepatu bertumit tinggi atau sepatu jenis lain yang tidak perlu menggunakan kaus kaki sama sekali.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Edward Arens dan Stefano Schiavon, kaki adalah bagian tubuh yang paling peka pendinginan sehingga diperlukan alat khusus yang lebih hemat energi daripada sistem pendingin ruangan yang boros biaya dan boros energi.

Bahkan Arens dan Schiavon sudah menguji mesin penghangat kaki yang menghantarkan panas secara langsung mulai dari bagian tubuh terbawah. Hasil pengujian mesin penghangat kaki itu menunjukkan bahwa orang masih merasa hangat meskipun suhu dalam ruangan turun hingga 4 derajat Celsius.

Tes lainnya mengungkapkan bahwa sistem pendingin ruangan yang menghembuskan udara sejuk dari bagian bawah ternyata lebih efektif untuk membuat orang tetap sejuk, terutama jika orang-orang dalam ruangan itu menggunakan sandal.

Sistem baru ini bukannya tanpa masalah. Menghangatkan atau mendinginkan kaki akan lebih efektif jika kaki terbuka sehingga kulit bisa langsung terpapar udara hangat atau dingin. Masalahnya, sebagian besar karyawan biasanya menggunakan sepatu saat bekerja dan tidak semua kantor akan mengizinkan karyawannya mengenakan sandal saat bekerja.

Masalah etiket saat bekerja di kantor mungkin bisa menjadi penghambat diterapkannya sistem pendingin yang baru. Apalagi jika kaki-kaki para lelaki ini bau karena sepatu yang aromanya busuk.

Bagikan dengan cinta...
Loading...

Tulis komentar