Boeing yakin kalahkan SpaceX dalam balap ke Mars

Loading...

Space Launch System (SLS) hasil kerja sama NASA dan Boeing (kiri) dan roket CRS-6 Falcon 9 milik SpaceX.

Space Launch System (SLS) hasil kerja sama NASA dan Boeing (kiri) dan roket CRS-6 Falcon 9 milik SpaceX. © NASA; SpaceX

Balap ke Planet Mars dimulai!

Kurang dari sepekan setelah SpaceX, melalui sang CEO Elon Musk, menjabarkan rencana mereka untuk mendarat di Planet Merah pada tahun 2024, bos Boeing menyuarakan tantangan.

“Saya yakin orang pertama yang menginjakkan kaki di Mars akan tiba di sana menggunakan roket buatan Boeing,” tegas CEO Boeing, Dennis Muilenburg, dalam sebuah konferensi di Chicago, Amerika Serikat, Selasa (4/10/2016), dikutip TechJuice.

“Selama 100 tahun terakhir … manusia berkembang mulai dari berjalan di Bumi hingga ke Bulan. Tetapi ketika saya menerawang ke abad berikutnya, saya pikir peluang untuk inovasi dan sebuah perubahan besar akan jauh lebih terbuka.”

Saat ini kedua perusahaan tersebut memiliki kontrak dengan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) untuk menerbangkan astronaut ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Mereka masing-masing berharap dipilih NASA menjadi yang pertama terbang ke sana meski pada akhirnya akan bergantian menjalani misi tersebut.

“Kami ingin menjadi yang pertama. Tetapi itu akan bergantung pada sejumlah hal, termasuk kemajuan kami, kemajuan SpaceX, dan keputusan yang akan diambil NASA,” kata Leanne Caret, CEO unit pertahanan, antariksa, dan keamanan Boeing, dikutip CNN (12/5).

Path to Mars Continues: Boeing’s Phased Approach for the Journey © Boeing

Berbeda dengan Musk, Muilenburg tidak lebih lanjut menjelaskan detail rencana Boeing untuk bisa membawa manusia ke planet keempat dalam jajaran Tata Surya tersebut.

Walau demikian, optimisme itu memiliki dasar yang kuat. Boeing adalah perusahaan yang ikut membangun roket Saturn V, yang membawa astronot dan perlengkapannya bolak-balik ke Bulan.

Saat ini Boeing juga dikontrak NASA untuk mengembangkan Space Launch System (SLS), wahana antariksa yang lebih bertenaga dan canggih yang dijadwalkan bakal terbang perdana pada 2018. SLS, menurut The Space Review, akan bisa membawa beban seberat 19-20 metrik ton.

Menurut ars Technica, NASA akan menghabiskan dana USD60 miliar (Rp780,3 triliun) untuk membangun dan menerbangkan SLS, sebelum mencoba mendaratkan empat hingga enam manusia di Mars pada akhir 2030.

Biaya itu belum termasuk pengeluaran untuk pesawat antariksa, habitat untuk di luar angkasa, dan akomodasi di permukaan Mars.

Belum diketahui apakah Boeing dan NASA memang akan memajukan rencana waktu penerbangan ke Mars itu atau mereka yakin bahwa Musk dan SpaceX gagal terbang pada 2024 seperti rencana awal.

Infografik Space Launch System yang dikembangkan Boeing dan NASA. Infografik Space Launch System yang dikembangkan Boeing dan NASA. © NASA

Turisme luar angkasa

Selain perjalanan ke Mars, pada kesempatan itu CEO Boeing juga yakin turisme luar angkasa semakin dekat menjadi nyata.

“Turisme luar angkasa akan berkembang dalam beberapa dekade mendatang menjadi pasar komersial yang bergairah,” kata Muilenburg, dilansir Bloomberg.

Ia menyatakan tak lama lagi Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) akan ditemani oleh lusinan hotel dan perusahaan yang mendirikan pusat riset dan manufaktur gravitasi mikro.

Saat itu terjadi, lanjutnya, Boeing sudah siap dengan pesawat antariksa untuk membawa para pelancong tersebut.

Bagikan dengan cinta...
Loading...

Related posts