CEO Yahoo Digugat Dengan Tuduhan Memaksa Karyawan Pria Berhenti

Loading...

marissa-mayer-yahoo-640x427

Seorang mantan petinggi Yahoo menuntut CEO Marissa Mayer dengan dugaan memaksa para pegawai pria berhenti dari perusahaan itu. Mantan petinggi bernama Scott Ard itu melayangkan tuntutan hukum terhadap Mayer dan dua petinggi lainnya. Dia menuduhnya ketiganya membuat gerakan untuk memecat para pegawai pria dengan tidak adil. Dikatakan Marissa memecat sejumlah besar karyawan berdasarkan sistem nilai kinerja yang dia paksakan.

“Mayer mendorong dan membantu penggunaan (sistem penilaian kinerja karyawan) untuk mengakomodasi bias subyektif dan opini pribadi manajemen untuk merugikan para karyawan pria Yahoo,” tulis tuntutan hukum itu.

Juru bicara Yahoo Carolyn Clark membantah isi tuntutan hukum itu. “Tuntutan hukum itu tidak memiliki manfaat. Dengan dukungan tanpa henti dari CEO kami, kami berfokus untuk memperkerjakan para karyawan dengan latar belakang dan perspekstif yang bervariasi,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Yahoo sendiri saat ini menghadapi beberapa masalah penting. Pertama ada 500 juta akun Yahoo yang dihack. Selain itu mereka harus menjawab tuduhan jika mereka menscan email yang masuk ke akun Yahoo pengguna.

Bagikan dengan cinta...
Loading...

Tulis komentar