Dirjen HAM Mualimin Abdi Gugat Laundry Rp 210 Juta Hanya Karena Jas Tak Licin

Loading...

Dirjen HAM

copyright© mualimin abdi

Dirjen HAM Mualimi Abdi beberapa waktu lalu sempat mengirimkan surat gugatan ke salah satu Laundry yang bernama Fresh Laundry sebesar Rp. 210 juta. Gugatan itu dia berikan kepada pemilik laundry itu karena jasnya tidak disetrika dengan licin.


Menurut soisolog Universitas Indonesia (UI) tidak sepantasnya jika seorang Dirjen HAM membawa masalah pribadinya sampi kelembaga hukum apalagi hanya untuk masalah jas yang kurang licin.


Kasus ini berawal saat Dirjen HAM itu menyuruh salah satu pegawainya untuk menucikan jasnya di salah satu laundy yang berada di kawasan Jalan Pedurenan Masjid, Setia Rusi, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.


Mualimin meminta supaya jasnya itu bisa rapi dalam jangka waktu satu hari, krena jas itu akan diakenakan dalam sebuah acara penting dikantor Kemenkum HAM. Keesokan harinya saat jas milik Dirjen HAM itu sudah rapi kemudian oleh pihak laundry langsung diserahkan kepada staff Mualimin.

Dirjen HAMcopyright©detik.com

Saat melihat jasnya Mualimin merasa kecewa menurutnya jas itu kurang licin dan masih terlihat kusut sana sini. Dirinya merasa tidak terima dan langsung mengirimkan sura gugatan ke Pengailan Negeri Jakarta Selatan meskipun masalah itu akhrinya diselesaikan dengan jalan kekeluargaan.


Menurut sosiologi, Ricardi menilai jika gugatan yang dikirimkan oleh Dirjen HAM itu tidak berkoleksi. Apalagi Mualimin tidak langsung datang ketempat laundry itu melainkan menyuruh staffnya untuk berhubungan ddengan pemilik Fresh Laundry itu.


“Jika Dirjen menyuruh anak buahnya,lalu anak buahnya yang ke laundry dan laundry mengembalikan dan sudah diterima oleh anak buah pak Dirjen. Maka hubungan pak Dirjen dengan pihak laundry adalah tidak nyambung,”tutur Ricardi.


Selain dinilai tidak ada sangkut pautnya, gugatan yang ditunjukkan kepada pihak laundry senilai RP. 210 jta itu juga dianggap sangat tidak masuk akal. Apalagi tidak ada sebush perjanjian antara Dirjen HAM dengan pihak laundry.


Gugatan yang diberikan ole Dirjen HAM itu sangat keterlaluan Mualimin meminta gantirugi sebesar Rp. 210 juta kepada pemilik laundry sedangkan harga jas miliknya itu harganya sekita Rp. 10 juta-an. Rp. 210 juta itu adalah kerugian materil yaitu Rp.10 juta untuk harga jas.


Dan sisanya Rp. 200 juta meupakan kerugian immateril dengan alasan jasnya yang sudh tidak bisa dipakai lagi. Namun saat gugatan yang diajukan oleh Dirjen HAM mulai bergulir ke pengadilan, para rekan dekat pemilik Fresh Laundry itu merasa tidak terima dengan ulah Mualimin.


Saat berita ini mulai ramai dan mulai banyak diperbincangkan oleh publik, Mualimin memilih untuk mencabut gugata terhadap Fresh Laundry itu.



baca juga


Berita Hari Ini : Kabulkan Gugatan Warga Inggris, Kemenkumham Resmi Coret Cap Kaki Tiga dari Peredaran Indonesia

Bagikan dengan cinta...
Loading...

Tulis komentar