Disekap Sebulan, Anak SD Ngaku ‘Digituin’ 4 Kali

Loading...

“Lebih dari empat kali digituin sama dia (SN). Dia bilangnya karena mau nikah, jadi apa salahnya kalau digituin dulu” kata IW di Mapolres Bogor, Jumat (7/10/2016).

disekap-sebulan-anak-sd-nagku-digitui-4-kali

IW gadis 13 tahun yang menghilang dua hari sebelum pernikahan ditemukan polisi di sebuah rumah kontrakan di daerah Jati Asih, Bekasi Jawa Barat. Gadis belia yang masih duduk di bangku sekolah dasar kelas 6 itu ditemukan petugas Kepolisian Resor Bogor pada Selasa (4/10/2016).

Kepada petugas, anak kedua dari pasangan Jamain (50) dan Ida (35) ini mengaku disekap selama sebulan lebih di rumah kontrakan seorang pemborong bernama Siman (35), calon suami korban. Selain disekap, IW juga mengaku dipaksa melayani nafsu bejat lelaki yang baru dia kenal dua minggu sebelum hari pernikahan.

“Lebih dari empat kali digituin sama dia (SN). Dia bilangnya karena mau nikah jadi apa salahnya kalau digituin dulu” kata IW di Mapolres Bogor, Jumat (7/10/2016).

Akibat perlakuan itu, IW harus menanggung beban berat karena ia kini hamil sebulan. Selama disekap, IW sempat sempat dua kali menghubungi orangtuanya menggunakan telepon selulernya. Namun ketika telepon genggam yang ia miliki rusak sehingga komunikasi dengan kedua orangtuanya terputus.

“HP saya rusak karena jatuh. Sebelumnya saya sempet telepon ke bapak dan bilang lagi ada di Bekasi, tapi enggak tahu alamat persisnya” tambah IW.

IW dinyatakan hilang pada Jumat 2 September 2016 sekitar 13.00 WIB. Saat itu korban diajak bertemu oleh Siman di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kawasan Citeureup, dengan alasan membahas pernikahannya yang akan berlangsung pada Minggu 4 September 2016.

Baca juga:  Ekonomi Pancasila menurut Presiden Jokowi

Untuk menemui pelaku korban diantarkan oleh kakaknya, Edi (25) menuju SPBU. Setelah bertemu korban ikut pergi bersama Siman menggunakan mobil. Sedangkan Edi pulang lagi ke rumahnya di Kampung Cibadak, Desa Cibadak Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor.

Namun hingga jelang hari pernikahan berlangsung, korban maupun calon suaminya tak kunjung datang. Bahkan hingga hari pernikahan pun keduanya tak kunjung muncul. “Karena curiga dibawa kabur, orangtua IW melapor ke polisi.

Bagikan dengan cinta...
Loading...

Tulis komentar