Foto pasangan sejenis di Manado berujung penangkapan

Loading...

Kelompok LGBT melakukan aksi memperingati Hari Hak Asasi Manusia Sedunia di Jakarta (9 Desember 2006).

Kelompok LGBT melakukan aksi memperingati Hari Hak Asasi Manusia Sedunia di Jakarta (9 Desember 2006). © Jurnasyanto Sukarno /EPA

Kepolisian Daerah Sulawesi Utara menangkap sepasang lelaki di Manado. Pasangan itu ditangkap karena menyebar foto mesra di Facebook.

Kedua lelaki itu berinisial TG (22), dan FA (24). Seperti dilaporkan JPNN.com, TG berprofesi sebagai mahasiswa. Sedangkan FA merupakan tenaga honorer di Pemprov Sulut.

“Berkat info dari para netizen, tanggal 11 Oktober berhasil menemukan keduanya di Bahu, Manado,” kata Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Marzuki, dalam keterangan pers yang ramai dikutip media, Kamis (13/10).

Seperti dilansir TribunNews, TG dan FA dianggap telah melanggar Undang-Undang No.44/2008 tentang Pornografi, Undang-Undang No.11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta Pasal 292 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Kasus ini bermula pada 9 Oktober 2016, ketika TG membagikan beberapa foto kemesraannya bersama FA. Dalam foto-foto itu, keduanya tampak bertelanjang dada, dan bercumbu di atas kasur.

“Bersama terkasihku tersayang malam ini. Semoga cinta kita abadi ya sayang. Jaga cinta kita berdua,” demikian kutipan status itu.

Status itu lantas menjelma viral. Tercatat lebih dari 12 ribu akun membagikannya (shared), seiring hujatan dan makian kepada keduanya.

Menyusul fenomena viral itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), mendesak Facebook agar menghapus status tersebut. Per Selasa malam (12/10), kiriman tersebut akhirnya tak bisa lagi diakses.

Pelaksana Tugas Kepala Humas Kominfo, Noor Iza, mengaku pihaknya telah mengirim permintaan khusus kepada Facebook. Kata dia, media sosial nomor wahid itu bersepakat menghapus konten tersebut, karena dianggap tak pantas.

“Intinya, untuk hal-hal yang sifatnya berisi penyimpangan seksual dan menggambarkan penyimpangan, salah satunya yang terkait LGBT, itu harus dihapus,” kata Noor, dilansir detikcom.

Namun agaknya penghapusan tidak dilakukan oleh Facebook. Pasalnya, dalam sebuah status, TG mengaku telah menghapus foto-foto tersebut.

“Mulai sekarang foto itu aku hapus dan tidak akan ulangi lagi,” tulis TG, Selasa (11/10). Dalam status itu, TG juga menyampaikan permohonan maaf. Permintaan maaf itu dikirim setelah diterpa hujatan dan makian.

Permintaan maaf akun Facebook TG. Permintaan maaf akun Facebook TG. © Istimewa /Facebook.com

Sejauh ini, Indonesia tidak punya landasan hukum yang melarang hubungan sesama jenis. Namun diskriminasi terhadap kelompok itu memang kerap terjadi.

Teranyar, anggota Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Indonesia, mengajukan uji materi di Mahkamah Konstitusi. Mereka mendesak perubahan dalam KUHP, agar bisa mempidanakan LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender).

Sekadar catatan, kasus foto viral macam ini juga pernah terjadi di Indonesia, pada September 2015.

Kala itu, terjadi kehebohan menyusul beredarnya foto pernikahan sejenis yang konon digelar di Bali. Kasus itu sempat memicu reaksi dari sejumlah organisasi massa di Bali. Polisi pun sempat melakukan penyidikan. Belakangan, diketahui pernikahan itu ternyata berlangsung di Amerika Serikat–yang sudah melegalkan pernikahan sejenis.

Adapun Facebook, memang sempat punya catatan buruk ihwal LGBT. Januari 2013, Facebook sempat memblokir status kiriman laman “Gay Marriage USA”. Laman tersebut dikenal sebagai bagian dari kampanye pelegalan pernikahan sesama jenis di AS. Pun mereka sempat dituding menghapus sekitar 100 foto adegan ciuman pasangan sejenis.

Namun belakangan, Facebook meminta maaf atas kasus itu. Dalam perkembangannya, Facebook juga menunjukkan komitmen dalam mendukung hak-hak LGBT, termasuk pernikahan sejenis di AS, yang akhirnya dilegalkan pada Juni 2015.

Di layanan itu, kelompok LGBT juga berhak berbagi konten laiknya pengguna lain. Tak dibeda-bedakan. Sikap tegas hanya akan diambil bila konten dianggap melanggar “Standar Komunitas”. Tak peduli LGBT atau bukan.

Bagikan dengan cinta...
Loading...

Related posts