Galaxy Note 7 terbakar di dalam kabin pesawat Southwest

Loading...

Galaxy Note 7

Galaxy Note 7 © Richard Drew /AP Photo

Akhir bulan lalu, Samsung telah berhasil melakukan proses penggantian lebih dari 1 juta unit Galaxy Note 7 yang bermasalah. Raksasa teknologi dari Korea Selatan itu kemudian menjamin Note 7 pengganti memberi garansi keamanan yang lebih baik.

Samsung bahkan sempat melakukan penundaan jadwal penjualan kembali Note 7 dari yang seharusnya 28 September menjadi 1 Oktober. Alasannya agar Note 7 pengganti sudah benar-benar sempurna sebelum dijual.

Namun, tampaknya insiden ponsel meledak belum selesai sampai di situ saja. Seperti dilansir The Verge, Rabu (5/10/2016), sebuah penerbangan dalam negeri Amerika Serikat, Southwest Airlines, dengan nomor penerbangan 994 dari Louisville menuju Baltimore harus segera dievakuasi ketika masih berada di gerbang bandara.

Penyebabnya adalah terbakarnya Galaxy Note 7 milik seorang penumpang. Seluruh penumpang dan kru pesawat keluar dari pesawat melalui pintu kabin utama dan tidak ada yang terluka atas insiden tersebut.

Saat ponsel tersebut mengeluarkan api, si pemilik Note 7, Brian Green, langsung melemparkan perangkat tersebut ke lantai pesawat. Ia sendiri bingung mengapa perangkatnya tersebut mengeluarkan api secara tiba-tiba.

Green mengaku sudah mematikan ponsel tersebut seperti yang diinstruksikan oleh kru pesawat dan menaruh di saku bajunya.

Ia menyatakan bahwa Galaxy Note 7 yang dimilikinya sekarang adalah unit yang baru, hasil penggantian unit yang didapatkan dari AT&T pada tanggal 21 September. Ia juga bisa memperlihatkan foto stiker produk yang tertempel dengan kotak berwarna hitam pada boks ponsel tersebut dan ia yakin di antarmuka, logo baterai berwarna hijau.

Tampilan logo baterai yang sudah berubah warna menjadi hijau Tampilan logo baterai yang sudah berubah warna menjadi hijau © Samsung

Ketika seseorang kembali masuk ke pesawat untuk mengambil barang-barangnya, ia memperhatikan bahwa ponsel tersebut membuat lubang di karpet, tembus hingga bodi pesawat.

Ketika insiden itu terjadi, Brian mengatakan, baterai Note 7 miliknya masih memiliki tenaga sebesar 80 persen dan ia hanya menggunakan cas nirkabel sejak menerima unit tersebut.

Dalam sebuah pernyataan resmi, jurubicara Samsung mengatakan belum bisa mengonfirmasi apapun hingga mereka mendapatkan gawai yang bermasalah itu.

“Kami bekerja sama dengan otoritas dan Southwest untuk mendapatkan gawai itu dan memastikan penyebabnya. Segera setelah kami meneliti gawai itu baru kami memiliki informasi untuk diungkapkan,” tambahnya, dikutip The Guardian (6/10).

Komisi Keamanan Produk Konsumen Amerika Serikat (CPSC), menurut Techno Buffalo (5/10), menyatakan segera menindaklanjuti kasus ini.

Ketua CPSC Elliott F. Kaye menyatakan pihaknya telah menghubungi Administrasi Penerbangan Federal (FAA) dan Samsung untuk mengumpulkan fakta, juga akan menghubungi Brian Green.

Bagikan dengan cinta...
Loading...

Tulis komentar