Hasil Sidang Jessica 5 Oktober 2016 Hari Ini | Jaksa Tuntut Jessica 20 Tahun Penjara

Loading...

Hasil Sidang Jessica 5 Oktober 2016 Hari Ini

Hasil Sidang Jessica 5 Oktober 2016 Hari Ini

Hasil Sidang Jessica 5 Oktober 2016 Hari Ini – Rencananya Sidang kasus kopi maut yang menewaskan Wayan Mirna Salihin akan kembali dilanjutkan pada hari ini, Rabu, 5 Oktober 2016.

Pada persidangan pekan lalu, 28 September 2016, sidang kala itu mendengarkan keterangan tedakwa Jessica.

Lihat : Hasil Sidang Jessica 28 September 2016

Dikutip dari Antaranews. Jaksa penuntut umum tetap yakin bahwa Mirna meninggal karena racun sianida, Jaksa juga yakin Mirna meminum racun melebihi batas sehingga kejang, pingsan dan akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Abdi Waluyo.

“Ada sianida di dalam tubuh korban, ahli forensik kami berkesimpulan kalau Mirna tewas akibat diracun,” kata jaksa Ardito Muwardi saat membacakan tuntuan di persidanga ke-27 kasus Kopi Maut.

Selain itu, Jaksa juga meyakini bahwa Jessica yang menabur racun sianida ke kopi yang diminum Mirna.

“Hasil pemeriksaan digital forensik dari pergerakan terdakwa, ada pergerakan berupa tangan yang terlihat ada gerakan dari dalam tas ke atas meja. Dapat dinilai pemeriksaan ahli berkesesuaian terhadap pembunuhan Mirna dengan cara merencanakan memakai sianida,” jelas Ardito.

Ardito Muwardi juga meyakini bahwa rekaman CCTV tidak mengalami penyisipan maupun pemotongan.

Baca juga:  Setelah BBM, Pemerintahan Jokowi Akan Gunakan Kebijakan Semen Satu Harga !

“Rekaman CCTV tidak ada penyisipan maupun pemotongan frame-frame. Gerakan-gerakan di Olivier bisa menerangkan kejadian secara utuh, mulai dari kedatangan terdakwa di meja 54,” kata Ardito.

Selain itu, Jaksa juga menyinggung sikap Jessica yang selalu menjawab tidak ingat ketika ditanya oleh hakim pada persidangan ke-26 pekan lalu perihal posisi gelas di meja 54, sementara Jessica ingat kejadian-kejadian lebih lama dari peristiwa di Olivier januari lalu.

“Bahwa atas keterangan terdakwa di persidangan banyak lupa atau tidak ingat atas peristiwa terjadi pada Januari 2016. Sementara punya ingatan yang tajam soal kejadian yang lebih lama dari kejadian 2016 saat ditanya penasihat hukum,” kata Melani, salah satu jaksa penuntut, saat membacakan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (5/10/2016).

Dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, jaksa menyebut keterangan ahli patologi forensik Prof Beng Beng Ong dari Australia yang dihadirkan kuasa hukum Jessica bermasalah.

“Prof Beng Beng Ong datang secara ilegal untuk menjadi saksi dan datang ke Indonesia menggunakan visa kunjungan, meskipun seharusnya menggunakan Kartu Izin Tinggal Terbatas,” kata jaksa Ardito Muwardi.

“Prof Beng Beng Ong dicekal selama enam bulan. Dengan adanya pencekalan, maka integritas Prof Beng Beng Ong cacat,” lanjut dia.

Baca juga:  Kecelakaan maut terus terjadi di Tol Cipali

Jaksa juga mempermasalahkan keterangan ahli patologi forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta dr. Djaja Surya Atmadja yang dihadirkan kuasa hukum Jessica di persidangan beberapa waktu lalu.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Jessica Kumala Wongso terdakwa atas kasus meninggalnya Wayan Mirna Salihin dengan tuntutan 20 tahun penjara.

“Maka kami menyatakan terdakwa Jessica alias Jes terbukti bersalah melakukan pembunuhan dengan rencana terlebih dahulu sebagai diatur dalam Pasal 340 KUHP. Dengan ini terdakwa Jessica dituntut penjara selama 20 tahun dikurangi masa tahan dan terdakwa tetap ditahan,” kata Jaksa Penuntut Umum, Meylany Wuwung saat pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu malam.

Kemudian, Hakim Ketua Kisworo menawarkan terdakwa Jessica Kumala Wongso untuk mengajukan pembelaan.

“Ya yang mulia kami akan mengajukan pembelaan,” kata Ketua Tim Kuasa Hukum Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan.

Hasil Sidang Jessica 5 Oktober 2016 Hari IniKiri ke kanan : Wayan Mirna Salihin, Boon Juwita alias Hani, Jessica Kumala Wongso, dan Vera (via Antaranews.com)

JPU menjerat Jessica dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Sidang pun ditunda dan akan kembali dilanjutkan pada Rabu pekan depan, 12 Oktober 2016, dengan agenda pembelaan terdakwa.

Bagikan dengan cinta...
Loading...

Tulis komentar