Hasil Sidang Lanjutan Pembelaan Jessica 13 Oktober 2016

Loading...

Live Sidang Lanjutan Pembelaan Jessica 13 Oktober 2016

Sidang Lanjutan Pembelaan Jessica 13 Oktober 2016 – Nota pembelaan Jessica pada persidangan kemarin berlangsung hingga tengah malam.

Saat itu, sidang tengah mendengarkan Pledoi yang dibacakan oleh kuasa hukum Jessica, Otto Hasibuan, setelah terlebih dahulu Jessica membacakan pembelaan sendiri.

Otto dan tim kuasa hukumnya telah menyusun Pledoi hingga 4000 lembar, namun pihak kuasa hukum Jessica sendiri hanya akan membacakan intinya saja, sekitar 300 lembar.

Pada sidang ke-28 tadi malam, Otto baru sampai di 150, rencananya hari ini sisanya akan kembali dibacakan.

Lihat : Hasil Sidang Jessica 12 Oktober 2016

Otto Hasibuan Kembalis mengatakan zat racun, termasuk sianida, tidak ditemukan pada barang bukti seperti tas maupun rambut milik Jessica.

“Semua barang yang dimiliki terdakwa tidak ada jejak sianida,” kata Otto.

“Dengan demikian berita acara sianida ke dalam minuman kopi merupakan kesimpulan yang tidak berdasar dan tidak benar,” lanjut dia.

Otto juga menyatakan bahwa terdakwa tidak pernah memindahkan gelas berisi es kopi Vietnam milik Mirna dan itu terbukti dengan tidak ditemukannya sidik jari terdakwa pada gelas itu.

“Mengapa tidak pernah ditemukan sidik jari, jawabannya sederhana, karena terdakwa memang tidak pernah memegang gelas. Kalau terdakwa menyentuh gelas dan sedotan, seharusnya dan pasti terdapat sidik jari terdakwa pada gelas dan sedotan,” ujar Otto.

Dia juga mengatakan bahwa tidak ada satu saksi pun yang melihat Jessica menuangkan siandia saat menunggu Mirna.

Jessica, ia mengatakan, juga tidak pernah memindahkan tas kertas di meja Kafe Olivier, tempat dia dan teman-temannya bertemu.

Baca juga:  Konsep pencakar langit yang dapat mengatasi kabut asap

Saat menunggu kedatangan Mirna di Kafe Olivier, dia menjelaskan, Jessica hanya bermain menggunakan telepon genggamnya, bercakap menggunakan WhatsApp dengan Mirna, dan itu bisa menjadi alibi Jessica saat disebut mengambil sesuatu dari dalam tas.

“Sebenarnya ada alibi pada jam yang sama melakukan kegiatan menelpon dan berkaca tetapi jaksa penuntut tidak menampilkan pada CCTV, kenapa demikian?” ujar Otto.

“Karena memang tayangan CCTV tersebut sudah manipulatif atau didugatampering atau setidaknya tidak lengkap di-copy-nya karena sampai sekarang tidak tahu dari mana asal usul CCTV tersebut,” tambah dia.

Selanjutnya, Sordame Purba, tim Kuasa Hukum Jessica mengatakan bahwa Kesimpulan Jaksa Mirna Tewas karena Sianida Dinilai Bohong.

Karena menurut penasihat hukum Jessica, hasil resume medis jasad Mirna dari Rumah Sakit (RS) Abdi Waluyo Jakarta Pusat, tidak mengatakan kalau Mirna meninggal tidak wajar.

“Dengan demikian apa yang jaksa penuntut umum sebutkan bahwa korban Mirna meninggal secara tidak wajar adalah bohong,” kata Sordame Purba, salah satu penasihat hukum Jessica dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis, 13 Oktober 2016.

Menurut Sordame, saat berada RS Abdi Waluyo, hanya dilakukan pengambilan sampel cairan lambung Mirna sebanyak 10 cc. Kata dia, cairan itu disimpan dalam dua tabung oleh dokter rumah sakit swasta itu. Hal itu dilakukan karena Ayah Mirna, Edi Darmawan Salihin menilai anaknya meninggal tidak wajar.

Kemudian, usai pengambilan sampel cairan lambung dilakukan, jasad Mirna pun dipindahkan ke rumah duka di RS Dharmais. “Dan pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah korban Mirna,” katanya.

Baca juga:  Ada Suara ledakan di pesawat Wings Air tujuan Luwuk

Sordame menambahkan, ada kesimpulan JPU yang menyebut kalau berdasarkan hasil pemeriksaan setelah tiga hari kematian Mirna, ditemukan warna kemerahan pada wajah Mirna. Lalu JPU berkesimpulan kalau hal itu efek dari keracunan sianida.

Namun, dalam nota pembelaan atau pleidoinya, Sordame membantah hal itu dan mengatakan bahwa warna kemerahan pada wajah Mirna akibat dari perona wajah. Karena dalam berita acara pemeriksaan (BAP) tertuang kalau seorang petugas pemandi dan perias jenazah di rumah duka Dharmais, telah merias wajah Mirna.

“Bukan sebagai akibat yang timbul karena korban Mirna meminum atau terpapar sianida,” kata Sordame.

Kuasa hukum Jessica Kumala Wongso meminta majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat membebaskan kliennya demi hukum.

Pasalnya, tidak ada saksi dan alat bukti yang menyatakan Jessica membunuh Wayan Mirna Salihin.

“Kami minta Jessica Kumala alias Jessica Kulama Wogso alias Jess dibebaskan. Karena tidak ada alat bukti yang membuktikan Jessica bersalah,” kata Ketua Tim Kuasa Hukum Jessica, Otto Hasibuan saat membacakan pleidoi atau nota pembelaan Jessica di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (13/10/2016).

Selain itu, Otto meminta, agar majelis hakim mengembalikan nama baik Jessica. “Kami minta majelis hakim memulihkan kembali nama Jessica alias Jessica Kumala Wongso alias Jess,” pintanya.

Sidang lanjutan pembacaan Pledoi (Nota Pembelaan) Jessica hari ini, dimulai pukul 10.45 WIB. Kini sidang lanjutan ke-29 itu telah ditutup dan dilanjutkan pada Senin 17 Oktober 2016 pukul 13:00 WIB.

“Sidang dilanjutkan Senin setelah makan siang,” tambah hakim.

Bagikan dengan cinta...
Loading...

Tulis komentar