Helen Mirren bicara soal Fast 8 dan kesenjangan upah

0
0

Helen Mirren memandang praktik diskriminasi dalam industri perfilman di Hollywood, AS, harus dilihat secara holistis.

Helen Mirren memandang praktik diskriminasi dalam industri perfilman di Hollywood, AS, harus dilihat secara holistis. © Jordan Strauss/AP

Berkecimpung di industri perfilman sejak dekade 1960-an membuat Helen Mirren (71) kenyang pengalaman. Kemampuan aktingnya jelas tak perlu diragukan. Hal tersebut yang membuat Vin Diesel meliriknya untuk bermain dalam Fast and Furious 8 (selanjutnya disebut Fast 8).

Keikutsertaan Illiana Lydia Petrovna Mironova –nama asli Mirren– memperkaya jajaran aktris yang terlibat dalam film aksi kebut-kebutan itu. Sebelum namanya diumumkan, telah lebih dahulu bergabung Michelle Rodriguez, Charlize Theron, Elsa Pataky, dan Nathalie Emmanuel.

Saat diwawancarai Variety (11/10/2016), putri pasangan Vasiliy Petrovich Miranoff dan Kathleen Rogers itu mengungkap alasan utama bergabung dalam Fast 8 yang bakal tayang 14 April 2017.

“Bermain dalam Fast and Furious adalah dambaan karena saya sangat gemar mengemudikan mobil. Ketika akhirnya mendapat kesempatan tersebut, tentu saja tidak saya sia-siakan,” ujarnya.

Perkara senang mengendarai mobil seorang diri tanpa menggunakan jasa sopir pernah pula diungkap Mirren kepada Elle (15/6).

Jangan lewatkan:  Begini Kondisi Novi Amelia yang Masih Depresi dan Belum Bisa Diajak Bicara Usai Teriak-teriak di Jalan !

“Saya sangat ingin menjadi pengendara gila dalam film Fast and Furious. Alasannya, saya selalu mengendarai mobil sendiri. Namun mereka belum pernah menghubungi saya,” ujarnya kala itu.

Dalam wawancara terbarunya dengan Variety, Mirren masih enggan menjelaskan lebih jauh, kecuali membuka satu rahasia kecil, bahwa tokoh yang diperankannya memiliki koneksi dengan Deckard Shaw yang diperankan Jason Statham.

Deckard Shaw merupakan mantan pasukan khusus yang ditangkap Diplomatic Security Service karena menjelma sebagai pembunuh bayaran. Tokoh ini sudah muncul dalam Furious 7 (2015).

Hingga artikel ini ditulis, nama tokoh yang diperankan Mirren masih tertutup rapat. Berbeda dengan Charlize Theron yang sejak awal telah diumumkan sebagai tokoh antagonis bernama Cipher.

Melihat perjalanan Shaw pada prekuel waralaba ini yang juga masuk kategori jahat. Kemungkinan besar Mirren ikut terseret sebagai antagonis juga. Beberapa dugaan yang berkembang, menilik rentang usianya, kemungkinan besar ia akan berperan sebagai ibu Shaw.

Satu topik lainnya yang juga dibahas oleh peraih satu Piala Oscar itu adalah kesenjangan upah antara pria dan wanita. Belakangan isu tersebut marak jadi pembahasan di industri perfilman Hollywood, Amerika Serikat (AS).

Jangan lewatkan:  Begini Kronologis Penetapan Hatta Taliwang Sebagai Tersangka Dugaan Makar

Mirren yang kelahiran Inggris memulai aksi perdananya di AS lewat film 2010 arahan Peter Hyams pada 1984. Dalam rentang tiga dekade tersebut, ada perubahan signifikan yang terlihat olehnya di industri ini.

Salah satunya adalah mulai banyaknya perempuan di lokasi syuting yang bekerja tidak hanya sebagai pemain, tapi juga kru.

Ketika ditanya soal disparitas upah yang begitu jomplang karena perbedaan jenis kelamin, Mirren menyebut hal tersebut sebagai sesuatu yang rumit. Oleh karena itu, dalam hematnya, orang-orang harus melihat secara holistis sebelum menuntut adanya persamaan upah.

“Jika ada pria dan wanita dalam sebuah set, kemudian mereka bekerja berdasarkan waktu dan mutu yang sama, tentu saja mereka berhak mendapatkan bayaran yang sama pula,” lanjut Mirren.

Apa yang telah disuarakan Patricia Arquette (48) dan Jennifer Lawrence (26) diakuinya merupakan langkah penting.

Tuntutan agar praktik diskriminasi terhadap perempuan karena gendernya, salah satunya di industri perfilman Hollywood yang dikalim sangat profesional, selama ini kerap terdengar samar.

Jangan lewatkan:  Jadwal Final Piala AFF 2016 Indonesia Vs Thailand Pada Rabu 14 Desember dan Sabtu 17 Desember 2016 Live in RCTI !

“Saya percaya bahwa anak-anak muda lebih punya energi, pemahaman, dan pengaruh untuk menyuarakan perubahan. Mereka adalah agen perubahan,” pungkasnya.

Arquette dalam pidato kemenangannya di ajang Oscar 2015 dengan lantang menyerukan kesetaraan upah bagi perempuan di bidang pekerjaan apapun.

Lawrence mengambil langkah agak kalem. Bintang film Passengers (rilis 21/12) bersuara lewat sebuah tulisan yang bertajuk “Why Do I Make Less Than My Male Co-Stars?” melalui layanan nawala Lenny Letter (h/t Variety).

Ihwal terbitnya surat tersebut dimulai saat beberapa surat elektronik petinggi Sony Pictures berhasil diretas, terutama soal besaran honor yang diterima para pemain American Hustle (2013).

Dalam salah satu surel tertulis bahwa jumlah kompensasi yang diterima Bradley Cooper, Christian Bale, dan Jeremy Renner mencapai 9% dari total keuntungan bersih film. Sementara Lawrence dan Amy Adams hanya mendapat jatah 7%.

Bagikan dengan cinta...
Loading...

Tulis gagasan