Ini Dia Tuntutan Jaksa Terhadap Jessica di Persidangan ke-27 Kemarin

Loading...

Tuntutan Jaksa Terhadap Jessica

Kiri ke kanan : Wayan Mirna Salihin, Boon Juwita alias Hani, Jessica Kumala Wongso, dan Vera (via Antaranews.com)

Tuntutan Jaksa Terhadap Jessica – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Jessica Kumala Wongso terdakwa atas kasus meninggalnya Wayan Mirna Salihin dengan tuntutan 20 tahun penjara.

“Maka kami menyatakan terdakwa Jessica alias Jes terbukti bersalah melakukan pembunuhan dengan rencana terlebih dahulu sebagai diatur dalam Pasal 340 KUHP. Dengan ini terdakwa Jessica dituntut penjara selama 20 tahun dikurangi masa tahan dan terdakwa tetap ditahan,” kata Jaksa Penuntut Umum, Meylany Wuwung saat pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu malam.

Kemudian, Hakim Ketua Kisworo menawarkan terdakwa Jessica Kumala Wongso untuk mengajukan pembelaan.

“Ya yang mulia kami akan mengajukan pembelaan,” kata Ketua Tim Kuasa Hukum Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan.

Baca juga:  Setelah BBM, Pemerintahan Jokowi Akan Gunakan Kebijakan Semen Satu Harga !

JPU menjerat Jessica dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Sidang pun ditunda dan akan kembali dilanjutkan pada Rabu pekan depan, 12 Oktober 2016, dengan agenda pembelaan terdakwa.

Lihat : Hasil Sidang Jessica 5 Oktober 2016

Pada persidangan 5 Oktober 2016 kemarin, Jaksa penuntut umum tetap yakin bahwa Mirna meninggal karena racun sianida, Jaksa juga yakin Mirna meminum racun melebihi batas sehingga kejang, pingsan dan akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Abdi Waluyo.

“Ada sianida di dalam tubuh korban, ahli forensik kami berkesimpulan kalau Mirna tewas akibat diracun,” kata jaksa Ardito Muwardi saat membacakan tuntuan di persidanga ke-27 kasus Kopi Maut.

Selain itu, Jaksa juga meyakini bahwa Jessica yang menabur racun sianida ke kopi yang diminum Mirna.

“Hasil pemeriksaan digital forensik dari pergerakan terdakwa, ada pergerakan berupa tangan yang terlihat ada gerakan dari dalam tas ke atas meja. Dapat dinilai pemeriksaan ahli berkesesuaian terhadap pembunuhan Mirna dengan cara merencanakan memakai sianida,” jelas Ardito.

Baca juga:  Naik Mobil Komando, Rizieq Shihab Pimpin Massa FPI Menuju Mabes Polri!

Ardito Muwardi juga meyakini bahwa rekaman CCTV tidak mengalami penyisipan maupun pemotongan.

“Rekaman CCTV tidak ada penyisipan maupun pemotongan frame-frame. Gerakan-gerakan di Olivier bisa menerangkan kejadian secara utuh, mulai dari kedatangan terdakwa di meja 54,” kata Ardito.

Hingga JPU membacakn tuntutannya, sebagian publik masih ragu jika Jessica pelaku penabur racun, pasalnya beberapa saat setelah Mirna tewas, sianida hasilnya negatif, tidak ada sianida.

Baru di pemeriksaan setelah beberapa hari Mirna meninggal ditemukan Sianida di lambung Mirna dengan kadar 0,2 mg.

Terkait hal itu, beberapa saksi yang dihadirkan kuasa hukum Jessica mengatakan, bahwa Sianida yang di lambung Mirna terbentuk setelah kematian, orang meninggal juga dapat membentuk Sianida secara alami.

Bagikan dengan cinta...
Loading...

Tulis komentar