Inilah Senjata Mematikan Milik AS dan Rusia

Loading...

Pasca saling tuding serta pemutusan komunikasi bilateral antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia terkait perang di Suriah, ketegangan kedua negara semakin memanas. Kekhawatiran akan pecahnya Perang Dunia III juga semakin gencar disuarakan media Moskow.

Berikut ini senjata-senjata maut milik AS dan Rusia yang berpotensi akan dikerahkan kedua negara jika perang benar-benar meletus.

Sukhoi SU-35 Flanker-E

Sukhoi SU-35 Flanker-E merupakan pesawat tempur jarak jauh terbaik yang dimiliki Rusia hingga saat ini. SU-35 Flanker-E adalah turunan dari pesawat SU-27 era-Soviet. Pesawat siluman ini sangat berbahaya bagi setiap pesawat jet tempur AS, tidak terkecuali pesawat jet tempur F-22 Raptor produksi Lockheed Martin.

Saat pertempuran udara, SU-35 diklaim mampu meluncurkan rudal dengan kecepatan supersonik, yaitu sekitar Mach 1,5 pada ketinggian lebih dari 45 ribu kaki. Pesawat SU-35 juga dilengkapi sistem avionik canggih dan memiliki kemampuan jamming yang kuat.

Kapal Selam Amur-class

kapal-selam-amur-class

Rusia juga diketahui telah membangun kapal selam nuklir yang dilengkapi rudal balistik seperti Borei-class dan Severodvinsk-class. Kedua jenis kapal selam nuklir ini hampir pasti tidak akan pernah dieskpor oleh Rusia. Sejauh ini, negeri beruang merah hanya pernah memperbolehkan India untuk menyewa kapal selam bertenaga nuklirnya.

Rusia saat ini dilaporkan memiliki kapal selam canggih terbaru Amur-class. Kapal ini diklaim sangat tenang, dan tentunya menimbulkan ancaman yang sangat berbahaya terhadap kapal perang musuh.

Kapal selam Kilo-class Rusia dan Amur-class bahkan dinilai jauh lebih tenang dan lebih canggih dibandingkan kapal Song-class milik Tiongkok.

Pada tahun 2007, kapal Song-class Tiongkok nyaris tidak terdeteksi saat mendekati kapal induk AS USS Kitty Hawk.

Kapal selam Amur-class dilengkapi dengan empat tabung torpedo 533mm dan 10 tabung peluncuran rudal vertikal. Kapal ini dapat melakukan perjalanan dengan kecepatan 20 knot dan memiliki daya tahan minimal 45 hari di dalam laut.

Tank T-90

Rusia juga punya tank tempur andalan, yakni T-90. Tank tersebut merupakan tank tempur lapis baja paling maju yang dimiliki Moskow saat ini. Tank Armata ini sebenarnya merupakan upgrade dari tank T-72 era-Soviet. Tentara Rusia sendiri memiliki hampir 1.000 tank tempur T-90.

Rudal Anti-Kapal P-800 Oniks/ BrahMos

p-800-oniks-brahmos

Rudal anti-kapal supersonik P-800 mulanya memang dikembangkan oleh Uni Soviet. Namun, rudal ini telah dikembangkan bersama-sama dengan India dengan nama BrahMos. Senjata mematikan ini dapat digunakan baik dari kapal perang, kapal selam, pesawat maupun dari darat. Rudal P-800 memiliki jangkauan sekitar 300 km (atau kira-kira 186 mil), yang berarti melebihi jangkauan rudal antikapal sejenis buatan AS, yakni rudal Harpoon.

Menurut sumber Angkatan Laut AS, rudal BrahMos adalah senjata antikapal yang sangat berbahaya. Angkatan Laut AS mengakui rudal itu akan membuat masalah bagi pertahanan kapal AS.

Type 53-65 Wake-Homing Torpedo

type-53-65-wake-homing-torpedo

Rudal torpedo Rusia ini dianggap paling berbahaya bagi Angkatan Laut AS. Senjata ini sudah lama dikenal sebagai senjata paling menakutkan dengan kinerja tinggi di laut.

Wake-homing torpedo memiliki sensor yang melacak objek di dalam laut seperti kapal dan memiliki probabilitas yang sangat tinggi untuk membunuh.

AS sendiri pernah mengembangkan satu-satunya penangkal rudal torpedo Rusia ini, yang dikenal sebagai torpedo antitorpedo (Anti-Torpedo Torpedo – ATT). ATT dilaporkan pernah dikerahkan di kapal induk USS George HW Bush, namun keefektifan ATT buatan AS ini belum jelas.

Kapal Selam Rudal Balistik Ohio-Class

ohio-class

Jika Rusia punya Kapal Selam Amur-class, AS memiliki kapal selam rudal balistik (SSBN) Ohio-class untuk mengimbangi kapal-kapal selam nuklir Rusia. AS memiliki 14 SSBN Ohio-class, tiga diantaranya memiliki kemampuan serangan nuklir paling survivable dan abadi.

Setiap SSBN memiliki panjang 560 kaki dan berat 18.750 ton bila terendam di laut. SSBN didukung oleh reaktor bertekanan air (PWR) dan baling-baling poros tunggal. SSBN Ohio-class dapat melakukan perjalanan lebih dari 25 knot pada kedalaman lebih dari 800 kaki.

Masing-masing SSBN Ohio-class bisa membawa hingga 192 hulu ledak nuklir. Namun, di bawah Perjanjian New START, AS harus menonaktifkan empat dari tabung rudal pada setiap SSBN sebelum 2018.

B-2 Stealth Bomber

AS juga punya pesawat pengebom B-2, yang pernah digunakan ketika konflik Ukraina mulai memanas pada musim semi tahun 2011. Saat itu, AS mengirim sepasang pesawat pengebom B-2 ke Eropa pada misi jarak pendek.

Pesawat B-2 diklaim memiliki potensi menembus pertahanan musuh yang paling canggih sekalipun. Namun, hal itu disangkal Rusia. Pihak Rusia meyakini bahwa pesawat B-2 belum tentu bisa lolos dari sistem rudal pertahanan Rusia yang terus dikembangkan.

Pesawat B-2 memang menawarkan berbagai fitur yang mengesankan. Menurut kontraktor utama pesawat Northrop Grumman, dengan kapasitas bahan bakar 167.000 pound, setiap pesawat jenis ini dapat melakukan perjalanan sekitar 6.000 mil laut tanpa mengisi bahan bakar. Meskipun terbang pada kecepatan subsonik, pesawat B-2 dapat mencapai ketinggian hingga 50.000 kaki, yang meningkatkan kemampuan penargetan.

F-22 Raptor

AS juga punya pesawat tempur siluman, yang sudah dipastikan akan berada di garis depan jika perang AS dan Rusia pecah. Pesawat itu adalah jet tempur F-22 Raptor. Pesawat tersebut menggabungkan desain siluman dengan supersonik dan sangat lihai dalam bermanuver.

Pesawat F-22 dibangun untuk menggantikan pesawat F-15 yang sudah uzur. Selain melakukan serangan, pesawat ini dapat melakukan berbagai misi lainnya, termasuk misi intelijen seperti pengawasan hingga serangan elektronik. Musuh potensial dari pesawat F-22 adalah Su-35 Flanker-E.

Rudal Pertahanan

s-300-dan-s-400-milik-rusia
S-300 dan S-400 milik Rusia

Meskipun Rusia memiliki sistem rudal pertahanan S-300 dan S-400, AS juga memiliki berbagai sistem rudal pertahanan yang tidak kalah berbahaya. Rusia pernah kesal ketika AS berencana untuk menyebar sistem rudal pertahanan di Eropa dengan dalih melawan ancaman rudal balistik Iran.

Secara khusus, AS mengandalkan sistem rudal pertahanan Aegis yang berbasis di kapal dan di darat. Sistem rudal pertahanan Aegis darat AS sudah ditempatkan di Rumania dan Polandia.

Wilayah AS sendiri dilindungi oleh sistem rudal pertahanan Ground Mid-Course System (GMD). Sekitar 30 sistem rudal pencegat GMD saat ini disebar AS di California dan Alaska. Jumlah ini akan meningkat menjadi 40 pada tahun 2017.
Rusia telah menyatakan bahwa sistem-sistem pertahanan rudal AS mengancam untuk merusak keseimbangan nuklir. Untuk sekutu Asia-nya, AS mengandalkan sistem rudal pertahanan THAAD. Sistem rudal yang akan ditempatkan di Korea Selatan untuk menghadapi ancaman serangan Korea Utara ini juga diprotes Rusia dan Tiongkok karena merasa terancam.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Bagikan dengan cinta...
Loading...

Related posts