Investor asing kuasai pasar saham Indonesia

Loading...

PT Aneka Gas Industri Tbk saat melepas saham perdana di Bursa Efek Indonesia, Rabu (28/9). Investasi saham di Indonesia masih dikuasai asing, sehingga laba perusahaan-perusahaan terbuka sebagian besar dinikmati asing.

PT Aneka Gas Industri Tbk saat melepas saham perdana di Bursa Efek Indonesia, Rabu (28/9). Investasi saham di Indonesia masih dikuasai asing, sehingga laba perusahaan-perusahaan terbuka sebagian besar dinikmati asing. © ANTARA /ANTARA

Warga Indonesia masih kurang berminat berinvestasi di sektor saham. Data di Bursa Efek Indonesia (BEI), kepemilikan saham masih didominasi asing. Menurut Kepala Pengembangan Investor BEI Irmawati Amran, porsi asing dalam kepemilikan saham mencapai 60 persen.

Irmawati menjelaskan para investor asing cenderung membeli saham untuk investasi jangka panjang. Mereka umumnya membeli dalam jumlah besar. Investor asing membeli saham-saham yang bagus dalam jumlah besar. “Jadi keuntungan-keuntungan investasi di pasar modal masih dinikmati asing,” ujar Irmawati seperti dinukil dari financedetik.

Total jumlah investor yang tercatat di pasar modal per September 2016 mencapai 500.037 investor. Jumlah itu terdiri dari 487.713 investor perorangan dan 12.324 investor institusi. Jumlah ini, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk, kecil sekali.

Padahal untuk investasi syaratnya makin diperkecil dan dipermudah. Untuk awalan, dibutuhkan minimal Rp100 ribu untuk membuka Rekening Dana Nasabah (RDN). Setelah memiliki RDN, investor bisa langsung memilih saham yang akan dibeli dengan minimal pembelian satu lot atau 100 lembar saham. “Dulu minimal Rp25 juta-Rp 50 juta. Sekarang buka rekening (RDN) Rp100 ribu,” ujarnya.

Baca juga:  Konsep pencakar langit yang dapat mengatasi kabut asap

Keberadaan investor lokal bisa menjaga pasar saham makin stabil. Keberadaan mereka bisa membuat pasar saham Indonesia kokoh. Menurut Direktur Utama Mandiri Sekuritas Abiprayadi Riyanto, November tahun lalu, basis investor lokal yang kuat akan mengurangi potensi pasar saham yang bergejolak karena investor asing bisa saja menarik dananya sewaktu-waktu.

Tapi, Direktur BEI Tito Sulistio justru senang dengan keberadaan investor asing yang dominan. Mei lalu, Tito mengatakan investor asing punya dana lebih besar daripada investor lokal. Dengan dana yang besar, mereka bisa berkontribusi lebih besar di pasar modal nasional. Menurutnya, angka 60 persen adalah porsi yang ideal. “Berarti kita berhasil ajak mereka masuk,” ucapnya seperti dinukil dari viva.co.id.

Baca juga:  Naik Mobil Komando, Rizieq Shihab Pimpin Massa FPI Menuju Mabes Polri!

Potensi mengeruk untung di pasar modal memang besar. Menurut Irmawati, investasi saham di pasar modal sangat menguntungkan. Untuk investasi jangka panjang, keuntungan bisa mencapai 40 persen dalam jangka selama 10 tahun.

Irmawati merujuk data BEI menyebutkan, banyak puluhan perusahaan yang tumbuh antara 30-40 persen. “Kalau yang di atas 25 persen ada ratusan (perusahaan),” kata Irmawati. “Beli saham sekarang beli yang bagus 10 tahun uang kita sudah banyak, sudah bertambah puluhan persen,” kata dia.

Kepala Komunikasi Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono menuturkan, nilai kapitalisasi pasar BEI per 14 Oktober 2016 mencapai Rp5.839,10 triliun. Rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp7,05 triliun dan volume transaksi harian mencapai 9,61 miliar saham. Nilai itu terjalin dalam 240 ribu kali transaksi.

Pada periode sepekan kemarin investor asing menggelontorkan duit sebesar Rp751 miliar untuk membeli saham. Namun, jika ditotal sejak awal tahun hingga 14 Oktober 2016, investor asing sudah mengeluarkan uang sebesar Rp33,14 triliun untuk membeli saham.

Bagikan dengan cinta...
Loading...

Tulis komentar