Kapal Swift-2 Dihancurkan Rudal C-802 Dengan Hulu Ledak Penetrator

Loading...

m02015011000004

Destroyer USS Mason menembakkan tiga rudal untuk membela diri setelah diserang dua rudal jelajah anti kapal yang diduga ditembakkan oleh milisi Houthi.

USS Mason menembakkan dua rudal Standard Missile-2 (SM-2) dan satu rudal Enhanced Sea Sparrow Missile (ESSM) untuk mencegat dua rudal anti kapal yang ditembakkan dari pantai Yaman. Selain menggunakan rudal pertahanan udara, Destroyer juga melepaskan decoy pengecoh Nulka.

Saat serangan terjadi USS Mason sedang beroperasi di perairan internasional utara selat Bab el-Mandeb. Kru kapal belum bisa memastikan apakah rudal yang menyerang berhasil dicegat oleh rudal SM-2 atau jatuh sendiri kedalam air.

Baca juga:  Seskab: Nama KSAU Baru Diperkirakan Diumumkan Usai Rapat Pimpinan TNI

screen-shot-2016-10-11-at-2-09-00-pm

Pekan lalu sebuah rudal jelajah yang diluncurkan milisi Houthi menyebabkan kehancuran kapal HSV Swift milik UEA. Rudal yang ditembakkan, menurut analis Angkatan Laut dan pensiunan Kapten Angkatan Laut Chris Carlson, kerusakan pada kapal Swift tampaknya dari hulu ledak yang terdapat pada rudal anti kapal C-802 buatan Cina (NATO menamakannya CSS-N-8 saccade). Rudal C-802 sebenarnya menggunakan desain dari teknologi rudal era Perang Dingin buatan Perancis.

screen-shot-2016-10-11-at-2-09-20-pm

Terlihat kerusakan pada Swift menunjukkan rudal dilengkapi hulu ledak explosively formed penetrator (EFP) – fitur terkenal seperti yang dimiliki C-802. Hulu ledak EFP memungkinkan dampak kehancuran lebih luas karena setelah berhasil menembus kulit luar, rudal meledakkan amunisi high-explosive yang berisi serpihan tajam yang bisa sangat merusak kapal.

Baca juga:  Produksi Jet Tempur JF-17 Blok II Telah Melewati 30 Unit
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Bagikan dengan cinta...
Loading...

Tulis komentar