Kiat jawab pertanyaan klasik wawancara kerja

Loading...

Para pewawancara tidak akan melontarkan pertanyaan yang tidak penting, dangkal, dan tanpa arti. Ibaratnya, mereka adalah "pintu gerbang" perusahaan yang memutuskan apakah seseorang bisa bergabung ke dalam perusahaan atau tidak.

Para pewawancara tidak akan melontarkan pertanyaan yang tidak penting, dangkal, dan tanpa arti. Ibaratnya, mereka adalah “pintu gerbang” perusahaan yang memutuskan apakah seseorang bisa bergabung ke dalam perusahaan atau tidak. © Creativa Images

Wawancara kerja ibarat momok bagi banyak orang. Banyak orang, apalagi bagi yang baru lulus atau belum mempunyai pengalaman kerja, sangat gugup saat menghadapi sesi wawancara kerja. Biasanya mereka resah karena belum pernah mempunyai pengalaman menghadiri wawancara.

Di setiap wawancara selalu ada beberapa pertanyaan klasik harus Anda jawab. Pertanyaan-pertanyaan yang selalu hadir di setiap sesi wawancara ini biasanya berbobot tinggi. Dari jawaban yang Anda lontarkan terhadap pertanyaan ini, sang pewawancara bisa mengetahui banyak hal.

1. Ceritakan sedikit tentang diri Anda

Ini adalah pertanyaan yang biasanya pertama kali dilontarkan kepada kandidat saat wawancara. Tujuannya adalah sebagai ice breaker, pembuka sesi wawancara. Meskipun terdengar seperti basa-basi, namun mereka akan mengevaluasi cara Anda menjawab pertanyaan ini.

Sadari bahwa ini adalah interview, jadi cara menjawabnya harus profesional, to the point dan relevan dengan posisi yang Anda lamar. Kandidat yang mumpuni akan berbagi tentang pengalaman mereka, kemampuan dan pengetahuan yang mereka miliki.

Anda tidak perlu bercerita bahwa Anda kenal seseorang yang bekerja di perusahaan itu, siapa ayah Anda, betapa macetnya perjalanan ke kantor mereka, dan lain-lain. Simpan cerita tersebut untuk sesi hangout dengan teman selepas wawancara.

2. Mengapa Anda memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan yang sekarang?

Setiap orang memiliki alasan mereka tersendiri mengapa keluar dari pekerjaan. Entah Anda merasa tidak betah dengan lingkungan kantornya, merasa tidak dihargai, ingin mengembangkan talenta Anda, ingin beralih profesi dan lain-lain.

Misalnya alasan Anda berhenti bekerja karena ada hal yang Anda tidak sukai dari pekerjaan atau perusahaan tempat Anda bekerja, hindari menjelek-jelekkan pekerjaan atau perusahaan tempat Anda bekerja sekarang saat wawancara. Hal tersebut menunjukkan bahwa Anda tidak profesional, suka mengeluh dan akan melakukan hal yang sama terhadap perusahaan baru tersebut jika mereka menerima Anda.

3. Apa kelebihan Anda?

Pertanyaan ini akan secara langsung mengungkap apakah kelebihan yang Anda miliki sesuai dengan posisi yang Anda lamar. Jika Anda menjawab bahwa Anda adalah seorang yang ambisius, cepat belajar, tepat waktu, goal-oriented; semua jawaban tersebut sangat klise.

Cobalah buat diri Anda lebih menonjol dengan menjelaskan kelebihan-kelebihan yang sesuai dan bermanfaat untuk posisi tersebut. Misalnya, Anda melamar posisi sebagai seorang desainer, Anda bisa memberikan jawaban yang spesifik seperti mampu mendesain sebuah halaman website dalam waktu tiga hari.

4. Apa kekurangan Anda?

Sekali lagi, hindari memberikan jawaban yang klise. Pahami lingkup pekerjaan yang sedang Anda lamar dan jawablah sejujurnya, apakah ada kekurangan Anda yang kira-kira dapat menghambat dalam melakukan pekerjaan tersebut?

Harus disadari bahwa kekurangan bisa diperbaiki. Jangan takut untuk mengakui kekurangan Anda, hal tersebut justru dapat menyelamatkan Anda dari melakukan pekerjaan yang memang bukan bidang Anda. Tambahkan juga penjelasan tentang strategi yang Anda miliki untuk mengatasi kekurangan tersebut, misalnya Anda sedang membaca buku tentang strategi untuk mengelola waktu dan berjanji untuk bekerja lebih efisien.

5. Ceritakan prestasi-prestasi yang Anda raih di perusahaan sebelumnya

Ketika pewawancara bertanya tentang prestasi yang pernah Anda raih, mereka ingin mengetahui apakah Anda kandidat yang berkinerja tinggi alias mengejar prestasi atau hanya sekadar mengerjakan rutinitas tanpa prestasi. Anda bisa berbagi tentang promosi yang Anda raih, sanjungan yang pernah dilontarkan oleh bos kepada Anda, penghargaan dari perusahaan dan lain-lain.

6. Mengapa Anda sering berganti-ganti pekerjaan?

Bagi Anda yang suka gonta-ganti pekerjaan alias “kutu loncat”, bersiaplah untuk menghadapi pertanyaan ini. Setiap perusahaan pasti ingin mengetahui alasan di balik kebiasaan Anda yang sering berpindah perusahaan. Daripada sekadar menebak-nebak Anda sebagai seseorang yang tidak konsisten dan tidak dapat diandalkan, mereka langsung menanyakannya kepada Anda.

Hal ini wajar, mengingat banyaknya proses yang harus mereka lakukan saat menerima karyawan baru dan waktu serta tenaga yang dikeluarkan saat melatih Anda. Berikan jawaban seperti Anda sedang mencari pekerjaan yang cocok dengan keterampian dan renjana yang Anda miliki. Dengan demikian Anda bisa bekerja secara maksimal, dan menjelaskan mengapa perusahaan ini memang sesuai dengan apa yang Anda cari.

7. Anda sudah lama bekerja di perusahaan yang sekarang, kenapa Anda berhenti?

Ini tandanya sang pewawancara penasaran. Pertanyaan ini tidak berbahaya, mereka ingin mengerti apa yang membuat Anda ingin pindah dan apa yang membuat Anda bekerja dalam kurun waktu yang lama pada perusahaan yang sama.

Jawaban Anda akan menjadi masukan bagi departemen sumber daya manusia. Selalu pilih jawaban yang tulus dari dalam hati seperti Anda sudah tidak melihat karir jangka panjang karena perusahaan selalu merekrut orang baru dibanding mempromosikan karyawan.

8. Mengapa kami harus merekrut Anda?

Saat menghadapi pertanyaan ini, berikan jawaban yang “to the point” berupa pengalaman dan kemampuan Anda yang dapat bermanfaat bagi posisi tersebut dan perusahaan. Buat agar jawaban Anda lebih meyakinkan dengan menambahkan prestasi-prestasi yang telah Anda raih, misalnya Anda pernah mendapatkan penghargaan untuk sesuatu yang relevan dengan posisi tersebut.

9. Ceritakan tentang diri Anda yang tidak ada di dalam CV

Inilah saatnya Anda bisa bercerita lebih tentang pengalaman kerja, situasi dan sedikit detail pribadi. Misalnya saat Anda menghadapi konflik di kantor dan bagaimana Anda berhasil mengatasinya. Anda juga bisa menceritakan tentang pekerjaan sambilan sebagai pemandu wisata atau instruktur kebugaran, Anda berangkat kerja naik kendaraan umum, dan lain-lain yang mengesankan selain karyawan yang baik Anda juga memiliki kepribadian yang menyenangkan.

10. Apakah ada pertanyaan?

Jangan pernah menjawabnya dengan ‘tidak’ jika pewawancara memberikan kesempatan untuk bertanya. Perusahaan ingin mengetahui seberapa antusias Anda terhadap posisi yang Anda lamar serta perusahaan tersebut. Semakin banyak pertanyaan, semakin bagus. Namun bukan berarti Anda bertanya tanpa logika.

Hindari menanyakan hal-hal yang sudah tertera jelas pada website resmi perusahaan. Riset lebih banyak tentang kondisi bisnisnya, tanyakan strategi di masa depan, tunjukkan ketertarikan dan kesiapan Anda untuk menyukseskan visi perusahaan.

Itulah sepulih pertanyaan klasik yang harus Anda siapkan jawabannya. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan seorang kandidat agar sukses diterima bekerja adalah mencari informasi tentang posisi yang dilamar dan perusahaan tersebut, cara berkomunikasi, bahasa tubuh (posisi tangan, kaki, ekspresi wajah) dan kemampuan menjawab setiap pertanyaan tanpa berbelit-belit.

Bagikan dengan cinta...
Loading...

Tulis komentar