Kota yang Direbut Kembali dari ISIS Jatuh ke Siapa ?

0
0

Perang Sipil di Suriah (Getty Image)

Perang Sipil di Suriah (Getty Image)

Pasukan pemberontak Suriah dukungan Turki, berhasil merebut kota Dabiq dari tangan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), (16/10/2016). ISIS kini mengalami tekanan berat dari berbagai kelompok bersenjata termasuk milisi Kurdi dukungan AS, serta pasukan pemerintah Suriah dan Irak.

Sejak merebut sebagian wilayah Irak dan Suriah pada pertengahan 2014, hingga awal Oktober ini, ISIS telah kehilangan 16 persen wilayahnya termasuk sejumlah rute logistik krusial.

Berikut kota-kota di Irak dan Suriah yang direbut kembali dari tangan ISIS.

Suriah

KOBANI: Kota Kurdi di wilayah utara Suriah yang menjadi simbol perjuangan melawan ISIS. Kelompok ISIA diusir dari Kobani oleh pasukan Kurdi dengan dukungan AS, pada Januari 2015 setelah empat bulan pertempuran brutal.

TAL ABYAD: Kota di perbatasan Turki yang direbut pasukan Kurdi dan pemberontak Arab pada Juni 2015. Kota ini merupakan gerbang dari rute pasokan logistik antara Turki dan kota Raqqa yang diklaim ISIS sebagai ibu kota kekalifahan mereka. Anggota ISIS dan pasokan senjata selalu melewati rute ini sebelum direbut kembali.

Jangan lewatkan:  Kapal Selam “Fateh” Buatan Iran Akan Segera Beroperasi

PALMYRA: ISIS menguasai kota kuno ini pada Mei 2015 dan menghancurkan sebagian besar peninggalan sejarah yang masuk di dalam daftar warisan budaya UNESCO. Pasukan pemerintah Suriah dibantu jet-jet tempur Rusia mengusir ISIS dari kota ini pada bulan Maret lalu.

MANBIJ: Pada 6 Agustus lalu, koalisi Arab dan pasukan Kurdi didukung jet-jet tempur AS, merebut kembali kota ini setelah bertempur selama dua bulan. ISIS merebut kota ini tahun 2014 dan menjadikan Manbij, sebagai pusat bagi anggota mereka yang akan pergi ke atau datang dari Eropa.

JARABULUS: Pasukan Turki dan pemberontak Suriah merebut kota perbatasan ini hampir tanpa perlawanan berarti, pada 24 Agustus dalam Operasi Euphrates Shield, yang juga mengincar milisi Kurdi.

DABIQ: Kota ini dikendalikan ISIS sejak Agustus 2014 dan memiliki nilai ideologis penting bagi kelompok tersebut karena mereka yakin perang besar akan terjadi di kota tersebut.

Jangan lewatkan:  Latihan Terjun Taktis Yonif Para Raider 328/Dirgahayu Kostrad di daerah Dawuan, Karawang

PERBATASAN SURIAH-TURKI: Pada 4 September lalu, pasukan Turki dan milisi pemberontak Suriah mengusir pasukan ISIS dari posisi terakhirnya di perbatasan kedua negara.Akibatnya, para rekrutan baru ISIS semakin sulit melintas untuk menuju basis mereka di Suriah atau Irak.

Irak

TIKRIT: Kota kelahiran Saddam Hussein ini berada di utara Baghdad dan jatuh ke tangan ISIS pada Juni 2014, tidak lama setelah kejatuhan Mosul. Kota ini dibebaskan Maret 2015 lewat operasi milter militer dan polisi Irak yang didukung pasukan paramiliter Syiah.

SINJAR: Pasukan Kurdi dibantu serangan udara koalisi pimpinan AS merebut kembali Sinjar November 2015, sekaligus memutus jalur pasokan logistik dengan wilayah lain yang dikuasai ISIS. ISIS merebut Sinjar Agustus 2014 dan melakukan kejahatan kemanusiaan yang luar biasa terhadap etnis minoritas Yazidi.

RAMADI: Ibu kota Anbar, provinsi terluas Irak yang membentang di sepanjang perbatasan dengan Suriah, Jordania dan Arab Saudi. Kota ini dibebaskan dari ISIS Februari lalu, sekitar sembilan bulan setelah direbut ISIS.

Jangan lewatkan:  Lagi, Jet tempur F/A-18 Amerika Serikat Jatuh di lepas pantai Jepang

SHARQAT: Pada 22 September, pemerintah Irak mengumumkan telah merebut kembali kota yang terletak di sebelah selatan Mosul. Kota ini bernilai penting karena terletak di dekat jalur pasokan logistik yang diperlukan militer saat menggelar serangan terhadap kota Mosul.

QAYARRAH: Pasukan Irak yang disokong koalisi AS merebut kembali Qayarrah dari ISIS pada Agustus lalu. Kota ini penting karena bisa digunakan pemerintah Irak sebagai tempat persiapan serangan terhadap Mosul, kota terbesar kedua di Irak.

Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah setelah ISIS terusir negara Suriah dan Irak akan kembali utuh seperti semula, atau terpecah dibagi dua antara pemerintah yang sah dan pemberontak. Semakin mengecil dan melemah. Lebih jauh lagi, semakin berpotensi menjadi negara boneka bagi negara Adidaya yang mendukung peperangan di Suriah dan Irak saat ini. Suriah dan Irak. Negeri yang penuh dengan peninggalan budaya tinggi, telah tercabik-cabik.

Sumber : Kompas.com/AFP

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Bagikan dengan cinta...
Loading...
Bagikan
Artikel sebelumnyaWaduh…Trump tuding kalau Pemilu Bakal Curang nanti
Artikel berikutnyaVideo Pembangunan dan Latihan Perang di Natuna
mm
Media elektronik bisa dijadikan jendela informasi yang membangun dan mencerdaskan bangsa. Generasi muda Indonesia mulai gemar membaca untuk memperkaya wawasan dan pengetahuan. Mari kita isi dunia baca Indonesia dengan berita positif demi masa depan bangsa. Selamat berdiskusi... [Meidiana Said - Lintas Cybermedia]

Tulis gagasan