Mantan Pemain MU ini bilang Gaya Melatih Sir Alex Ferguson Dianggap Tidak Sukses pada Masa Kini, mengapa?

Loading...

Sir Alex Ferguson

Dalam Otobiografi-nya Mads Timm menulis soal pengalamannya dengan Sir Alex Ferguson saat membela Manchester United dari tahun 2002 sampai 2006. Pada uraiannya, Ferguson dianggap sebagai pelatih sepakbola yang mempunyai sifat diktaktor.

Tim mengatakan bahwa agar seorang pemain loyal terhadap dirinya, maka Ferguson menggunakan pendekatan ala Slave Army (Tentaranya para budak) untuk menimbulkan rasa takut pemain. Dengan kata lain Ferguson memotivasi pemainnya dengan menciptakan rasa takut dalam diri para pemain.

Pendekatan dari Ferguson itu, menurut Timm tidak akan sukses jika diterapkan pada masa kini. Timm kemudian mengklaim bahwa sebagian besar pemain lebih tertarik karena gaji mereka daripada berkomitmen untuk klub.

“Saya tidak yakin Ferguson bisa menciptakan kesuksesan yang sama seperti dahulu dengan cara yang sama (Slave Army) di saat ini,” demikian tulis Timm.

“Masa kini Anda tidak bisa menginginkan pemain untuk tunduk berbicara tentang kehormatan dan kesediaan total dan berani mati bagi klub,” imbuhnya.

“Saat ini, kebanyakan pemain tahu bahwa semangat untuk berdedikasi terhadap tim tidak lebih besar dari kontrak,” pungkasnya.

Bagikan dengan cinta...
Loading...

Tulis komentar