Mazda Motor Indonesia hengkang, Eurokars datang

0
1

Pejalan kaki melintasi diler Mazda di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (14/10). PT Mazda Motor Indonesia mengalihkan bisnis distribusi kendaraan dan suku cadang Mazda kepada PT. Eurokars Motor Indonesia.

Pejalan kaki melintasi diler Mazda di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (14/10). PT Mazda Motor Indonesia mengalihkan bisnis distribusi kendaraan dan suku cadang Mazda kepada PT. Eurokars Motor Indonesia. © Puspa Perwitasari /Antara Photo

Pada Jumat (14/10/2016) PT Mazda Motor Indonesia (MMI) mendadak mengumumkan keputusannya untuk hengkang dari Indonesia setelah 31 tahun berkecimpung dalam bisnis kendaraan roda empat di Tanah Air.

Dalam siaran persnya, MMI menyatakan telah menandatangani perjanjian pengalihan atas bisnis distribusi kendaraan dan suku cadang Mazda kepada PT. Eurokars Motor Indonesia, sebagai bagian dari usahanya untuk memperkuat bisnis di Indonesia.

Pengalihan 42 diler di Indonesia yang dimiliki MMI kepada Eurokars tersebut mulai berlaku sejak Februari 2017.

“Dengan mempergunakan keahlian dan pengalaman yang dimiliki dalam bisnis mobil di Indonesia, Eurokars Grup akan memperkenalkan aktivitas penjualan yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan di pasar ini dan mempercepat peningkatan pelayanan pelanggan kami,” ucap Keizo Okue, Presiden Direktur MMI. “Saya yakin mereka akan lebih memperkuat merek Mazda di Indonesia.”

Dengan demikian MMI tidak akan lagi memasarkan mobil dan suku cadang, serta memberikan layanan servis berkala kepada para pemilik Mazda di Tanah Air, namun menjamin Eurokars bakal memberikan layanan yang sama baiknya.

Jangan lewatkan:  Scomadi, motor skuter alternatif dari Inggris

MMI juga menjamin tidak ada pemutusan hubungan kerja terhadap semua pegawai perusahaan tersebut. Jumlah karyawan perusahaan tersebut, menurut CNN Indonesia (14/10), mencapai 60 orang.

“Cuma pengalihan kepemilikan. Tidak pengurangan karyawan, tidak ada PHK. Semua Aman. Pelayanan pelanggan juga tidak berubah,” ujar PR Head MMI Fedy Dwi Parileksono kepada Liputan6.com (14/10).

PT MMI memang baru berdiri pada 2006 tetapi bisnis Mazda di Indonesia sudah dimulai pada 1985. Saat itu Mazda Motor Corporation bekerja sama dengan Indomobil Grup membentuk badan usaha bernama PT National Motor.

Mereka sempat memproduksi beberapa varian Mazda di Indonesia namun usaha tersebut kemudian diakhiri pada 1997.

Pada 27 April 2006, PT National Motor berganti nama menjadi Mazda Motor Indonesia (MMI) dan semua saham diambil alih oleh Mazda Motor Corporation Jepang.

MMI memang tidak menjelaskan secara detail mengenai keputusan untuk hengkang dari Indonesia, tetapi banyak yang menduga penurunan angka penjualan menjadi penyebabnya.

Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada periode Januari hingga Agustus 2016, MMI hanya berhasil menjual 4.303 unit secara wholesale (langsung dari pabrik ke diler). Angka tersebut turun sekitar 27 persen dibandingkan penjualan pada periode yang sama tahun lalu.

Jangan lewatkan:  Yang harus disiapkan sebelum touring sepeda motor di musim hujan

Jumlah tersebut hanya mencapai 0,6 persen dari 691.042 unit kendaraan dari seluruh merek yang laris di Indonesia dalam delapan bulan awal 2016.

Sedan hatchback Mazda 2 (2.237 unit) dan Sport Utility Vehicle (SUV) CX-5 (1.184 unit) menjadi tulang punggung menjualan MMI tahun ini. Varian lainnya jeblok di pasar nasional.

Mazda VX-1 yang berbagi platform dengan Suzuki Ertiga dan diharapkan mampu mengangkat penjualan, hanya laku 90 unit tahun ini.

Melihat statistik tersebut, keputusan Mazda untuk hengkang dari Indonesia dan menyerahkan pemasaran kepada pihak lain menjadi tampak masuk akal.

Gambar desain toko penjualan dan servis Mazda milik Eurokars Motor Indonesia yang terletak di Simprug, Jakarta Selatan. Gambar desain toko penjualan dan servis Mazda milik Eurokars Motor Indonesia yang terletak di Simprug, Jakarta Selatan. © Eurokars Motor Indonesia

Bagi sebagian pemilik Mazda nama Eurokars mungkin tak terdengar asing. Perusahaan yang berbasis di Singapura ini sudah menjadi salah satu diler Mazda dengan membuka gerai di Jakarta Selatan pada 2007.

Mereka kemudian membuka dua gerai Mazda lain di Jakarta Utara dan Surabaya pada 2008.

Jangan lewatkan:  Scomadi, motor skuter alternatif dari Inggris

Selain Mazda, Eurokars juga menjadi importir umum untuk beberapa jenis mobil mewah, yaitu Porsche, Saab, Rolls-Royce, BMW seri M, Maserati, dan kaca film 3M.

Sejak 2011 Eurokars juga menjadi distributor tunggal Mazda di Singapura.

Perusahaan yang berdiri sejak 1985 itu juga berjanji akan membawa Mazda menjadi salah satu merek mobil yang paling diminati di Indonesia.

“Kami merasa terhormat ditunjuk sebagai distributor untuk pasar yang vital dan strategis ini, yang merupakan perekonomian terbesar di Asia Tenggara serta menempati peringkat atas dalam penjualan mobil di kawasan ini,” kata Karsono Kwee, pendiri dan ketua eksekutif Eurokars Group.

Untuk itu, lanjut Kwee, mereka akan memanfaatkan pengetahuan, keahlian, dan pengalaman selama menjadi diler Mazda di Indonesia serta distributor tunggal di Singapura.

Sementara itu, CEO Eurokars Indonesia, Herbert Kwee, yakin bisa membawa Mazda mencicipi keuntungan dari terus tumbuhnya pasar kendaraan roda empat di Indonesia.

“Bersama Mazda Motor Corporation, kami bertujuan untuk meningkatkan pelayanan terhadap konsumen; memperluas lini penjualan; meningkatkan angka penjualan Mazda, dan mendorong penetrasi pada pasar yang sangat potensial di Indonesia,” pungkas Herbert Kwee.

Bagikan dengan cinta...
Loading...
Bagikan
Artikel sebelumnyaRumpu rampe sayur khas NTT
Artikel berikutnyaMenerka nasib proyek mobil Apple
mm
Media elektronik bisa dijadikan jendela informasi yang membangun dan mencerdaskan bangsa. Generasi muda Indonesia mulai gemar membaca untuk memperkaya wawasan dan pengetahuan. Mari kita isi dunia baca Indonesia dengan berita positif demi masa depan bangsa. Selamat berdiskusi... [Meidiana Said - Lintas Cybermedia]

Tulis gagasan