Menambah pasukan juru ukur untuk mengejar target sertifikat tanah

0
0

Sejumlah warga menunjukkan sertifikat tanah yang diperoleh melalui program Proyek Operasi Nasional Agraria (PRONA), di Solo, Jawa Tengah, Minggu (16/10/2016).

Sejumlah warga menunjukkan sertifikat tanah yang diperoleh melalui program Proyek Operasi Nasional Agraria (PRONA), di Solo, Jawa Tengah, Minggu (16/10/2016). © Aloysius Jarot Nugroho /Antara Foto

Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil untuk menyelesaikan Proyek Operasi Nasional dengan penerbitan sertifikat tanah. Untuk mendukung percepatan sertifikasi tanah, pemerintah akan merekrut ribuan juru ukur di berbagai wilayah di Indonesia.

Presiden meminta lima juta sertifikat dapat diterbitkan pada tahun depan, tujuh juta sertifikat pada 2018 dan sembilan juta sertifikat pada 2019. “Yang saya inginkan nanti setiap hari ada pembagian sertifikat tanah di semua kabupaten di seluruh Indonesia. Akan saya awasi sendiri,” kata Jokowi dilansir lama Sekretariat Kabinet.

Jangan lewatkan:  Berita Terkin: Bertemu Dengan Jokowi, Kofi Annan Berikan Saran Untuk Kirim Logistik Kepada Rohingya !

Jokowi menyerahkan sertifikat tanah di Lapangan Kota Barat, Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (16/10/2016) pagi. Sebanyak 12 orang yang mewakili 3.242 penerima sertifikat dari 15 kabupaten/kota, antara lain Surakarta, Wonogiri, Boyolali, Kebumen, Pati, Karang Anyar, Kudus, Pemalang, Klaten, Grobogan, Demak, Kendal, Temanggung, Banjarnegara, dan Purbalingga.

Pensertifikatan tanah merupakan bagian dari reforma agraria yang diyakini menjadi cara mengatasi kemiskinan dan ketimpangan ekonomi, khususnya di pedesaan. Reforma Agraria atau secara legal formal disebut Pembaruan Agraria adalah proses restrukturisasi atau penataan ulang susunan kepemilikan, penguasaan, dan penggunaan sumber-sumber agraria, khususnya tanah.

Reforma agraria juga diharapkan bisa menjadi cara baru menyelesaikan sengketa agraria antar masyarakat dengan perusahaan maupun dengan pemerintah. Jokowi mengatakan sertifikat segera bisa diselesaikan di seluruh Indonesia, tidak hanya di Jawa Tengah.

Jangan lewatkan:  Berita Hari Ini: Kenapa Ujian nasional Tak Jadi Dihapus?

“Sekarang kerja cepat, harus cepat. Dan saya ingatkan juga jangan sampai ada pungli. Kalau bayar tidak apa-apa tapi resmi. Kalau memang nanti sertifikatnya harus bayar Rp50 ribu ya harus bayar, tapi jangan harusnya gratis dipungut Rp200 ribu, misalnya. Hati-hati,” kata Jokowi.

Jokowi mengatakan pemerintah akan menambah juru ukur tanpa melalui mekanisme penerimaan pegawai negeri sipil. Juru ukur akan mendapat sertifikat dari Kementerian Pertanahan.

“Diuji, bisa langsung nanti membantu BPN nanti untuk mengukur tanah.Plus ditambah juru data, yang juga nantinya akan dibutuhkan kurang lebih 15 ribu orang. Sehingga ini juga akan membuka peluang lapangan kerja,” kata Presiden.

Peran juru ukur sangat penting dalam memberi kepastian hukum atas tanah. Sayangnya, saat ini jumlah juru ukur sangat terbatas dibandingkan bidang tanah yang perlu diukur.

Jangan lewatkan:  BPPT Katakan Bahwa Gempa Aceh Lebih Dahsyat 4 Kali Lipat Dibandingkan Bom Hiroshima !

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional akan merekrut dan memberikan sertifikat terhadap 2.800-3.000 juru ukur pada 2017. Pada 2020, Sofyan mengatakan akan ada 10.000 juru ukur sehingga target sertifikasi bidang tanah pada 2025 akan selesai.

“Surat Keputusan siap diteken. Jadi, siapa saja punya keahlian geodesi, lulusan STM, atau yang punya kemampuan, kita berikan izin,” ujar Sofyan melalui Kompas.com.

Sofyan menambahkan, juru ukur yang sudah mendapatkan sertifikat harus menandatangani pakta integritas. Para juru ukur ini akan memiliki kantor di seluruh Indonesia hingga ke tingkat kecamatan, sama halnya dengan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) sehingga masyarakat atau investor dapat mengukur tanah lebih cepat.

Pencarian pada artikel ini:

  1. psk tanah abang
Bagikan dengan cinta...
Loading...
Bagikan
Artikel sebelumnyaChris Rock dibayar Rp522 miliar untuk dua acara Netflix
Artikel berikutnyaPerubahan yang terjadi di usia 30-an
mm
Media elektronik bisa dijadikan jendela informasi yang membangun dan mencerdaskan bangsa. Generasi muda Indonesia mulai gemar membaca untuk memperkaya wawasan dan pengetahuan. Mari kita isi dunia baca Indonesia dengan berita positif demi masa depan bangsa. Selamat berdiskusi... [Meidiana Said - Lintas Cybermedia]

Tulis gagasan