Mengapa Anda sulit fokus

Loading...

Anda lah yang pegang kendali atas hal-hal yang mengalihkan perhatian dari pekerjaan, bukan sebaliknya.

Anda lah yang pegang kendali atas hal-hal yang mengalihkan perhatian dari pekerjaan, bukan sebaliknya. © Image Flow /Shutterstock

Pemalas, awas. Tak ada lagi alasan untuk menunda kewajiban.

Anda lah yang pegang kendali atas hal-hal yang mengalihkan perhatian dari pekerjaan, bukan sebaliknya. Cara terbaik mengatasinya adalah memiliki motivasi yang jelas saat akan memulai suatu pekerjaan.

Sebuah penelitian di University of Illinois menemukan, semakin rendah tingkat kesulitan sebuah pekerjaan, semakin mudah pula fokus seseorang teralihkan. Sebaliknya, saat mengerjakan sesuatu yang lebih rumit, seseorang tak mudah dialihkan perhatiannya. Demikian dilansir EurekAlert.

Riset ini menentang anggapan umum bahwa hal sulit dan rumit membuat otak mencari pengalih perhatian. Mengapa demikian? Kuncinya ada pada bagaimana seseorang menyikapi tugas tersebut.

Dalam riset yang dipublikasikan dalam Journal of Experimental Psychology: General, partisipan diminta menyelesaikan soal matematika, sembari melihat gambar-gambar netral–seperti bunga, pemandangan dan sejenisnya–di layar yang berganti setiap tiga detik.

Kepala riset, Simona Buetti dan Alejandro Lleras mengamati pergerakan mata partisipan. Ini untuk menguji seberapa fokus mereka pada tugas yang sedang dikerjakan.

Baca juga:  Ketika sahabat jadi atasan

Berbeda dengan anggapan umum–yang menyatakan bahwa saat otak dihadapkan pada persoalan sulit, pikiran berusaha mencari hal lain untuk mengalihkan perhatian–terbukti bahwa semakin sulit sebuah tugas, semakin seseorang kurang peka terhadap gambar di sekitarnya. Sebaliknya, justru tugas-tugas yang lebih simpel yang menyebabkan perhatian seseorang lebih mudah teralihkan.

Tim periset menyimpulkan, semakin kompleks sebuah aktivitas, semakin besar perhatian yang dicurahkan seseorang untuk menyelesaikannya. Karena itu, orang tersebut tak punya banyak waktu untuk hal lain yang mengalihkan perhatiannya.

Temuan ini senada dengan fenomena yang disebut inattentional blindness, saat seseorang fokus mengerjakan sesuatu dan tak menyadari ada kejadian aneh tak terduga. Ya, agar bisa fokus, seseorang sebaiknya memutus diri sejenak dari lingkungan sekitar, tak menghiraukan hal-hal yang tidak berhubungan dengan tugas yang sedang dikerjakan.

Saat periset memberi tugas yang mudah dan sulit sekaligus, perhatian partisipan tetap tak goyah. Pun demikian, Buetti and Lleras menyimpulkan bahwa perhatian yang teralihkan tidak secara ekslusif berdasarkan pada kesulitan sebuah masalah, alih-alih didasarkan pada keterlibatan seseorang secara keseluruhan terhadap suatu masalah.

Baca juga:  Ketika sahabat jadi atasan

“Orang harus selalu menjaga keseimbangan fokus batiniah dan kebutuhan mereka di luar itu. Saat kebutuhan fokus batiniah tinggi, kesannya mungkin seperti kita mengasingkan diri dari dunia luar untuk mendapatkan mental yang fokus,” jelas Buetti dan Lleras.

Tentu, ada banyak faktor lain yang dapat memengaruhi seberapa mudah perhatian seseorang teralihkan, baik dari aspek kecerdasan, pun seberapa mudah Anda gelisah dan cemas.

Jika perhatian masih juga teralihkan dengan mudah, carilah motivasi yang kuat saat mengerjakan suatu hal. “Faktor lain juga berperan dalam menentukan hal ini. Misalnya kemudahan yang kita dapat saat melakukan tugas, serta keputusan yang dibuat masing-masing orang, seperti seberapa kita memutuskan untuk melibatkan diri secara kognitif dalam sebuah pekerjaan,” papar Buetti.

Dikutip Time, cara lain untuk menjaga fokus adalah untuk rehat sejenak secara rutin, meminimalkan multiaksi, dan membuat daftar hal-hal yang perlu dikerjakan.

Sebelum Anda ikut rapat yang membosankan, atau bersiap menjelang ujian, cobalah untuk menyemangati diri sendiri. Ingat bahwa ujian dan rapat itu bagaimanapun penting dan Anda harus fokus mencurahkan perhatian.

Bagikan dengan cinta...
Loading...

Tulis komentar