Korban bersama istri dan anak

Istri dan keluarga besar serta teman Davidson Tantono (30), korban yang ditembak kawanan perampok di SPBU Jembatan Gantung, Jl Raya Daan Mogot Km 12, Cengkareng, terus berdatangan di Rumah Duka Heaven, Pluit, Jakarta Utara (10/6). Rencana korban penembakan kawanan perampok itu, dikremasi di Nirwana Cilincing, Senin siang  (12/6).

Melina Dewi – akrab disapa Nana, terus menunduk sedih dan sesekali melihat peti jenazah suaminya. Gurat duka mendalam begitu nyata terlihat. Sehingga sesekali ibu satu anak yang masih berusia 8 bulan itu, terus ditenangkan keluarganya menerima kenyataan terjadi.

Begitu juga kedua orangtua Davidson Tantono, yakni Tantono Soekotjo dan Iskak Hestiawati, terlihat begitu sedih. Karena Davidson yang lahir pada 6 November 1986, direngut paksa nyawanya oleh 4 kawanan perampok, lalu berhasil mengambil uang 300 juta rupiah di jok kursi depan mobil Innova Hitam nopol B 1136 GFY.

Seperti diberitakan, kawanan perampok menembak kepala Davidson, saat korban mempertahankan uang yang baru diambilnya di BCA Green Garden Kebon Jeruk, jumat siang (9/6). Berawal saat Davidson menepikan mobilnya di depan SPBU Jembatan Gantung, karena dirasa ada masalah dengan ban mobil.

Saat korban berada diluar mobil, kawanan perampok langsung merampas tas berisikan uang yang berada di jok depan sebelah pengemudi. Rencana uang 300 juta rupiah yang diambil korban itu, untuk diberikan pada nasabah koperasi yang meminjam uang korban,

Korban seorang diri mempertahankan uangnya. Namun aksi kejam penjambret, menyudahi kehidupan Davidson, dengan sekali tembakan tepat di pelipis kanan kepalanya. Empat pelaku dengan menggunakan dua motor matic, langsung melarikan diri setelah berhasil membawa uang korban.

Keluarga korban berharap Nana tidak diganggu dengan pertanyaan. Mengingat duka mendalam, membuat Nana diakui keluarga selalu menangis dengan peristiwa tersebut.

“istrinya begitu shock, karena tidak sangka ada kejadian ini. Dari rumah katanya (korban) ke kantor, baru ke bank ambil duit. Rencana setelah ambil uang pulang ke rumah dulu. Tahu-tahu terjadi peristiwa ini,” jelas salah satu keluarganya di ruang Emerald rumah duka Heaven Pluit Jakarta Utara.

Korban dan istri serta orangtuaya, tinggal di Blok AU nomor 42, Clauster Alexandrite, Gading Serpong, Kelapa Dua, Tangerang. Pernikahan korban dengan Nana baru berjalan dua tahun lebih.

“Istrinya begitu shock. Hanya menangis terus. Keluarga masih berusaha menenangkannya, karena rencana tutup peti akan dilakukan minggu sore (11/6). Malam seninnya dilakukan misa malam kembang, yang kemudian senin siang dilakukan kremasi (12/6). Menuju proses itu, istri dan orangtua serta keluarga terdekat, tentu perlu kuat berpisah dengan David. Apalagi semasa hidupnya, korban orangnya baik pada siapapun, termasuk dengan seluruh karyawannya,” papar keluarga.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here