Nicholas Hoult memerankan Nikola Tesla dalam The Current War

Loading...

Nicholas Hoult saat mempromosikan film Equals di Venice International Film Festival, Italia (5/9/2015).

Nicholas Hoult saat mempromosikan film Equals di Venice International Film Festival, Italia (5/9/2015). © Ettore Ferrari/EPA

Weinstein Company dikabarkan Variety (4/10/2016) telah merampungkan negosiasi dengan Nicholas Hoult. Aktor asal Wokingham, Inggris, itu siap bermain sebagai ilmuwan Nikola Tesla dalam film The Current War alias “Perang Arus Listrik”.

Judul film tersebut merupakan julukan untuk menyebut rivalitas antara Thomas Alva Edison (1847-1931) dengan Tesla dan George Westinghouse (1846-1914). Biasa juga disebut “Battle of Currents”.

Bocoran orang dalam kepada The Wrap, Weinsten Company telah jatuh hati pada Hoult saat menyaksikan aktingnya dalam drama ekranisasi A Single Man (2009).

Hanya saja dalam perjalanan, mereka belum menemukan proyek yang cocok buat aktor berusia 26 itu hingga kemudian datang The Current War.

Nama pertama yang bergabung dalam film ini adalah Benedict Cumberbatch sebagai Edison. Sementara yang melakonkan sosok Westinghouse adalah Michael Shannon, peran yang tadinya juga diincar oleh Jake Gyllenhaal.

Naskah yang ditulis oleh Michael Mitnick akan disutradarai Alfonso Gomez-Rejon (sebelumnya mengarahkan film Me and Earl and the Dying Girl). Timur Bekmambetov yang awalnya didekati untuk menyutradarai film ini memilih duduk di kursi produser.

Baca juga:  Geger! Akun Twitter FPI dan Rizieq Shihab Benar-benar Telah Lenyap?

“Perang Arus Listrik” terjadi selama penghujung 1880 hingga awal 1890. Penyebabnya karena persaingan bisnis. Edison bersama perusahaannya, Electric Light, mengembangkan arus listrik langsung (Direct Current atau DC) yang kemudian mendominasi distribusi listrik di Amerika Serikat.

Sementara Westinghouse mengembangkan arus listrik alternatif yang disebut AC (Alternating Current) melalui bendera Westinghouse Electric Corporation. Sistem tersebut diciptakan untuk mengatasi kelemahan DC. Ongkosnya murah, lokasi generator listrik dapat lebih jauh dari satu mil dari pengguna, dan hanya perlu satu generator saja untuk menghasilkan berbagai voltase.

Transmisi listrik AC juga hanya membutuhkan kabel yang lebih kecil dan biaya jauh lebih murah. Berbeda dengan DC karena mengharuskan generator listrik berada paling jauh satu mil dari pengguna listrik. Alasannya untuk menghindari voltase turun karena besarnya gesekan antara listrik dengan konduktornya.

Agar listrik dengan voltase berbeda mengalir lancar, pengguna DC harus menyediakan generator lebih dari satu. Selain itu, kabel yang membawa listrik tersebut memiliki diameter lebih dari 10 sentimeter karena membawa listrik berbagai voltase.

Penggunaan AC sukses menyediakan listrik untuk acara Expo Fair 1893 di Chicago. Saat Niagara Falls Power Company (NFPC) mengadakan tender untuk memproduksi listrik yang sumbernya diambil dari arus Air Terjun Niagara untuk kota Buffalo, kota terdekat dengan jeram Niagara, AC terpilih sebagai pemenang.

Baca juga:  PNS di Kalimantan Barat Tak Boleh Bermain Media Sosial Oleh Gubernur !

Sejak saat itu banyak proyek distribusi listrik yang kemudian mengalir ke Westinghouse Electric, alih-alih memesan kepada Electric Light.

Edison sempat melakukan kampanye hitam untuk menjatuhkan rivalnya tersebut. Tapi kemudian menyesali keputusannya dan akhirnya ikut memproduksi alat listrik yang menggunakan AC.

Nama Tesla, sang jenius asal Kroasia yang meninggal dalam usia 86, masuk dalam pusaran rivalitas tersebut karena statusnya sebagai mantan karyawan Electric Light yang menyeberang ke kubu Westinghouse.

Selama setahun bekerja untuk Edison yang berjuluk “tukang sihir dari Menlo Park”, Tesla telah berusaha mengingatkan kelemahan DC dan mengusulkan penggunaan arus bolak-balik (AC). Saran tersebut tak digubris. Salah satu penemu terpenting dalam sejarah itu kemudian pindah ke Westinghouse Electric dan mengaplikasikan penemuannya di sana.

The Current War dijadwalkan berlangsung mulai Desember 2016. Proyeksi tayang belum diumumkan.

Di tempat berbeda, Black Bear Pictures juga sedang menggodok film bertema “Perang Arus Listrik” dengan memasang Eddie Redmayne sebagai bintang utama. Syuting film yang disutradarai Morten Tyldum itu berlangsung di Inggris mulai Januari 2017.

Bagikan dengan cinta...
Loading...

Tulis komentar