Penyakit-penyakit yang bisa hinggapi astronaut di Mars

Loading...

Ilustrasi astronaut di luar angkasa

Ilustrasi astronaut di luar angkasa © Pixabay

Eksplorasi ke Planet Mars memang menarik dan tengah ramai dibicarakan akhir-akhir ini. Namun semua mesti dipersiapkan dengan matang dan hati-hati karena berbagai penyakit berbahaya dapat membunuh manusia khususnya para astronaut.

Baru-baru ini, dilansir Nature World News, Selasa (11/10/2016), seorang peneliti dari University of California, Irvine (UCI) dalam jurnalnya mempresentasikan efek potensial dari paparan sinar kosmik dan radiasi. Fenomena ini disebut dengan “Space Brain” dan dapat menyebabkan gangguan pada sistem kognitif manusia seperti demensia, paranoia, depresi, dan rasa cemas.

“Ini bukan berita positif bagi astronaut, apalagi bagi astronaut yang melakukan perjalanan 2-3 tahun ke Mars. Lingkungan ruang angkasa menimbulkan bahaya yang unik bagi astronaut,” ujar Limoli. “Paparan partikel-partikel ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi sistem saraf pusat, yang dapat terjadi selama dan bertahan setelah perjalanan ruang angkasa yang sebenarnya.”

Kesimpulan itu disampaikan ilmuwan setelah percobaan pada seekor tikus. Uji coba dilakukan oleh para ilmuwan terhadap tikus yang dipapari radiasi partikel bermuatan. Menurut Wired (10/10), selama enam bulan percobaan, tikus tersebut mengalami kerusakan saraf yang mengakibatkan cacat otak jangka panjang.

Hal inilah yang memicu penyakit kardiovaskular pada manusia, hingga akhirnya menyebabkan kematian.

The Guardian pernah menuliskan 3 dari 7 astronaut Apollo, dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke.

Risiko ini utamanya disebabkan karena paparan sinar radiasi ruang angkasa yang berpotensi besar merusak sistem kardiovaskular tubuh. Menurut penelitian tersebut, astronaut yang terbang lebih tinggi dari orbit bumi, berisiko 4-5 kali lebih tinggi ketimbang astronaut yang terbang di orbit yang lebih rendah dari bumi.

Dengan kata lain, Profesor Michael Delp, peneliti dari Florida State University, menyatakan semakin tinggi Anda terbang dan meninggalkan orbit bumi, maka akan semakin besar pula peluang Anda untuk menderita masalah kardiovaskular.

Selain penyakit penyakit-penyakit di atas, misi luar angkasa ke Mars juga bisa mengakibatkan kanker yang diakibatkan dari meningkatnya radiasi.

Diketahui, NASA berambisi mengirimkan astronaut ke Mars pada akhir 2030-an. Mereka diperkirakan akan terbang selama delapan sampai sembilan bulan untuk sampai di planet tetangga Bumi itu.

Guna menyiapkan misi tersebut, NASA ingin memahami bagaimana dampak perjalanan yang panjang tersebut terhadap fisik manusia. Sejauh ini, para ilmuwan telah mengetahui misi jangka panjang akan menimbulkan terhentinya pertumbuhan otot, kehilangan tulang, dan problem penglihatan pada astronaut.

Ilmuwan harus melakukan penelitian lagi untuk menemukan cara agar bisa melindungi astronaut dari sinar kosmik yang fatal agar rangka misi berawak ke Mars bisa berhasil. Selain itu, NASA juga akan siapkan tempat tinggal untuk para astronaut di Mars dan menemukan cara untuk bisa memproduksi makanan di Planet Merah itu.

Bagikan dengan cinta...
Loading...

Tulis komentar