Perancang adibusana Indonesia tampilkan karya di LAFW

Loading...

Ilustrasi peragaan adibusana

Ilustrasi peragaan adibusana © Catwalk Photos /Shutterstock

Nama Diana Muljono Putri mungkin belum seakrab nama Anniesa Hasibuan di telinga masyarakat Indonesia. Namun keduanya sama-sama pernah bermimpi menampilkan karyanya di kancah internasional.

Setelah Anniesa sukses membuat 1500 pasang tangan bertepuk riuh rendah di hari peragaan busananya di New York Fashion Week lalu, bulan Oktober ini giliran Diana yang berkesempatan pamer karya di negeri Paman Sam.

Tahun lalu, perempuan yang lebih dikenal dengan nama Diana Putri ini sukses menampilkan karya-karyanya di Jakarta Fashion Week. Koleksi gaunnya pun jadi langganan para selebriti tanah air. Gaunnya yang dikenal mewah juga pernah dikenakan para kontestan putri kecantikan di Amerika.

Tahun ini, seperti yang dilansir Wolipop, karya Diana yang bertajuk ‘Queen D’ akan menjadi pembuka rangkaian fashion show di Art Hearts Fashion. Acara ini merupakan bagian dari Los Angeles Fashion Week (LAFW) yang diadakan untuk menggalang dana bagi yayasan AIDS.

Baca juga:  Ketika sahabat jadi atasan

Di perhelatan yang akan dilaksanakan 9 Oktober 2016, perempuan yang lebih dikenal dengan nama Diana Putri ini membawa jenama bertajuk Diana Couture akan pamerkan sekitar 30 koleksi di sana.

30 koleksi yang akan diboyong ke LAFW ini merupakan koleksi lanjutan dari koleksi Queen D yang sebelumnya telah dibuat sebanyak 24 rancangan dalam tajuk Garuda.

Padahal dalam ulasan Viva, perempuan berambut panjang ini mengungkapkan, “Undangannya sudah lama saya dapat, sekitar dua bulan lalu. Tapi, saya masih ragu untuk mengikuti. Sampai akhirnya tinggal 10 hari sebelum closing, saya putuskan untuk menerima undangan itu,” kata Diana saat konferensi pers di Plaza Indonesia, Jakarta, Kamis, 6 Oktober 2016.

Dalam waktu sepuluh hari itu lah Diana bekerja menggenapi keseluruhan koleksi sehingga layak ditampilkan di LAFW.

Baca juga:  Ketika sahabat jadi atasan

Model rancangannya kali ini masih berkesinambungan dnegan gaun-gaun adibusananya yang terdahulu. Perancang yang pernah mendapat apreasiasi dari wali kota Tri Rismaharini ini banyak bermain dengan detail, bahan yang digunakan, potongan, serta hasil akhirnya yang menonjolkan lekuk tubuh perempuan.

Beragam teknik juga diaplikasikannya dalam koleksi untuk LAFW. teknik bordir, lukis, motif cetak dilakukannya untuk mempercantik helai demi helai gaunnya di panggung pagelaran nanti.

Adapun koleksi yang akan ditampilkan berupa setelan pakaian, rok bermodel A, shield dress serta jumpsuit yang relatif lebih mudah untuk dikenakan.

Hal ini dilakukannya untuk menyesuaikan selera dengan gaya Hollywood yang lebih santai namun tetap terkesan glamor. Ragam teknik juga diaplikasikannya untuk mendapatkan garis gaun yang cantik namun tegas dan tidak terlampau feminin.

Bagikan dengan cinta...
Loading...

Tulis komentar