Perban elektrik buatan NASA cepatkan penyembuhan luka

Loading...

Ilustrasi perban.

Ilustrasi perban. © Pixabay

Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA) berhasil mengembangkan sebuah perban elektroaktif. Perban berteknologi tinggi ini mampu memunculkan sengatan listrik yang menjadi pendorong untuk mempercepat penyembuhan luka.

Awalnya perban ini diciptakan untuk para astronaut karena dalam kondisi gravitasi rendah, darah manusia memiliki karakter yang cukup berbeda dibandingkan saat di Bumi. Perbedaan ini menyebabkan luka lebih lambat sembuh.

Padahal luka astronaut mesti cepat sembuh demi keselamatan mereka dan menjaga agar biaya misi tersebut tidak jadi membengkak hanya untuk menyembuhkan luka.

Pola perban tersebut dibuat menggunakan material elektroaktif bernama polyvinylidene fluoride atau PVDF. Ketika ditempelkan ke luka, perban akan distimulasi oleh suhu tubuh dan tekanan pertumbuhan sel untuk menghasilkan listrik tingkat rendah guna mempercepat penyembuhan luka dan melindunginya dari kemungkinan infeksi.

“Yang unik mengenai material ini adalah elektroaktif, artinya jika Anda menghangatkannya, menekannya, menaruh beban di atasnya, atau bahkan jika hanya meniupnya, maka perban akan menghasilkan listrik,” ujar Emilie Siochi, ilmuwan material senior di Langley Research Center NASA, dalam video yang diunggah ke YouTube.

Baca juga:  Cara memprogram ulang nafsu makan
Electroactive Material for Wound Healing © NASA Technology Transfer Program

PVDF adalah sebuah thermoplastic fluoropolymer yang sangat piezoelektrik, atau mudah untuk menghasilkan arus listrik ketika dipantik.

Efek piezoelektrik pada dasarnya adalah kemampuan bahan tertentu untuk menghasilkan muatan listrik dalam menanggapi stres mekanik yang diberikan. Ia pertama kali ditemukan oleh Curie bersaudara pada 1880. Efek ini juga yang menjadi prinsip untuk penyalaan pematik api rokok.

NASA menciptakan sebuah proses untuk menerapkan listrik sebagai polimer yang dikeluarkan dari penyemprot. Hal ini menciptakan serat. Jika serat selaras dengan benar, maka sel-sel pada luka akan menggunakannya sebagai perancah.

Hasilnya, luka sembuh lebih cepat. Salah satu cara mudah menyelaraskan serat dengan luka adalah dengan menempatkannya di kasa perban.

Baca juga:  Hentikan konsumsi makanan berikut tahun ini

Dalam sebuah tulisan dari ahli jaringan Dr Warren Hammer, terbukti bahwa luka cenderung lebih cepat sembuh jika sejumlah kecil listrik yang diterapkan pada jaringan sekitarnya. Namun, pola kain kasa juga penting untuk proses penyembuhan.

“Temuan baru ini menyediakan cara yang sederhana dan murah untuk memproduksi serat dan tatakan dari diameter, porositas, serta ketebalan serat yang dikehendaki,” tulis NASA dalam sebuah pernyataan.

Yang menarik, selain kegunaannya untuk penyembuhan luka di luar angkasa, perban elektoaktif ini juga dapat digunakan untuk anggota militer yang terluka di medan perang. Bagi pengguna umum, perban ini juga dapat membantu mempercepat penyembuhan pasien pasca operasi.

Dilansir dari Indian Express (10/10), kemungkinan NASA juga dapat menggunakan teknologi semacam ini untuk misi membawa manusia ke Mars dan planet lain. Dengan perban elektrik, para astronaut dapat dengan mudah menyembuhkan luka.

Bagikan dengan cinta...
Loading...

Tulis komentar