”Pillow talk” tak kalah pentingnya dengan bercinta

Loading...

Melakukan 'pillow talk' 1-2 kali seminggu juga sudah cukup. Yang penting, saat Anda berdua sama-sama rileks.

Melakukan ‘pillow talk’ 1-2 kali seminggu juga sudah cukup. Yang penting, saat Anda berdua sama-sama rileks. © Makistock/Shutterstock

Obrolan ringan di atas ranjang antara dua orang suami istri ternyata tidak boleh diremehkan manfaatnya. Meskipun tampaknya sederhana, penelitian ilmiah membuktikan bahwa pasangan yang menyediakan waktu khusus untuk pillow talk” atau berbincang-bincang di atas peraduan ternyata mempunyai jalinan cinta yang lebih bahagia.


Sebuah penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari Connecticut University mengungkapkan bahwa peningkatan kenikmatan bercinta akibat naiknya kadar hormon oksitosin memengaruhi pasangan untuk berbincang-bincang setelah bercinta dan memberikan dampak positif terhadap kepuasan hubungan mereka.


Oksitosin — sering juga disebut sebagai hormon cinta — diproduksi oleh tubuh secara alamiah yang menimbulkan perasaan cinta, keterkaitan dengan pasangan, dan kebahagiaan.


American Psychological Association mengungkapkan bahwa hormon ini diproduksi di bagian otak yang disebut hypothalamus dan dilepaskan dari kelenjar pituitari ketika orang berpelukan, bersentuhan dan orgasme. Kadar hormon okitosin dalam darah dilaporkan lebih tinggi pada orang-orang yang sedang jatuh cinta dan juga pada orang yang mengalami orgasme. Puncak kadar oksitosin membuat orang merasa lebih mudah untuk mempercayai pasangannya, terutama setelah bercinta.


Penelitian yang diterbitkan dalam UConn Magazine mengungkapkan bahwa kebiasaan melakukan pillow talk ternyata dapat memberikan efek positif bagi hubungan suami-istri. Selain meningkatkan keintiman, pillow talk dapat meningkatkan produksi hormon oksitosin saat orgasme.

Baca juga:  Ketika sahabat jadi atasan

Melalui ritual ini, pasangan juga dapat meningkatkan rasa saling percaya, mengurangi perasaan takut, dan berpikir lebih positif, serta optimistis. Pillow talk juga berkontribusi terhadap tingkat kepuasan hubungan seksual, serta memperkuat hubungan dua orang.


Amanda Denes, asisten profesor di Connecticut University yang melakukan penelitian ini mengatakan,”Salah satu variabel penting yang juga memengaruhi keberhasilan pillow talk adalah adanya aktivitas bercinta sebelumnya. Karena, ketika seseorang mengalami orgasme, akan terjadi perubahan fisiologis yaitu lonjakan hormon cinta. Namun, lonjakan hormon cinta ini efeknya akan lebih maksimal bila dilakukan pillow talk,” ungkap Amanda.


Laman AskMen.com memberikan panduan bagaimana sepasang kekasih bisa memanfaatkan pillow talk secara maksimal. Disebutkan bahwa perempuan biasanya ingin meminta waktu dan perhatian usai bercinta. Saat itulah waktu yang tepat bagi lelaku untuk mengatakan pada kekasihnya bahwa dia cantik, cerdas, humoris, menyenangkan, dan berbagai pujian secara jujur bisa dilontarkan. Dengan disanjung, perempuan akan merasa diperhatikan, berguna, dan spesial bagi hidup kekasihnya.


Sementara itu ada pula hal-lah yang sebaiknya tidak diungkapkan selama pillow talk. Jangan gunakan momen ini untuk mengatakan hal-hal negatif dan buruk tentang pasangan. Jadikan pillow talk sebagai momen untuk membahagiakan pasangan dengan saling berbagi kisah baik dan positif.

Baca juga:  Ketika sahabat jadi atasan

Jasmine Leigh yang menuliskan panduan itu menyebutkan jika Anda tidak bisa mengatakan hal-hal baik selama pillow talk, sebaiknya jangan bicara apapun. Aktivitas ranjang adalah untuk bercinta, bersantai, dan tidur, melepaskan kepenatan dari aktivitas harian. Bukan waktunya Anda berdebat atau mengungkit kesalahan masing-masing.


Selama berbincang-bincang, lengkapi dengan sentuhan di antara pasangan agar terasa lebih hangat dan dekat, sehingga menambah nyaman suasana hati.


Jangan gunakan waktu pillow talk untuk mengumbar masalah hubungan, atau mendiskusikan pekerjaan, keluarga, teman, dan sebagainya. Pillow talk adalah “me time” bagi dua orang yang saling mencintai.


Deborah Tannen, seorang pakar perkawinan dan penulis buku seputar isu relationship, mengatakan sebenarnya, tidak perlu tiap malam pasangan suami istri melakukan aktivitas pillow talk meskipun bercinta masih tetap jadi agenda Anda berdua. Melakukan pillow talk 1-2 kali seminggu juga sudah cukup. Yang penting, saat Anda berdua sama-sama rileks.


Aktivitas ini juga tak perlu dilakukan berjam-jam. Tapi, selama Anda berdua masih nyaman ngobrol berdua, mengapa tidak? Namun, bila rasa kantuk sudah menyerang, katakan dengan jujur padanya. Siapa tahu, dia juga sudah lelah.

Bagikan dengan cinta...
Loading...

Tulis komentar