Proxima b, planet selain Bumi yang mungkin layak huni

Loading...

Ilustrasi pencarian eksoplanet

Ilustrasi pencarian eksoplanet © NASA /EPA

Populasi manusia diperkirakan mencapai sembilan miliar jiwa pada 2050. Bumi semakin sesak tapi sumber daya menipis dan konsumsi meningkat drastis.

Artinya Bumi akan menjadi planet tak layak huni lagi dalam kurun tak terlalu lama. Itu sebabnya para ilmuwan ruang angkasa terus mencari planet baru untuk didiami manusia.

Science Alert, Jumat (7/10/2016), mengabarkan penemuan sebuah planet yang sangat mirip Bumi. Namanya planet Proxima b yang berjarak 4,25 tahun cahaya (40 triliun kilometer dari Bumi).

Dia diduga kuat memiliki laut seperti Bumi. Apakah dia dapat menopang kehidupan?

Proxima b hanya 1,3 kali lebih besar dari Bumi. Ia mengelilingi (orbit) bintang kerdil merah bernama Proxima Centauri dalam jarak sangat dekat.

Dia hanya berjarak 7,5 juta kilometer dari inangnya atau sekitar sepersepuluh jarak Merkurius dari Matahari. Demikian disebutkan dalam Daily Mail (6/10).

Menurut iTech Post (7/10), Proxima b juga sama seperti Bumi sebagai planet bebatuan. Dia terletak pada sebuah zona huni yang pas untuk mendukung penciptaan rentang suhu yang cocok bagi kehidupan (Goldilocks Zone).

Baca juga:  Tak Pakai Kaca, Material iPhone 8 Nanti Bakalan Menggunakan Stainless Steel ?

Zona tersebut tidak terlalu panas tapi tidak terlalu dingin. Kondisi itu berpotensi untuk kehidupan manusia dan/atau alien.

Studi itu dikerjakan para peneliti internasional yang dipimpin oleh para peneliti di Marseille Astrofisika Laboratorium (CNSR/Aix-Marseille Universite.

Dimensi Proxima b di atas disebutkan dalam publikasi studi mereka di jurnal The Astrophysical keluaran mereka.

Lazimnya para astronom menghitung ukuran sebuah planet di luar tata surya (eksoplanet) Bumi dengan cara mengukur besaran cahaya yang dihalanginya ketika melintas di depan bintang yang menjadi inangnya.

Tetapi sejauh ini, dari sudut pandang Bumi, Proxima b belum melintas di depan Proxima Centauri. Untuk mengakali masalah ini, para ilmuwan membuat simulasi sehingga bisa menghitung komposisi dan radius planet itu.

Berdasarkan perhitungan mereka, Proxima b memiliki radius antara 0,94 sampai 1,4 kali lebih panjang dari radius Bumi.

Dengan asumsi radius minimum 5,990 kilometer, planet ini akan sangat padat dan memiliki inti logam yang membentuk dua pertiga dari total massa planet. Inti logam ini diselimuti oleh lapisan bebatuan.

Jika benar di sana ada air, maka jumlah air itu hanya menyumbang 0,05 persen dari total massa planet itu. Volume ini sama dengan laut di permukaan Bumi yang hanya menyumbang 0,02 persen pada massa planet kita.

Baca juga:  Tak Pakai Kaca, Material iPhone 8 Nanti Bakalan Menggunakan Stainless Steel ?

Namun jika diasumsikan dengan radius maksimal 8,920 kilometer, maka massa Proxima b akan dibagi 50-50 antara permukaan bebatuan dengan air yang menyelimuti seluruh permukaan planet.

“Dalam kasus ini, Proxima b sepenuhnya ditutup lautan sedalam 200 kilometer,” jelas CNSR. Keberadaan lautan berarti Proxima b punya lapisan atmosfer tebal dan penuh gas sama seperti Bumi tercinta.

Pemimpin studi, Bastien Brugger, kepada The Independent mengatakan Proxima b adalah kandidat planet yang paling mirip bumi dibanding ribuan planet lain yang ditemukan tim.

“Bisa jadi di sana juga masih ada kehidupan, jadi bukan hanya pada saat pembentukannya,” lanjut Brugger.

Dan kendati posisi Proxima b berada di luar tata surya kita serta berjarak 4 tahun cahaya atau lebih dari 25 triliun mil, dia masih bisa ditempuh oleh pesawat antariksa super cepat dalam beberapa dekade mendatang.

ESOcast 87: Planet found around closest Star © European Southern Observatory (ESO)

Bagikan dengan cinta...
Loading...

Tulis komentar