Puluhan Toyota Innova dan Fortuner alami masalah transmisi

Loading...

Toyota Fortuner saat diuji oleh Beritagar.id di kaki Gunung Merapi, Sleman, Jawa Tengah, 28 Januari 2016.

Toyota Fortuner saat diuji oleh Beritagar.id di kaki Gunung Merapi, Sleman, Jawa Tengah, 28 Januari 2016. © Hedi Novianto /Beritagar.id

Belum setahun beredar, kabar buruk menimpa dua produk terbaru Toyota, yakni Fortuner dan Innova. Puluhan pemilik kedua jenis mobil tersebut mengeluhkan kelainan pada sistem transmisi otomatis 6-percepatan kendaraan roda empat itu.

Sebanyak 87 pemilik Innova dan Fortuner terbaru –sekitar 70 persen adalah pemilik Innova– menggelar konferensi pers di Jakarta, Selasa (11/10/2016) untuk menjelaskan masalah yang mereka alami.

Innova dan Fortuner terbaru menggunakan gearbox yang sama, bermerek Aisin dengan kode AWR6B45. Sistem transmisi ini diklaim bisa membuat pengendalian mobil menjadi lebih nyaman dan pemakaian bahan bakar menjadi lebih irit.

Akan tetapi para pemilik Innova dan Fortuner periode produksi Oketober 2015 hingga Juni 2016 itu malah menemui masalah.

“Perpindahan gigi sering kali terasa tidak pas. Mau pindah gigi namun urung, atau sebaliknya pindah gigi terlalu cepat,” jelas Bergson Manik seorang pemilik Innova tipe V berbahan bakar bensin, dikutip CarReview.id.

Baca juga:  Triumph Street Triple keluar dengan mesin baru 765cc

“Selain itu pemindahan tuas tidak konsisten, terkadang terasa keras untuk sekedar memindahkan posisi shifter, terutama pada posisi P ke R.”

Beberapa konsumen lain menyatakan sudah beberapa kali mendatangi bengkel resmi Toyota dan kemudian melakukan mulai dari pemetaan ulang sistem komputer sampai penggantian transmisi, namun masalah utama tetap ada. Demikian dituturkan Jimmy, pemilik Fortuner VRZ kepada Autonetmagz.com.

Menanggapi masalah tersebut, Toyota Astra Motor (TAM) mengundang tujuh orang perwakilan pemilik mobil-mobil bermasalah itu –lima pemilik Innova dan dua pemilik Fortuner– untuk membahas masalah tersebut di Jakarta, Rabu (12/10).

Usai pembahasan, Bergson menegaskan bahwa para pemilik menginginkan agar TAM segera melakukan penarikan (recall) terhadap mobil-mobil yang bermasalah.

“Di mana-mana peranti yang memengaruhi tingkat keselamatan mobil harus recall. Ini sampai nyangkut di rpm tertentu, kan berbahaya di jalan,” kata Bergson dikutip KompasOtomotif.

Public Relation Manager TAM, Rouli Sijabat, mengatakan pihaknya menampung semua keluhan tersebut dan tengah melakukan penyelidikan untuk menemukan akar permasalahannya. Ia juga mengundang semua pemilik Innova dan Fortuner yang bermasalah untuk memeriksa mobil secara menyeluruh di bengkel pusat Toyota di Sunter, Jakarta Utara.

Baca juga:  Berita Terbaru Hari Ini: Perbedaan New Honda Mobilio 2017 dengan Honda Mobilio Terdahulu

“Intinya, Toyota akan berusaha memastikan konsumen merasa aman,” kata Rouli.

Mengenai penarikan mobil, ia menyatakan bahwa keputusan itu tidak berada di tangan TAM, melainkan pada prinsipal, dalam hal ini kantor pusat Toyota di Jepang.

“Tugas kami adalah menyampaikan keluhan ini,” sambungnya.

Keluhan ini, walau jumlahnya relatif kecil dibandingkan jumlah Innova dan Fortuner yang beredar di Indonesia saat ini, tentu menjadi peringatan keras bagi Toyota, pemimpin pasar kendaraan roda empat di Tanah Air hingga saat ini.

Pada semester I 2016, menurut data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kijang Innova menempati peringkat kedua dalam daftar terlaris dengan angka penjualan mencapai 30.880 unit. Hanya kalah dari “adiknya” Toyota Avanza (67.224 unit).

Sementara Fortuner terbaru adalah penguasa kelas Sport Utility Vehicle (SUV) dengan angka penjualan mencapai 13.841 unit pada periode Januari-Juni 2016.

Bagikan dengan cinta...
Loading...

Tulis komentar