Resmi Hentikan Produksi, Ini Misteri Di Balik Gagalnya Samsung Galaxy Note 7

Loading...

Banyaknya laporan yang masuk mengenai meledaknya smartphone Galaxy Note 7 di pasaran membuat Samsung sempat menarik ponsel tersebut dari pasaran. Dan kini, setelah dua kali menarik produknya, akhirnya Samsung pada Selasa 11 Oktober 2016, secara resmki akan mengakhiri “kehidupan” Galaxy Note 7.

resmi-hentikan-produksi-ini-misteri-di-balik-gagalnya-samsung-galaxy-note-7
Resmi Hentikan Produksi, Ini Misteri Di Balik Gagalnya Samsung Galaxy Note 7 ~ cnnindonesia.com


Namun, rupanya keputusan Samsung menghentikan produksi, penjualan, dan penggantian Galaxy Note 7 memunculkan beragam reaksi. Salah satunya muncul pertanyaan, apa masalah sebenarnya yang dimiliki oleh flagship phablet Samsung itu?  Ketika sejumlah Galaxy Note 7 meledak pada Agustus 2016, Samsung langsung bertindak dengan meminta ratusan karyawan agar dengan cepat bisa mendiagnosa masalah yang ada.


Namun saat itu, tidak ada satu pun ponsel yang meledak. Sampai akhirnya para engineer Samsung dengan tenggat waktu yang sedikit, menyimpulkan ada masalah pada baterai yang diproduksi oleh salah satu pemasok perusahaan. Samsung yang mengumumkan penarikan Galaxy Note 7 pada September, memutuskan melanjutkan pengiriman ponsel tersebut dengan baterai dari pemasok berbeda.


Kegagalan produksi Samsung Note 7 ~ cnnindonesia.com

Kegagalan produksi Samsung Note 7 ~ cnnindonesia.com


Menurut dokumen Korean Agency for Technology and Standards, setelah insiden Galaxy Note 7 pada Agustus 2017, Samsung pada awalnya menyimpulkan bahwa ada masalah pada baterai yang dipasok oleh anak usahanya, Samsung SDI. Kemudian pada 2 September 2016, Samsung menarik 2,5 juta unit Note 7 dengan baterai SDI.


Samsung pun melanjutkan pengapalan Note 7 dengan baterai ATL. Alih-alih membaik, hal tersebut justru makin parah dan malah mejadi bumerang. Laporan baru menyebutkan bahwa sejumlah unit pengganti mengalami masalah sama. Menurut sumber, para engineer kembali mencoba memecahkan masalah. Namun sampai pekan ini, perangkat yang duji tidak ada yang meledak.


“Terlalu cepat untuk memutuskan masalah ada pada baterai. Saya pikir tidak ada yang salah dengan baterai atau mungkin itu bukan masalah utamanya,” kata mantan Direktur Center for Advanced Batteries at the Korea Electronics Technology Institute, Park Chul-wan, seperti dilansir The New York Times, Kamis (13/10/2016).


Belum lagi, ratusan karyawan yang menjadi tester tidak mudah untuk saling berkomunikasi mengenai masalah tersebut. Pasalnya, Samsung meminta karyawan yang terlibat berkomunikasi secara offline, artinya dilarang menggunakan email dan media onlinelainnya.


Park mengaku telah berbicara dengan sejumlah engineer Samsung, tapi tampaknya tidak ada satu pun yang tahu apa yang sebenarnya terjadi atau mereplika masalah tersebut. Replika, katanya, bisa dengan cepat dan mudah dilakukan jika masalahnya ada pada chip board dan desain. Next

Bagikan dengan cinta...
Loading...

Related posts