Samsung selama ini melakukan pengujian baterai sendiri

0
0

Proses penukaran Note 7 di Korea Selatan.

Proses penukaran Note 7 di Korea Selatan. © Yonhap /EPA

Penyebab mudah terbakar dan meledaknya Samsung Galaxy Note 7 masih terbilang simpang siur. Saat ini ada lima kemungkinan penyebab ledakan baterai ponsel anyar yang seharusnya menguasai dunia tersebut. Investigasi dikatakan terus dijalankan untuk mengetahui akar permasalahan.

Tapi berdasarkan informasi terbaru, ada yang ganjil dari prosedur uji coba baterai di Samsung khususnya di Amerika Serikat. Selama ini, baterai ponsel pintar yang beredar di sana diuji di laboratorium pihak ketiga yang telah disertifikasi oleh asosiasi industri telepon seluler (CTIA). Namun rupanya aturan tersebut tidak berlaku untuk Samsung.

Wall Street Journal mewartakan (16/10), bahwa Samsung melakukan uji coba performa baterai di laboratorium milik sendiri. Hal ini memungkinkan untuk dilakukan karena Samsung telah mendapatkan persetujuan CTIA sejak 2009.

Untuk menjual ponsel melalui cara bekerja sama dengan operator besar di Amerika, produsen diharuskan melakukan uji coba baterai ponsel di salah satu dari 28 laboratorium yang telah disertifikasi CTIA. Hal ini dilakukan untuk memastikan komponen baterai yang digunakan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE).

Jangan lewatkan:  Uhans U300, Desain Mewah Terinspirasi Marcedes-Benz GLC SUV

Saingan Samsung, Apple, juga menggunakan laboratorium pihak ketiga bersertifikat CTIA untuk menguji baterai. Lenovo yang kini memiliki Motorola, serta Microsoft Nokia juga menggunakan laboratorium baterai bersertifikat CTIA. Meskipun sebelumnya Microsoft dan Lenovo mengoperasikan fasilitas sertifikasi CTIA sendiri, namun pada akhirnya ditutup.

Menurut CTIA, saat ini Samsung merupakan satu-satunya manufaktur yang menggunakan fasilitas uji coba sendiri untuk mendapatkan sertifikasi CTIA.

Tom Sawanobori, Chief Technology Officer CTIA mengatakan, “Asosiasi kami hanya melakukan pengujian audit laboratorium untuk memastikan bahwa semua personil telah memenuhi standar kualifikasi, dan tidak akan dipengaruhi oleh bayang-bayang manufaktur. Laboratorium pengujian umumnya merupakan fasilitas terpisah dengan kendali yang terpisah juga.”

Diungkapkannya, mereka telah mensertifikasi lebih dari 1.500 baterai perangkat, dan baru kali ini mereka menemukan masalah meledak seperti di Note 7.

Pengujian CTIA melibatkan pengujian baterai itu sendiri, dan ketika baterai digunakan dalam perangkat. Sebagian besar berfokus pada keamanan baterai saat pengisian dan saat digunakan untuk menelepon. Dua aktivitas tersebut dianggap menjadi kegiatan yang cenderung paling menghasilkan panas baterai.

Samsung belum juga dapat mengidentifikasi penyebabnya. Seorang juru bicara Samsung mengatakan bahwa uji coba internal untuk baterai baik untuk produksi awal Note 7 maupun yang menjadi unit pengganti tidak ditemukan masalah apapun.

Jangan lewatkan:  Tahun Depan, Prosesor Qualcomm Snapdragon Bisa Jalankan Windows 10

Mereka hanya dapat mengatakan bahwa sedang menyelidiki dengan intensif. Samsung sekaligus menyatakan bahwa mereka akan melakukan ‘perubahan yang signifikan’ untuk proses penjaminan kualitas. Namun sayang, mereka tidak menjelaskan lebih rinci perubahan apa yang akan dilakukan.

Tampilan fitur Always On Display di Galaxy S7 Tampilan fitur Always On Display di Galaxy S7 © Samsung

Karena kasus baterai meledak, dan akhirnya dipilih jalan untuk Samsung menarik semua ponsel Note 7, sejumlah fitur unggulan yang hanya ada di ponsel tersebut terpaksa belum dapat dinikmati oleh para pengguna.

Namun kabar baik menghampiri pengguna Galaxy S7 dan S7 edge. Samsung memutuskan menghibahkan keunggulan fitur “Always on Display” yang dimiliki Note 7 ke Galaxy S7 dan S7 Edge. Fitur Always on Display sendiri membuat ponsel tetap menampilkan sejumlah informasi meskipun layar sedang dalam posisi terkunci.

Ditemukan pertama kali melalui forum XDA Developers, pembaruan fitur Always on Display versi 1.4.02 ini sudah dapat dinikmati pengguna Galaxy S7 dan S7 Edge melalui toko aplikasi Galaxy Apps Store.

Duo Galaxy S7 dan S7 edge memang sudah memiliki fitur Always On Display. Tapi untuk versi yang sama dengan Note 7 ini membawa kelebihan, seperti pengaturan jam, kalender, dan gambar akan masuk ke kategori jam digital. Samsung menggabungkan dua tipe kalender menjadi sebuah desain yang baru.

Jangan lewatkan:  Coolpad Fancy 3, smartphone swafoto dirilis dengan banderol Rp 2 juta-an

Samsung juga memberikan sentuhan berbeda dari jam digital yang muncul di layar dan memungkinkan pengguna mengatur teks sendiri. Always on Display di Galaxy S7 dan S7 Edge juga sudah bisa menampilkan lagu yang sedang didengarkan langsung di layar ponsel.

Tapi tidak seratus persen semuanya bekerja dengan sempurna seperti di Note 7. Pengguna yang telah mencoba melaporkan bahwa pemberitahuan pembaruan dari aplikasi Email Samsung tidak muncul di S7 dan S7 Edge. Dan jelas, unsur-unsur yang bergantung pada S Pen tidak hadir, karena memang dua perangkat tersebut tidak memilikinya.

Meskipun layar akan terus menyala, tapi Samsung mengklaim bahwa Always On Display hemat baterai. Fitur ini hanya akan memakan kurang dari satu persen dari total penggunaan baterai setiap jamnya.

Untuk mendapatkan pembaruan fitur ini di Galaxy S7 dan S7 Edge, selain menuju ke toko aplikasi Samsung Apps Store, pengguna juga dapat menuju menu Settings-Display-Always on Display-About Always on Display-Update.

Bagikan dengan cinta...
Loading...

Tulis gagasan