Skandal Glencore | CERI “Kenapa Tidak Langsung Ke NOC Libya”

Loading...

Skandal Glencore | CERI

Glencore adalah perusahaan trader yang memenagkan tender sebagai pemasok minyak mentah ke Indonesia (via Wsj.com)

Skandal Glencore – Pertamina menerima pesanan yang tidak sesuai dengan komposisi tender oleh perusahaan trader Glencore.

Glencore sendiri adalah perusahaan trader berbasis di Swiss yang memenangkan tender untuk pemasok minyak mentah ke Indonesia.

Pesanan yang seharusnya 70% minyak sarir (super heavy) dan 30% minyak mesla (light), namun malah yang terjadi sebaliknya yakni 30% sarir dan 70% mesla.

Minyak Sarir dan Mesla sendiri di Import dari Libya.

Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman mempertanyakan kenapa ISC Pertamina tidak bertransaksi langsung dengan NOC Libya untuk Import Sarir dan Mesla.

Menurutnya hal tersebut merupakan sebuah kejanggalan. Pertamina justru malah memperpanjang mata rantai dengan menjadikan perusahaan trader Glencore sebagai perantara.

“Pertanyaan kenapa pihak ISC Pertamina tidak langsung membeli minyak Sarir dan Mesla langsung ke NOC Libya? Kok malah melalui Perusahan Trading. Bukankah Pertamina sejak tahun 2006-2009 sudah pernah berkontrak langsung dengan NOC Libya maupun melalui Pertamina EP Libya ( PEPL),” Kata Yusri Usman seperti dikutip aktual.com.

Lebih lanjut Yusri juga mengatakan, bahwa Penegak Hukum tidak boleh tinggal diam, apalagi skandal serupa juga pernah terjadi.

Sementara Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Wianda Pusponegoro menyampaikan, agar publik memberikan ruang waktu bagi Pertamina untuk menyelidiki penyebab perbedaan pesanan tersebut.

“Kita tahu ini bisnis internasional, komoditi internasional, dan tentu posisi Pertamina konsisten bahwa apapun yang kita terima itu harus sesuai spesifikasi yang sudah disepakati,” kata Wianda

Bagikan dengan cinta...
Loading...

Related posts