Skateboarder Dylan Rieder Meninggal Dunia, Ini Kisah Hidup Sang Ikon

Loading...

Skateboarder Dylan Rieder Meninggal Dunia, Ini Kisah-Kisah Inspiratifnya

Skateboarder Dylan Rieder meninggal dunia karena komplikasi penyakit pada Rabu, 12 Oktober 2016 lalu. Rieder berpulang di usia sangat muda, 28 tahun. Ia punya segudang kisah inspiratif yang membawa perubahan besar atas dunia skateboard yang digelutinya. Bahkan majalah GQ menyebut Dylan Rieder sebagai skater yang mengubah fashion selamanya.

Dylan Rieder lahir pada 26 Mei 1988. Ayahnya seorang tukang cukur rambut di kawasan Westminster, California. Totalitas adalah kata kunci dalam hidup pemuda ini. Bermain skateboard sejak kecil, ia menjadi fenomena. Di usia 13 tahun, ia memenangi kontes Damn Am. Oleh karenanya, ketika menjadi skater pro di usia 18 tahun, semua sudah terpukau oleh kemampuan Rieder.

Pengaruh Rieder begitu kuat untuk para skater lain. Film-film pendek skateboard yang dibuat Rieder menjadi insipirasi. Ia juga tampil baik di Street League maupun di X-Games. Kemunculan terakhirnya di X-Games terjadi pada 2013 lalu di Foz do Iguaçu, Brazil.

Sebagai ikon skateboard, segala pernik Dylan Rieder juga dijadikan panutan. Begitu pula gayanya. Ketampanan Rieder membuat dirinya ditunjuk sebagai mode. Tahun 2013, bersama Alexander Wang dan A$AP Rock, ia muncul dalam feature Vigue, “Untamed Youth” feature. Berikutnya Rieder juga muncul untuk iklan DKNY bersama Cara Delevigne hanya berselang setahun.

Skateboarder Dylan Rieder Meninggal Dunia, Ini Kisah-Kisah Inspiratifnya 2

Selain itu, dengan menjadi model, Rieder mengubah semua pandangan soal skater bertampang ‘kumal’. Ia bisa juga bergaya layaknya eksekutif dengan balutan jas. Ia tidak terjebak tentang soal ‘bagaimana seharusnya skater atau model bergaya’. Rieder menggabungkan dua pekerjaan itu dengan apik; dan membuat seluruh dunia mengikutinya.

Leukimia yang diderita oleh Dylan Rieder pertama kali diketahui pada Juli 2014. Berjuang melawan penyakit ini, Rieder pantang menyerah. Maret tahun berikutnya, Rieder menerima transplantasi sumsum tulang dari saudara peremouannya. Ada tanda-tanda membaik, tapi November tahun yang sama, kanker kembali menggerogoti Rieder hingga akhirnya ia mengembuskan napas terakhir pada Rabu lalu.

Bagikan dengan cinta...
Loading...

Tulis komentar