Strategi merintis bisnis e-dagang

Loading...

Ilustrasi kiat merintis bisnis e-dagang

Ilustrasi kiat merintis bisnis e-dagang © Shutterstock

Jika sudah berhadapan dengan market, tak ada perbedaan dalam menjalani commerce dan e-commerce (e-dagang), yang ada hanya berbisnis untuk mencari untung. Namun untuk memperoleh keuntungan perlu rencana matang, yaitu harus memperhatikan target market, promosi, layanan, hingga infrastruktur. Bagi e-dagang untuk bisa memenangkan hati pelanggan membutuhkan penerapan rencana di atas dalam strategi bisnis.

Target market

Setiap e-dagang pasti memiliki target market, misalnya laki-laki dan perempuan, usia 25-35 tahun, atau pengguna ponsel pintar dan melek teknologi. Tentukan batasan jelas soal target market untuk membantu e-dagang dalam merancang dan mendefinisikan situs kepada pelanggan.

Personifikasi

“Target market kami 25-35 tahun, lalu kami buat personifikasi. Yang pertama cowok usia itu first jobber, punya penghasilan sendiri, meniti karier di awal. Kalau cewek kemungkinan dua, dia berkarier atau dia baru menikah, terus punya anak, ya bisa juga sambil berkarier. Akhirnya kami buat tiga (kategori) yang berkaitan dengan promosi, Rabu Cantik, Kamis Ganteng, dan Monday mom’s day,” ujar Tabah Yudhananto, Senior Digital Marketing Research and CRM Manager Blibli, Rabu (07/9/2016), di Jakarta, mengenai personifikasi sebagai strategi bisnis e-dagang.

Blibli lebih memilih membuat personifikasi sebagai promosi, dibandingkan promosi berdasarkan kategori. Karena setiap orang-laki-laki dan perempuan–membutuhkan cross category, misalnya laki-laki tak hanya membutuhkan aksesori mobil dan gawai, namun juga busana, sepatu, tas, hingga produk perawatan.

Iklan dan promosi

Selain uang dan gedung, perusahaan juga berinvestasi iklan di beberapa media. Baik media massa (cetak dan elektronik), digital, maupun media sosial. Menurut Anto -sapaan akrab Tabah–ia mengalokasikan dana iklan pada laman Google dan Facebook karena keduanya memiliki cakupan terbesar di Indonesia.

“Dua-duanya harus kami pakai. Jika mereka sudah melihat (iklan), beli, nanti kami kasih promo. Dari sisi awareness, media massa kayak televisi dan LED kita lakukan, komunikasi dengan rekanan digital, iklan di media sosial, iklan lewat display network juga bisa.”

Beragam layanan

Kepuasan pelanggan adalah hal utama bagi e-dagang. Untuk itu menjaring lebih banyak pelanggan, sebuah perusahaan harus memperluas jangkauan logistik dan cara pembayaran. Mengenai cara pembayaran, perusahaan tak hanya menggandeng bank, juga bekerjasama dengan minimarket, kantor pos, dan memberlakukan sistem drop box untuk pengiriman.

“Intinya jika membangun startup, perusahaan, atau apapun itu, sebenarnya yang dilihat adalah apakah kita memberikan solusi kepada pelanggan?” tambah Anto.

Infrastruktur

E-dagang wajib memperhatikan desain tampilan situs versi komputer maupun mobile. Jangan sekali-kali membuat susah pelanggan dalam mengakses situs. Di sisi lain, perusahaan menyediakan infrastruktur memadai, seperti jaringan internet dan server. Tanpa itu semua, tidak akan terjadi transaksi antara perusahaan dan pelanggan. Pastikan jangan sampai situs atau aplikasi Anda tidak bisa diakses saat sedang kebanjiran pelanggan hanya karena server kelebihan beban.

Bagikan dengan cinta...
Loading...

Related posts