Tiongkok kirim dua astronaut untuk tinggal sebulan di angkasa

0
0

Chen Dong (kiri) dan Jin Haipeng saat acara perkenalan diri mereka sebelum berangkat menggunakan Shenzhou-11.

Chen Dong (kiri) dan Jin Haipeng saat acara perkenalan diri mereka sebelum berangkat menggunakan Shenzhou-11. © How Hwee Young /EPA

Pada Senin (17/10), Tiongkok telah berhasil meluncurkan penerbangan berawak dua astronaut ke luar angkasa. Mereka akan menghabiskan waktu sebulan di laboratorium luar angkasa terbaru Tiongkok yaitu Tiangong 2 atau “Istana Surga 2”.

Ini merupakan peluncuran ruang angkasa berawak keenam Tiongkok. Tapi sebelumnya, para astronaut yang pergi paling lama menghabiskan waktu 15 hari di luar angkasa. Jadi kali merupakan perjalanan berawak terlama yang pernah dilakukan Tiongkok.

Dilansir dari BBC (17/10), dua astronaut, yakni Jing Haipeng dan Chen Dong, menaiki pesawat luar angkasa Shenzhou-11 selama dua hari untuk dapat mencapai orbit laboratorium tersebut.

Sesampainya di sana, mereka akan menghabiskan waktu menganalisis pertumbuhan tanaman di luar angkasa, dan memberikan diri mereka ultrasound untuk memindai kinerja tubuh.

Jangan lewatkan:  iPhone 7S Hadir Tahun Depan, Tersedia Warna Merah?

Shenzhou 11, yang berarti “Kapal Ilahi 11″juga membawa tiga hasil eksperimen pelajar sekolah menengah asal Hong Kong yang terpilih dalam kompetisi ilmiah. Salah satu eksperimen yang dibawa ke luar angkasa adalah ulat sutra, seperti dikutip dari Reuters (17/10).

Jing Haipeng (50 tahun) menjadi komandan dalam misi selama satu bulan tersebut. Shenzhou 11 merupakan pesawat luar angkasa ketiga untuk Jing. Sebelumnya, ia terbang untuk misi Shenzhou-7 pada 2008, dan Shenzhou-9 pada 2012. Selain memimpin misi, ia juga sekaligus merayakan ulang tahunnya ke-50 di orbit, yang jatuh pada 24 Oktober.

Sementara Chen Dong (38 tahun) adalah pilot Angkatan Udara yang telah mengantongi 1.500 jam terbang. Ia bergabung sebagai astronaut pada Mei 2010, dan lulus untuk menjalankan misi Shenzhou-11 pada Juni 2016.

Pesawat Shenzhou 11 meluncur pada 07.30 waktu setempat dari landasan pacu di Jiuquan, Gurun Gobi. Peluncuran Shenzhou-11 dilakukan menggunakan roket Long March-2F, didahului dengan seremoni pelepasan, termasuk memperkenalkan dua astronaut pria tersebut.

Jangan lewatkan:  Gionee F5 Segera Dirilis, Ini Spesifikasinya

Pada April 2017, pesawat kargo pertama Tiongkok, Tianzhou-1, juga akan dikirim ke orbit untuk merapat ke Tiangong-2 guna menyediakan bahan bakar serta pasokan lain.

Peningkatan aktivitas program luar angkasa merupakan agenda prioritas Presiden Xi Jinping. Semua dilakukan guna mendorong Tiongkok agar menjadi negara adidaya luar angkasa.

Pemerintah Tiongkok menegaskan, program luar angkasanya ditujukan untuk misi perdamaian.

Tiongkok adalah negara ketiga, setelah Rusia dan Amerika Serikat, yang telah berhasil meluncurkan misi berawak secara partikelir.

Dilansir dari Phys.org (17/10), Tiongkok dikeluarkan dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) karena kekhawatiran AS atas karakter kuat militer program luar angkasa Tiongkok.

Para pejabat Tiongkok sekarang sedang mencari jalan untuk internasionalisasi program mereka sendiri dengan menawarkan pendanaan misi negara-negara lain ke Tiangong 2. Meskipun jika sudah sepenuhnya selesai, stasiun luar angkasa Tiongkok tersebut hanya berbobot 60 ton. Masih jauh lebih kecil dibandingkan ISS yang memiliki bobot 420 ton.

Jangan lewatkan:  Uhans U300, Desain Mewah Terinspirasi Marcedes-Benz GLC SUV

Kementerian Pertahanan Amerika Serikat mengamati pesatnya kemampuannya Tiongkok di bidang luar angkasa. Tiongkok tengah mengembangkan program luar angkasanya untuk kepentingan militer, komersial, dan ilmu pengetahuan. Namun, negara itu masih dalam tahap mengejar ketertinggalan dari AS dan Rusia.

Robot penjelajah Tiongkok bernama Jade Rabbit berhasil mendarat di Bulan akhir 2013. Tetapi wahana tersebut mengalami kerusakan teknis cukup parah. Menurut ScienceAlert (18/1), Tiongkok juga sedang bersiap untuk luncurkan robot penjelajah lain ke sisi gelap Bulan pada 2018.

Selain itu, Tiongkok akan meresmikan “modul inti” untuk stasiun luar angkasa pertamanya pada 2018, seperti yang diutarakan pejabat tinggi Tiongkok pada April. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menggiatkan pembuatan stasiun luar angkasa permanen pada 2022.

Bagikan dengan cinta...
Loading...

Tulis gagasan