U-12 Indonesia berakhir di posisi 11

0
0

Para pemain U-12 Indonesia menyalami dan mencium tangan wasit sebelum pertandingan Final Dunia Danone Nations Cup 2016. Kebiasaan mencium tangan wasit hanya dilakukan U-12 Indonesia.

Para pemain U-12 Indonesia menyalami dan mencium tangan wasit sebelum pertandingan Final Dunia Danone Nations Cup 2016. Kebiasaan mencium tangan wasit hanya dilakukan U-12 Indonesia. © Tim AQUADNC Garuda Muda via Cognito

Final Dunia Danone Nations Cup 2016 berakhir, Ahad (16/10/2016). Tim U-12 Indonesia berhasil duduk di posisi 11 klasemen akhir turnamen anak usia 10-12 di Stade de France, Paris, Prancis, itu.

Tim Indonesia yang biasa disebut dengan Tim AQUA Danone Nations Cup (AQUADNC) Garuda Muda merebut peringkat 11 setelah mengalahkan Tunisia 1-0. Gol semata wayang dicetak Andika dari titik putih.

Hasil itu sedikit lebih baik dibanding catatan pada edisi 2015 di Maroko. Ketika itu Garuda Muda berakhir di posisi 12-13. Tapi catatan 2015 masih di bawah prestasi 2014 yang menempati posisi tujuh.

Jangan lewatkan:  Hasil Liga Europa Tadi Malam: Zorya vs MU 0-2, Setan Merah Lolos!

Kendati demikian, menurut Andika dalam siaran pers kepada Beritagar.id (Senin 17/10/2016), tak seorang pun di dalam tim U-12 Indonesia yang kecewa pada hasil ini.

Andika dan kawan-kawan justru bisa belajar banyak dari festival ini, bangga bisa membawa nama Indonesia, dan meraih pengalaman berharga. Bahkan mereka gembira bisa bermain di Stade de France.

“Bermain di Stade De France merupakan kesempatan langka dan kami semua sudah menunggu kesempatan ini setelah menjadi Juara Nasional AQUADNC 2016 di Jakarta,” imbuhnya.

Menempati posisi 11 membuktikan bahwa Indonesia berhasil mengatasi suhu dingin di bawah 15 derajat Celcius yang menjadi momok. Indonesia bahkan berhasil memimpin Grup E dengan nilai tujuh.

Main tiga kali, Indonesia mengalahkan Italia 2-0 dan Afrika Selatan 1-0. Adapun laga melawan Korea Selatan berakhir imbang 2-2.

Jangan lewatkan:  CR7 Mungkin Juara Ballon d’Or, Tapi Pemain Terbaik Tetap Lionel Messi

Indonesia pun melaju ke grup atas perdelapan final dan masuk dalam persaingan untuk posisi 16 besar. Namun Argentina menyudahi perlawanan mereka 1-0.

Tapi kekalahan itu tidak membuat langkah Indonesia terhenti. Final Dunia Danone Nations Cup tidak menggunakan sistem gugur lantaran anak-anak butuh jam terbang.

Indonesia kemudian bermain dalam kelompok perempat final bawah (peringkat 9-16). Mereka berhasil mengalahkan tuan rumah Prancis 1-0 meski kemudian ditaklukkan tim kuat Meksiko 0-5.

Kemudian pada pertandingan terakhir, Indonesia meraih kemenangan lagi. Dengan demikian Indonesia berhak duduk di posisi 11 dan Tunisia setingkat di bawah.

Aksi pemain Indonesia, Yuga (merah), mencoba berkelit dari adangan pemain Tunisia di Stade de France, Paris, Prancis, Ahad (16/10/2016). Aksi pemain Indonesia, Yuga (merah), mencoba berkelit dari adangan pemain Tunisia di Stade de France, Paris, Prancis, Ahad (16/10/2016). © Tim AQUADNC Garuda Muda via Cognito
Jangan lewatkan:  Hasil Europa League Hari Ini: Villarreal vs Steaua Bucharest 2-1, ke 32 Besar

Pelatih Indonesia Jacksen F. Tiago juga melihat hasil di turnamen rutin tahun ini senada dengan para pemainnya. Bahkan Jacksen senang melihat Indonesia mampu mengalahkan negara mapan seperti Italia, Prancis, Afrika Selatan, dan Tunisia.

“Saya sungguh optimistis pada masa depan sepak bola Indonesia. Begitu banyak talenta di tim Indonesia yang menunjukkan bahwa potensi kita sangatlah besar,” tukas pelatih asal Brasil itu.

Adapun partai puncak turnamen yang diikuti sekitar 400 anak dari 32 negara ini mempertemukan Jerman dan Jepang. Jerman kemudian berhasil menjuarai ajang ini melalui adu penalti 2-1.

Ini adalah pencapaian pertama Jerman sejak turnamen ini dimulai pada 2000. Prestasi terbaik Jerman pada masa lampu adalah peringkat tiga (2008).

Pencarian pada artikel ini:

  1. meme comic marshmellow indonesia
Bagikan dengan cinta...
Loading...

Tulis gagasan