Usaha taipan Tiongkok memancing studio besar Hollywood

0
0

Wang Jianlin, pendiri Dalian Wanda Group menghadiri Asian Financial Forum ke-9 di Hongkong (18/1/2016).

Wang Jianlin, pendiri Dalian Wanda Group menghadiri Asian Financial Forum ke-9 di Hongkong (18/1/2016). © Alex Hofford /EPA

Kelompok taipan perumahan Tiongkok bernama Dalian Wanda Group sedang berusaha memancing studio-studio besar Hollywood untuk memproduksi film di wilayah Qingdao, Tiongkok bagian timur. Di sana, Dalian sedang membangun Qingdao Movie Metropolis, fasilitas perfilman terbesar di dunia.

Hollywood Reporter (14/10/2016) melaporkan, pekan ini Wang Jianlin, pendiri Dalian Wanda, akan melakukan presentasi mengenai potongan harga 40 persen untuk proyek film dan serial televisi yang syuting di Qingdao. Dana subsidi untuk potongan ini berasal dari Wanda dan pemerintah daerah wilayah Qingdao.

Potongan harga dan insentif untuk menarik studio melakukan syuting di tempat tertentu adalah hal biasa di industri perfilman. Namun, angka 40 persen tetap sangat menggiurkan, karena tergolong diskon besar.

Jangan lewatkan:  Video Youtube Ritual Pecahkan Kendi jadi Simbol Buka Rute Mandao Sorong Ini Bikin Viral

Sebagai perbandingan, pemerintah negara bagian Lousiana, Amerika Serikat, memberikan insentif sebesar 30 persen. Malaysia juga memberi diskon 30 persen. Kedua jenis insentif dan subsidi ini diberikan pemerintah setempat, bukan perusahaan pribadi seperti Wanda.

Qingdao Movie Metropolis saat ini sedang dalam tahap percobaan untuk dibuka secara besar-besaran pada Agustus 2018. Pengalaman Dalian Wanda sebagai pengembang perumahan berperan besar dalam pembangunan tempat itu.

Studio yang menghabiskan dana USD8,2 miliar (Rp107,1 triliun) ini memiliki area sebesar 165 hektar dan memiliki 30 panggung, termasuk panggung pengambilan suara terbesar di dunia, serta tangki air terbesar di Tiongkok. Setelah jadi, ke depannya akan ada hotel mewah, sebuah taman hiburan, kondominium, rumah sakit bertaraf internasional, teater besar dan sebuah klub yacht.

Salah satu film yang telah dipastikan syuting di Qingdao adalah Pacific Rim: Maelstrom. Sekuel Pacific Rim (2013) ini merupakan film produksi Amerika Serikat pertama yang syuting di sana. Saat ini, tim produksi tengah mempersiapkan set bangunan untuk film itu.

Jangan lewatkan:  Kronologi kemenangan Indonesia di pengadilan arbitrase internasional

Tak aneh jika Maelstrom membuka jalan untuk film-film Hollywood syuting di Qingdao. Januari lalu, rumah produksi Legendary Pictures yang memegang hak pembuatan Pacific Rim dibeli oleh Wanda dengan uang senilai USD3,5 miliar (Rp48,4 triliun).

Pembelian Legendary membuat Wanda menjadi perusahaan Tiongkok pertama yang memiliki sebuah studio besar di Hollywood, sebuah tanda berkembangnya kekuatan negeri Tirai Bambu itu di dunia perfilman.

Dalian Wanda pertama kali mengguncang Hollywood pada 2012, dengan pembelian AMC Entertainment Holdings Inch, jaringan bioskop terbesar kedua di Amerika Utara. Mereka juga sudah memiliki perusahaan bioskop Hoyt’s Group asal Australia. Wanda Cinema Line Corp sendiri merupakan penyelenggara bioskop terbesar di Tiongkok.

Jangan lewatkan:  Berita Hari Ini: Mengintip Persiapan Jelang Sidang Perdana Ahok, Dari Pengamanan Sampai Majelis Sidang !

Dengan segala macam kekuasaan di dunia perfilman, juga dari cabang usaha lain terutama perumahan, Wang Jianlin selaku pendiri Wanda menjadi orang terkaya di Tiongkok. Dengan kekayaan mencapai USD32,1 miliar, Wang memuncaki daftar 594 miliuner dari negeri Tirai Bambu.

Menurut The Wrap, Wang dikenal memiliki idealisme tersendiri; ia ingin membawa nilai-nilai Tiongkok ke seluruh dunia melalui dunia hiburan. Pria berusia 61 ini juga dekat dengan para politikus penguasa Tiongkok. Sehingga tak heran pemerintah Amerika Serikat ikut gerah dengan pergerakan Dalian Wanda.

Richard Berman, presiden lembaga lobi Berman & Co mengemukakan, kepemilikan Wanda atas AMC membuat orang dalam AMC merasa tak nyaman, apakah ke depannya mereka bisa bebas menayangkan film yang tidak disukai pemerintah Tiongkok.

Bagikan dengan cinta...
Loading...
Bagikan
Artikel sebelumnyaSaat kalangan difabel beraksi di Peparnas 2016
Artikel berikutnyaSiapa pebalap baru yang masuk barisan MotoGP 2017?
mm
Media elektronik bisa dijadikan jendela informasi yang membangun dan mencerdaskan bangsa. Generasi muda Indonesia mulai gemar membaca untuk memperkaya wawasan dan pengetahuan. Mari kita isi dunia baca Indonesia dengan berita positif demi masa depan bangsa. Selamat berdiskusi... [Meidiana Said - Lintas Cybermedia]

Tulis gagasan