Yang Direvisi dalam Belanja Militer RI Tahun 2017

Loading...

Pesawat Sukhoi SU-35

Pesawat Sukhoi SU-35

Jakarta – Kementerian Keuangan mengusulkan pemotongan anggaran bagi Kementerian Pertahanan sebesar Rp 2,5 triliun dari Rp 104,4 triliun menjadi Rp 101,9 triliun di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017. Namun, pemangkasan anggaran ini diyakini tidak akan mengganggu kinerja Kemenhan.

“Tadi Bu Menkeu tidak hadir, jadi tidak ada keputusan dan akhirnya pembahasan anggaran tahun depan, ditunda. Karena keputusan hanya dari beliau, tidak bisa diwakilkan,” ujar Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu di Gedung DPR, Jakarta, (10/10/2016).

Terkait pemotongan anggaran Rp 2,5 triliun di 2017, Ryamizard optimistis tidak akan mengganggu kinerja ?Kemenhan, khususnya dalam menjalankan program-program prioritasnya untuk bangsa dan negara.

“?Prioritas kami kesejahteraan, pergantian alutsista yang sudah tua, melengkapi arsenal pesawat yang kurang, contohnya bom atau rudal. Jadi tidak ada masalah,” ujar Ryamizard.

Ryamizard menuturkan, anggaran yang dipotong bukan untuk program atau kegiatan mendesak. Kegiatan mencegah terorisme, penanggulangan bencana alam termasuk di daerah perbatasan, akan menjadi prioritas.

“(Pemotongan anggaran) untuk kegiatan yang tidak mendesak, tapi alat berat untuk bencana di perbatasan masuk kategori mendesak. Untuk ke depan belum ada perang besar-besaran, apalagi 1-2 tahun tidak ada. Ancaman nyata seperti : teroris, bencana alam itu yang didahulukan ,” ujar Ryamizard.

Menteri Pertahanan mengatakan pembelian alutsista tahap II. “Sukhoi ganti, tapi tidak banyak. Kita tentara rakyar, semua yang diperjuangkan untuk rakyat dan kepentingan rakyat harus didahulukan,” tuturnya.

Kemenkeu memangkas anggaran sebesar Rp 2,5 triliun dari Rp 104,4 triliun menjadi Rp 101,9 triliun. Fokus belanja untuk pengadaan alutsista, peralatan perang, pesawat tempur yang menjadi target pelaksanaan 2017.

“Mudah-mudahan hanya penajaman saja karena masih ada yang belum optimal. Kemenhan tahu mana yang harus dikendalikan,” ujar Dirjen Anggaran Kemenkeu, Askolani.

Sumber : Liputan6.com

Bagikan dengan cinta...
Loading...

Related posts