MERANGIN – LINTAS.CO.ID – Warga Kabupaten Merangin Dedi Aswida dan Muhammad Iqbal merasa kecewa dengan berdirinya Pos Pengamanan Covid-19 diperbatasan Kabupaten Merangin – Sarolangun.
Hal ini disampaikan Dedi Aswida dan Iqbal setelah pulang dari Jambi pada Jumat jam 21.47 WIB.
Dedi dan Iqbal mengatakan “pemerintah sudah menggelontorkan begitu banyak anggaran untuk pos penanganan Covid-19 pemantauan dan uang saku untuk petugas disana. Seharusnya mobil yang dari luar merangin atau dari arah sarolangun harus di berhentikan dan di periksa”. Terangnya Kepada Lintas.co.id
Tapi kenyataannya kami yang melewati jalur tersebut, justru yang meminta untuk dicek kesehatan.
Iqbal menambahkan “dengan lucunya di pos tersebut tidak tersedia alat pengukur suhu tubuh dan rapit test kid sebagai langkah awal untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid-19”. Ujarnya
Sementara di pemberitaan sangat viral sekali bahwa pas sidak Bupati Merangin di setiap pos pemantauan di periksa semua nya dan alatnya lengkap, apakah hanya pas sidak pak bupati saja alat nya ada?. Terang Iqbal Dengan Nada Kecwa
Hal yang sama disampaikan Dedi “sesuai SOP yang ada setiap mobil yg melewati perbatasan wajib diperiksa tanpa terkecuali, tapi fakta dilapangan tidak dilakukan, di lapangan bus lalu lalang tidak di berhentikan, maupun plat nomor dari zona merah Jakarta tidak di berhentikan juga. Ujarnya
Kami berharap semoga Pemerintah Kabupaten Merangin serius dalam memutus mata rantai penyebaran virus covid 19 ini, jangan sampai di jadikan ajang pencitraan dan mengambur uang negera saja. Tutupnya
(As)
















