Ketua MK Dicecar Soal Prosedur Uji Materi UU

Saksi Suap: Ketua Mahkamah Konstitusi, Arief Hidayat datang ke Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan suap terkait uji materi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan tersangka Hakim Konstitusi Patrialis Akbar, Kamis (16/2).


Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat menjalani pemeriksan sebagai saksi kasus dugaan suap terhadap Hakim Konstitusi, Patrialis Akbar, terkait uji materi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kamis (16/2). Kepada penyidik, Arief mengaku telah menjelaskan sejumlah prosedur penanganan perkara di MK.


Arief mengatakan ada sekitar 12 pertanyaan yang ditanyakan penyidik KPK kepadanya.


“Pertanyaan yang disampaikan ke saya soal proses register perkara sampai putusan itu diucapkan. Terutama dalam kasus uji materi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan,” ujar Arief.


Arief menuturkan, perkara judicial review UU Peternakan dan Kesehatan Hewan diperiksa dan diputus sembilah hakim konstitusi. Ia tak yakin jika Patrialis bisa mempengaruhi hakim lain terkait putusan uji materi tersebut.


“Semua berjalan dengan wajar tapi kalau ternyata di balik itu ada hakim yang membocorkan putusan ke luar, saya tidak tahu sama sekali,” cetusnya.


Lebih jauh, Arief menyebut kasus suap yang menjerat Patrialis adalah persoalan pribadi dan tidak menyangkut MK secara institusi. Arief berkata, selama ini MK telah membangun sistem antikorupsi yang efektif.


Setiap ruangan di kantor MK, kata Arief, diawasi dengan kamera pengintai atau CCTV. Setiap orang yang datang ke MK untuk bertemu hakim konstitusi pun wajib mendaftar kepada resepsionis, meninggalkan kartu identitas dan baru boleh masuk atas izin hakim yang bersangkutan.


“Tamu yang datang juga sudah dipantau. Silakan KPK memeriksa kami secara profesional dan proporsional,” katanya.


Arief tak menampik MK masih perlu memperbaiki sejumlah sistem. Ia berjanji membuka akses untuk KPK untuk memeriksa setiap hakim konstitusi.


KPK menangkap Patrialis atas dugaan suap permohonan uji materi Undang-undang 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia itu diduga menerima uang uang USD 20 ribu dan SGD 200 ribu dari tersangka pemberi suap, Basuki Hariman dan Ng Fenny.


Selain Arief, hari ini KPK juga memeriksa hakim konstitusi Suhartoyo. Kepada pewarta, Suhartoyo mengaku tak mengetahui secara persis penanganan perkara UU Ternak karena tidak menjadi hakim panel dalam perkara itu. 

Temukan Kecurangan di Pilkada DKI 2017, PDIP Sebut Ada Cara Baru!

Pilkada DKI Jakarta

Copyright ©Instagram/aniesbaswedan

 Kecurangan Pilkada DKI 2017 disebut banyak menggunakan model-model baru. Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Trimedya Pandjaitan saat dimintai keterangan.


Beberapa kecurangan itu diungkapkan kepada publik berdasarkan data yang telah ada. Diantaranya dengan melihat formulir C6 ataupun surat undangan yang dimiliki oleh pemilih untuk datang ke tempat pemungutan suara.


Formulir ataupun surat undangan tersebut banyak yang tak dibagikan kepada masyarakat yang memiliki hak pilih. Kecurangan tersebut diungkap saat Tri melihat data yang ada di posko pengaduan PDIP.


Modus kecurangan Pilkada DKI 2017 yang digunakan adalah dengan cara menahan formulir C6 ataupun undangan. Bukan hanya DKI Jakarta akan tetapi beberapa wilayah lain yang menyelenggarakan pemilihan kepada daerah.


Dalam diskusi bertajuk ‘Spesial Pilkada’ itu ia mengatakan jika formulis seharusnya diambil dan bukannya dibagikan. Sedangkan warga yang mengadu mengatakan jika mereka mendapatkan formulir dari RT ataupun RW.


Jadi surat edaran dibagikan oleh RT maupun RW dan bukan diambil sendiri oleh pemilik hak suara. Diduga ada permaian yang dilakukan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab di ajang pesta demokrasi ini.


Selain itu ada juga orang yang dianggap mengarahkan kepada satu pasangan calon Pilkada DKI Jakarta 2017. Bukan hanya itu saja akan tetapi juga kecurangan lain diantaranya beberapa orang yang tak bisa mencoblos.


Pilkada DKI Jakarta

Copyright ©Ist

Kecurangan Pilkada DKI 2017 yang teridentifikasi ada adalah warga yang membawa KTP namun mereka tak dapat mencoblos. Hal tersebut lantaran surat pernyataan yang berada di TPS hanya tersedia sedikit.


Hal itu dianggap menyalahi aturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah. Salah satunya adalah masyarakat yang masih bisa memberikan hak suara dengan KTP pada pukul 12.00 hingga 13.00 siang.


Dari hasil Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu, ada dua pasangan calon nomor urut dua dan tiga yang melaju ke putaran kedua. Mereka akan menghadapi putaran kedua pada 19 April mendatang.

Agus Yudhoyono Kalah, SBY Diprediksi Akan Nonblok di Putaran Kedua Pilkada DKI 2107!

SBY

Copyright©Istimewa

Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang diprediksikan nonblok pada Pilkada DKI putaran kedua. Pihaknya mengatakan masih belum ada keputusan dari partainya untuk memberikan dukungan, setelah pasangan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni yang diusungnya tersingkir.


“Belum, kita belum menentukan. Kita belum putuskan. Jangan bicarakan kemungkinan-kemungkinan,” kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan, Sabtu (18/2/17).


Diketahui banyak pihak yang telah menunggu terkait dengan keputusan dukungan yang akan diberikan Partai Demokrat. Dari pihak pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang telah menyatakan mendapatkan dukungan dari partai yang dipimpin oleh SBY tersebut.


Sedangkan dari kubu Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat juga telah menyatakan kalau pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan pendukung pasangan nomor urut satu dalam Pilkada DKI tersebut.


Namun, Syarief membeberkan kalau partai Demokrat sudah menjalin beberapa komunikasi dengan dua kubu. Hal ini terkait dengan adanya keputusan dari pihak partai yang di pimpin SBY ini untuk memilih dukungan dalam Pilkada DKI putaran kedua.


SBY

Copyright©Antarafoto

“Komunikasi terjalin tetapi belum ada komitmen. (Kedua kubu) iya,” ungkap anggota Kimisi I DPR RI itu.


“Kalau komunikasi kan boleh aja dilakukan oleh siapapun dan kapanpun,” sambungnya.


Hingga kini, partai yang dipimpin oleh SBY ini masih melakukan konsultasi, ini dilakukan untuk menentukan kemana arah dukungan yang akan diberikan diantara dua kubu yang telah manju dalam Pilkada DKI putaran dua ini.


Hal yang sama juga akan dilakukan oleh 3 partai yang sebelumnya telah mengusung putra SBY yang berpasangan dengan Sylviana dalam Pilkada DKI 2017, yaitu PKB,PPP, dan PAN, Syarief mengungkapan akan menentukan keputusan dukungannya segera.


“Dalam waktu singkat lah. Ditunggu aja,” kata dia.


Dilihat dari perkembangan saat ini telah telah diprediksi kalau SBY nonblok. Hinggga kini pihaknya yang masih belum memberikan arahan apa-apa terkait dengan dukungan dalam Pilkada DKI putaran kedua.


“Memang tidak ada arahan untuk ke calon nomor dua maupun calon nomor tiga. Besar kemungkinan PD akan mengambil posisi pada hari pengumuman yang maju putaran dua, jadi memang tidak ada arahan sama sekali,” kata Waketum PD Roy Suryo, Jumat (17/2/17).

Begini Kronologi Iwan Bopeng Sebelum Ngamuk dan Sesumbar Berani Potong Tentara!

Iwan Bopeng

Copyright ©Ist

Nama pria yang kerap disapa Iwan Bopeng belakangan menjadi perbincangan neter. Hal tersebut lantaran ia marah-marah saat berada di tempat pemungutan suara Rabu minggu lalu.


Pria bernama asli Fredy Tuhenay itu juga banyak dicara oleh publik lantaran kemarahannya yang membuat heboh. Saat itu ia menyebut akan memotong tentara saat berada di TPS di Matraman Jakarta Timur.


Peristiwa kemarahan Iwan Bopeng yang terekam kamera itu terjadi di TPS 27 Palmeriam, Matraman. Ia terlihat mengenakan segragam dari pendukung pasangan Ahok-Djarot yaitu kotak-kotak.


Pendukung Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat ini marah lantaran ada pemilih yang tak bisa menyalurkan suaranya. Karena itu ia marah dan berbicara kasar hingga sesumbar di depan warga.


Kalimat “Tentara gue potong di sini, apalagu elu ye…” itu yang membuat dirinya mendapatkan kecaman dari masyarakat. Bahkan bukan hanya dari orang dewasa akan tetapi juga anak tentara ikut menantang Iwan.


Salah satu saksi mata bercerita tentang kronologi kejadian hingga akhirnya membuat Iwan Bopeng marah. Ketika itu Iwan datang ke TPS pukul setengah satu siang setelah mendapatkan kabar dari sahabatnya di lokasi kejadian.


Hal tersebut lantaran teman pelaku yang tak bisa memberikan hak suara karena masalah administrasi. Karena persyarakat yang kurang itu teman pelaku tak bisa mencoblos di TPS 27.


Sementara Iwan Bopeng langsung dang ke lokasi kejadian bersama belasan orang lainnya. Mereka datang dengan mengendarai kendaraan bermotor lengkap dengan baju kotak-kotak pendukung.


Iwan Bopeng

Copyright ©Ist

Saat berada di TPS Iwan sempat bersiteru dengan petugas yang berada di lokasi kejadian dan mempertanyakan permasalahan. Petugas tak memperbolehkan untuk memberikan suara akan tetapi pelaku bersikukuh.


Hingga pada akhirnya Iwan mengaku akan memperkarakan petugas di TPS 27 itu. Ancaman tersebut lantaran sahabatnya tetap tak bisa mencoblos dengan bekal foto copy kartu tanda penduduk.


Hingga akhirnya sahabat Iwan bisa memberikan suaranya di tempat pemungutan suara tersebut. Setelah itu Iwan Bopeng  langsung pergi meninggalkan lokasi kejadian yang masih banyak warga berkerumun.

Pemuda Muhammadiyah Desak Status Ahok Diberhentikan, Begini Tanggapan Jokowi?

jokowi

Copyright ©Setkab

Hari ini Senin, 20 Februari 2017 Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Pertemuan dilakukan di Kompleks Istana, Jakarta siang ini.


Pertemuan sendiri membahas mengenai status Ahok yang kembali menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Selain itu pemilik nama asli Basuki Tjahaja Purnama itu juga tengah menyandang sebagai tersangka kasus dugaan penodaan agama.


Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Azhar Simanjuntak memberikan penjelasannya. Ia mengatakan jika pembahasan mengenai status yang disandang Ahok dan saat ini aktif menjabat di pemerintahan Jakarta.


Dahnil dan pihaknya menilai jika status tersangka dan masih aktif menjabat itu menimbulkan kegaduhan. Bukan hanya itu bahkan beberapa SKPD Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga melakukan mogok masal.


Semua hal itu yang telah dibahas oleh perwakilan PP Muhammadiyah dan juga Presiden Joko Widodo. Harapkan juga diungkapkan Dahnil setelah melakukan pertemuan dengan Presiden Republik Indonesia ketujuh itu.


Dahnil berharap agar Jokowi segera menonaktifkan Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur DKI. Itu adalah yang diinginkan oleh pihak Dahnil dan mengharapkan itu akan mendapatkan tanggapan.


Dahnil sendiri mengatakan jika permintaan yang telah diungkapkan oleh PP Pemuda Muhammadiyah belum bisa dilakukan. Itu lantaran Presiden Joko Widodo masih menunggu pandangan hukum.


Pandangan tersebut bisa saja  dari Pengadilan Tata Usaha ataukah Mahkamah Agung. Hal itu dilakukan agar tak berada dalam sebuah opini dari setiap individu yang mempermasalahkan hal tersebut.


Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Azhar Simanjuntak

Copyright ©Kompas

Selain itu beberapa aksi juga sempat dilakukan untuk menanggapai kembali aktifnya Ahok sebagai gubernur. Salah satunya adalah dilakukan oleh DPRD DKI yang melakukan pemboikotan dan tak ikut dalam rapat.


Sementara itu dari pihak Pemuda Muhammadiyah mengatakan jika Presiden Jokowi akan bersikap tegas dan terang. Akan tetapi hal tersebut dilakukan setelah mendapatkan pendapat secara hukum dan bukan pribadi.


Sehingga sampai saat ini apa yang diminta oleh berbagai pihak belum bisa dijawab karena masih menunggu keputusan resmi. Hal itu diungkapkan Dahnil setelah bertemu dengan Presiden.

HMI Mendadak Bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana, Bahas Soal Apa?

Ketua Pengurus Besar HMI Mulyadi P Tamsir

Copyright ©Detik

Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI yang diwakilkan oleh sebagian pengurusnya bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Pertemuan sendiri dilakukan di Istana Negara, Jakarta.


Dari pertemuan tersebut banyak yang dibahas oleh Jokowi dan perwakilan pengurus dari kelompok mahasiswa tersebut. Berbagai hal yang dibahas itu beberapa hasilnya akan diinformasikan ke publik.


Ketua Pengurus Besar HMI Mulyadi P Tamsir mengatakan jika pihaknya meminta Presiden Joko Widodo menyampaikan hasil Dies Natalis ke-70. Dari hasil itu setidaknya ada 10 komitmen yang telah dibuat dan disepakati.


Komitmen itu dihasilkan dari Dies Natalies yang telah diselenggarakan oleh kelompok. Diantaranya adalah mengenai bangsa yang bisa menyelesaikan berbagai permasalahan diderita hingga masalah umat.


Tak terkecuali permasalahan yang dianggap sensitif seperti agama dan berbagai hal lainnya. Kasus penistaan agama dan permasalahan mengenai ulama yang belakangan menjadi pembahasan di kalangan neter.


HMI juga memfokuskan diri pada kesenjangan sosial serta ekonomi yang saat ini dialami oleh masyarakat. Dengan isi komitmen tersebut pihak mahasiswa berhadap agar pemerintah segera mendapatkan jalan keluar untuk menyelesaikannya.


Sementara itu saat ini kelompok mahasiswa ini adalah salah satu bagian dari pembangunan bangsa. Sehingga dapat terfokuskan dalam berbagai pengelolaan tak terkecuali mengenai sumber daya manusia.


Sedangkan Presiden Jokowi sendiri juga ikut memberiken penjelasannya mengenai pertemuan yang telah terjadi. Diantaranya adalah mengenai HMI yang ikut membangun bangsa dengan ide yang dimiliki.


jokowi

Copyright ©Setkab

Mulyadi juga mengatakan jika mahasiswa memiliki pemikiran yang kritis, idealis serta independent. Dan dengan itu maka komitmen yang telah dimiliki dapat disampaikan kepada publik oleh Presiden.


Berbagai masukan mengenai masalah yang belakangan ini terjadi juga diberikan kepada pemerintahan. Hal tersebut lantaran adanya beberapa masalah yang harus diselesaikan dengan baik.


Semua permasalahan yang dialami oleh negara ini dapat diselesaikan dengan baik dan akan memberikan dampak besar. Diantaranya adalah mengenai dampak terhadap suasana negara dan ketenangan yang tercipta di Indonesia.

BMKG Prediksi Wilayah Jabodetabek Akan Diguyur Hujan Deras Sampai Malam Nanti

ilustrasi-hujan

Copyright ©ilustrasi

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG memperkirakan Jabodetabek akan diguyur hujan. Prediksi hujan dengan instensitas ringan hinga sedang akan terjadi hari ini.


Cuaca sendiri kebanyakan akan berawan, cerah berawan dan hujan pada Senin, 20 Februari 2017. Dari perkiraaan hujan akan terjadi dari pagi hingga malam hari untuk beberapa wilayah di sekitar Jakarta.


Hujan dengan intensitas ringan diperkirakan akan terjadi di lima wilayah Jakarta. Hujan ringan akan turun di kawasan Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat dan Kepulauan Seribu.


Sementara petensi hujan sedang akan melanda lima daerah lainnya di Jabodetabek. Wilayah itu adalah Depok, Bogor, Bekasi, Tangerang dan Jakarta Selatan mulai siang hari ini hingga sore nanti.


Hari ini hampir seluruh wilayah akan duguyur hujan dengan intensitas berebeda. Namun untuk menjelang malam sendiri hujan akan berubah baik menjadi ringan ataupun sedang hingga dini hari.


BMKG memprediksi kawasan yang akan hujan ringan pada malam hari adalah Tangerang, Bogor, Depok dan Jakarta Barat. Sedangkan intensitas hujan sedang akan mengguyur Bekasi, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Timur dan Jakarta Pusat.


Sementara hingga esok pagi disinyalir awan mendung masih akan menyelimuti ibu kota. Namun prediksi itu bisa saja tak terjadi lantaran tiupan angin yang tak menentu hingga membawa awan mendung menghilang.


bmkg


Pihak BMKG memperingatkan meski hujan ringan hingga sedang potensi kilat dan angin kencang tak bisa dielakkan. Meski begitu peristiwa tersebut akan terjadi dengan durasi singkat di beberapa wilayah Jabodetabek.


Dengan adanya informasi tersebut masyarakat diharapkan untuk lebih berhatihati saat cuaca tak menentu. Terutama ketika hujan yang disertai angin masyarakat diharapkan untuk waspada dengan adanya pohon tumbang.


Saat berteduh publik diharapkan untuk melihat keadaan sekitar dan dipastikan jauh dari pohon tua. Selain itu BMKG juga menghimbau menjauhi baliho yang memiliki ukuran besar karena dikawatirkan bisa saja ambruk ketika angin kencang.

Pendaftaran SNMPTN 2017 Resmi Dibuka Mulai Hari Ini, Berikut Jadwal Lengkapnya!

SNMPTN 2017

copyright©Beasiswa.web.id 217/2018

 Hari ini, Selasa (21/2/17), semua siswa yang akan menginginkan untuk masuk perguruan tinggi negeri (PTN), dapat memulainya dengan melakukan pendaftaran mulai sekarang ini. Jalur untuk masuk PTN tersebut dengan melalui SNMPTN 2017 .


Hal ini setelah sebelumnya setiap sekolah telah selesai dalam melengkapi dan memverifikasi pengkalan data sekolah dan siswa (PDSS). Dan siswa dari sekolah tersebut hanya perlu malakukan pendaftaran diri untuk masuk PTN.


Siswa yang akan mengikuti SNMPTN 2017 ini dapat segara melakukan pendaftaran dalam kurun waktu dua meninggu kedapan, yaitu berakhir hingga 6 Maret mendatang. Akan tetapi, tidak semua siswa yang dapat mengikuti seleksi ini.


Hanya kepada beberapa siswa dari sekolah yang telah memiliki beberapa persyaratan yang harus dipenuhi yang akan diberikan kesempatan mengikuti SNMPTN 2017 ini. Ada beberapa ketentuan yang dilihat untuk memenuhi persyaratan tersebut.


Untuk dapat mengikuti SNMPTN 2017 ini ditentukan berdasarkan pemeringkatan prestasi akademis yang sebelumnya telah dilakukan oleh panitia pusat. Sehingga bagi siswa belum bisa mengikuti jalur masuk di PTN ini jangan khawatir.


Karena masih ada jalur masuk melakukan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), jalur ini direncanakan akan dibukan pada 16 Mei mendatang. Dan semua siswa dapat mengikuti jalur ini untuk masuk PTN yang telah diinginkan.


Penjelasan Penyebaab Kualitas Lulusan Jalur SNMPTN Tak Sebagus SBMPTN Dan Cara Mencetak Kartu

Copyright©Ilustrasi

Namun berbeda dengan SNMPTN 2017, siswa yang melalui Jalur SBMPTN ini harus terlebih dahulu untuk mengikuti tes seleksi yang akan dilakukan oleh semua PTN di beberapa tempat yang sudah ditentukan.


Ada beberapa proses yang harus dilakukan oleh siswa untuk mendaftarkan diri dalam SNMPTN 2017 ini. Jangan ada yang terlewatkan, berikit tanggal-tanggal yang penting untuk melakukan pendaftaran melalui jalur ini.


Pendaftaran SNMPTN: 21 Februari – 6 Maret


Pencetakan Kartu Tanda Peserta SNMPTN: 14 Maret – 14 April


Proses Seleksi: 15 Maret – 15 April


Pengumuman Hasil Seleksi: 26 April


Daftar Ulang di PTN: 16 Mei.

Aksi 212 Dianggap Kental Akan Aroma Politik, Begini Reaksi Netizen!

demo-ahok

Copyright ©kompasmetro

Direncanakan aksi 212 yang akan dilakukan pada 21 Februari 2017 (Aksi 212) telah mendapatkan respon banyak dari netizen. Sebelumnya aksi ini direncanakan akan dulakukan di kawasan gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta Pusat, untuk nyalurkan beberapa aspirasi mereka.


Massa yang datang dari sejumlah organisasi Islam yang berencana akan menggelar aksi damai bela Islam pada 21 Februari 2017 ini. Ada beberapa hal yang akan disuarakan dalam dalam aksi 212 ini kepada pemerintah.


Yang pertama kali adalah, massa dalam aksi ini meminta kepada Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, untuk melakukan penonaktifkan Basuki Tjahaja Punama (Ahok) dari jabatannya sekarang ini sebagai Gubernur DKI Jakarta.


Hal ini telah diminta massa karena Ahok yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan penistaan agama dalam pidatonya. Dan sekarang ini masih menjalani beberapa proses hukum persidangan untuk menyelesaikan kasus tersebut.


Yang kedua, massa yang meminta kepada aparat kepolisian untuk tidak mengkriminalkan para ulama. Dengan adanya aksi 212 ini ternyata telah menyita perhatian dari netizen. Hal ini terlihat dari perbincangan yang telah dilakukan dalam media sosial Twitter.


demo-4-november

Copyright ©tempo

Bahkan pada siang hari ini Senin (20/2/17), topik mengenai adanya aksi 212 sempat menjadi trending topik. Berikut adanya beberapa tweet yang telah dituliskan netizen terkait dengan adanya aksi yang akan dilakukan pada 21 Februari 2017 tersebut.


“Aku mengutuk keras aksi 212 atau aksi lainnya yg membawa nama suci Islam! Islam itu berdoa & tawakkal! Bukan aksi aksi mulu, ga cape apa?” pemilik akun @d_shinta24.


Sedangkan pemilik akun lain yang juga menanggapi aksi tersebut, “Aksi 212 sungguh tdk penting! Bikin macet & gue mikir, org2 yg ikut aksi ini pd ngga kerja kali ya? Makanya mau dibayar buat demo,” tulis pemilik akun @SutiknoKamiya .


Sedangkan akun @RamlahGary yang telah memberikan tanggap terkait dengan aksi tersebut, dia menuliskan, “Cara2 kotor politik dengan Aksi 212 ini. Udah kebaca broo, gegara lagi pilkada aja! Kasian orang yg dimanfaatin politik ini.”

Aksi 212 Politis, Ma’ruf Amin Selaku Ketua MUI Himbau Umat Islam Untuk Tak Ikut

Aksi 121

Dreams.co.id

Terkait Aksi 212 yang digelar hari ini berbagai reaksi diberikan pleh tokoh. Tak terkecuali dari Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Ma’ruf Amin yang berharap agar namanya tak dicatut.


Bahkan selain itu Rais Aam PBNU ini mengatakan jika aksi yang diselenggarakan bersifat politis. Karena hal tersebut Ma’ruf Amin merasa memang tak pernah terlibat dalam acara demo tersebut.


Aksi 212 Jilid II yang dimulai pagi ini juga sempat mendapatkan tenggapan dari pemuka agama dan sejumlah lembaga islam lainnya. Mereka menyampaikan beberapa himbauan mengenai adanya aski.


Hingga GNPF MUI dan FPI yang sebelumnya sempat melakukan aksi serupa juga memberikan himbauannya. Mereka menghimbau peserta aksi agar tak ikut dalam acara yang diselenggarakan oleh ormas tersebut.


Ma’ruf Amin mengatakan jika larangan yang sempat ia keluarkan diungkapkan didepan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Hal itu diungkapkan saat Ma’ruf bertemu dengan Tito di Pondok Pesantren Tanara Banten.


Ketika itu larangan diberikan lantaran adanya unsur politik yang melatarbelakangi Aksi 212. Sementara dari Polri sendiri memberikan himbauan agar peserta demonstrasi mematuhi tata tertib yang ada.


Bukan hanya petugas yang melakukan pengawalan akan tetapi seluruh koordinator aksi diharapkan dapat melakukan perannya. Mereka diharapkan dapat memastikan seluruh keamanan tanpa adanya tindakan anarkis dari peserta.

ketua-mui-kh-maruf-aminCopyright ©Ist

Ma’ruf Amin memberikan lebih lanjut mengenai fatwa atas kasus dugaan penodaan agama yang dilakukan oleh Ahok. Ia mengatakan jika fatwa yang diberikan tak berhubungan dengan pemilihan kepala daerah di Jakarta.


Lebih lanjut Ma’ruf mengatakan jika sebagai warga negara yang baik masyarakat harus bisa menerima kekalahan ataupun kemenangan. Karena dua hal tersebut memang tak bermasalah.


Aksi 212 sendiri akan dipusatkan di depan Gedung DPR Senayan, Jakarta dan diikuti oleh ribuan massa. Mereka akan memulai acara dengan shalat subuh berjamaah di masjid yang berada di sekitar lokasi dan langsung menuju ke Gedung DPR-MPR.



baca juga : Terkait Aksi 212, Habib Rizieq dan GNPF MUI Pastikan Tak Akan Ikut!

Viral di Youtube, Video Hot Dua Sejoli Main ‘Tumpang Tindih’ Diatas Kursi KRL Hingga Celananya Basah!

Video Hot

Copyright ©Youtube

Video hot pasangan ABG saat berada didalam Kereta Rel Listrik beredar luas. Tayangan layak sensor tersebut beredar di situs berbagi video Youtube dan sosial media.


Pasangan muda itu lantas diamankan oleh petugas keamanan kereta relasi Depok-Duri. Hal tersebut lantaran kedua pelaku kepergok sedang melakukan hubungan yang tak pantas dilakukan ditempat umum.


Peristiwa tersebut terjadi di kereta api dari Stasiun Sudirman yang menuju ke kawasan Poris dan Tangerang. Kedua pelaku masih berusia muda namun telah berani melakukan hal yang tak pantas di tempat umum.


Tayangan video hot itu menunjukkan seorang pria berinisial MPR dan wanita SA. Keduanya menuju ke Stasiun Poris pada Minggu, 19 Februari 2017 pagi atau sekitar pukul 10 saat dalam perjalanan.


Remaja berusia 19 dan 20 tahun itu nampak duduk berpangkuan di kursi gerbong yang nampak sepi dan tanpa ada seorang pun itu. Keduanya duduk di kursi gerbong 5 yang melalui jalur Stasiun Tanah Abang menuju ke aran Duri.


Dalam video panas tersebut terlihat jika si pria yaitu MPR tengah duduk dikursi yang berada di sebelah tiang. Sementara saat itu SA ada dipangkuan pria berusia 20 tahun itu dan melakukan hubungan tak pantas.


Keterangan lebih mengenai video hot itu diberikan oleh Manajer Humas PT Kereta Commuter Jabodetabek Eva Chairunisa. Ia mengatakan memang benar kedua pelaku sempat berhubungan saat suasana sepi.


Video Hot

Copyright ©Youtube

Hingga pada akhirnya aksi keduanya diketahui oleh petugas yang melakukan pengecekan gerbong. Remaja itu diamankan oleh petugas dan dimintai keterangan saat sampai di Stasiun Duri.


Bukan hanya melalui Youtube akan tetapi juga sosial media salah satunya diunggah oleh @jenk_kelin_official. Kedua orang tua pelaku dipanggil oleh petugas untuk memberitahukan mengenai perbuatan mereka.


Dengan adanya video hot yang beredar di Youtube tersebut neter memberikan komentar mengenai KRL. Mereka berharap jika disetiap gerbong harus mendapatkan penjagaan dari petugas agar tak terjadi peristiwa serupa.

Begini Alasan Habib Rizieq Shibab Tak Ikut Serta dalam Aksi 212 di Gedung DPR Hari ini!

Rizieq Shihab

Copyright©Tribun Medan – Tribunnews.com

Rencana adanya aksi 212 atau 21 Februari 2017 ini yang akan dilakukan di depan kawasan Gedung DPR/MPR. Aksi yang telah digagas oleh Forum Umat Islam (FUI).  Massa yang akan menggelar aksinya pada pukul 08.00 Wib.


Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang telah dikabarkan tidak ikut bergabung dalam aksi 212 ini. Dari keterangan yang telah diberikan pengacaranya, Kapitra Ampera, tidak baik ulama yang telah dibela ikut bergabung dalam aksi tersebut.


Dirinyapun telah membarikan kesempatan kepada seluruh umat untuk melakukan pembela ulama. “Enggak cantik kalau ulama yang dibela ada ditengah-tengah. Nanti dituduh mobilisasi membela diri sendiri,” kata Kapitra di Gedung DPR, Jakarta, Senin (20/2/2017).


Namun Kapitra yang telah membantah kalau Habib Rizieq tidak ikut dalam aksi 212 tersebut lantaran takut dilakukan penangkapan oleh aparat berwenang terkait dengan adanya kasus tertentu yang telah terjadi beberapa waktu ini.


Walai tidak ikut bergabung dalam aksi 212 yang akan dilakukan ini, Rizieq Shihab yang akan tetap melakukan pemantaun kepada jalannya aksi. Hal ini akan dilakukannya di kediamannya yang berada di Petamburan, Jakarta Barat.


Pengacara GNPF MUI, Kapitra Ampera

Copyright ©Istimewa

“Jadi Habib Rizieq tidak ikut di depan. Habib rizieq ada di Petamburan memonitor dan sore ini saya mau rapat sama beliau,” kata Kapitra.


Adanya aksi 212 yang akan digelar di kawasan gedung DPR/MPR ini bertujuan untuk menyampaikan aspirasi dari massa. FUI yang telah meminta kepada DPR yang merupakan lembaga legislatif dan pengawas untuk menenkankan pemerintah melakukan apa yang harus dilakukan sesuai dengan ketentuan dari undang-undang.


“Tuntutan minimal dua, terkait kasus penistaan agama kita minta terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok agar ditahan. Kemudian kita minta kepada Menteri Dalam Negeri (Tjahjo Kumolo) segera memberhentikan Ahok, karena statusnya sebagai terdakwa,” ujar ujar Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath.


Pihaknya menambahkan, dalam aksi 212 ini akan meminta kepada DPR untuk melakukan pengakan hukum dan juga menghetikan kriminalisasi kepada para ulama. “Kita minta kepada DPR agar dapat meminta penegak hukum untuk menyetop kriminalisasi terhadap ulama,” imbuhnya.