Lintas.co.id, MS, Oknum guru Sekolah SMP Islam Terpadu Hijrah Kota Padang Panjang, Sumatra Barat tersangka pencabulan terhadap anak di bawah umur mengaku, merasakan adanya jiwa perempuan dalam dirinya saat melakukan perbuatan cabul terhadap MA (14) yang tak lain adalah siswanya sendiri.
Diwawancara VIVA pada Rabu sore, 16 Juni 2021, MS tak membantah jika mengalami perilaku menyimpang. Bahkan, saat melakukan perbuatan cabul terhadap MA sebanyak tiga kali, ia merasakan jiwa perempuan lebih dominan dalam dirinya.
“Mohon maaf ya, setiap kita kan punya individu seperti itu ya. Laki-laki ada jiwa perempuan, dan perempuan ada jiwa laki-laki. Perempuan juga seperti itu. Pasti ada juga laki-laki dan ada juga perempuan. Nah, mungkin disaat setan mengganggu itu, maka dominanlah jiwa perempuan. Seperti itu saja sih sebenarnya. Sama MA, dominan jiwa perempuan. Mungkin seperti itu secara psikologinya ya,” (VIVA)
















