Seorang anak asal Desa Sedati, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto menjadi korban penculikan pria tak dikenal. Beruntung aksi penculikan gagal dilakukan setelah korban menangis saat dibonceng pelaku yang mengendarai Honda Vario 150 warna putih.
Aksi penculikan tersebut menimpa bocah kelas V berinisial 1. Bocah 11 tahun ini, diculik seorang pria berperawakan besar yang bermain di depan rumah bersama teman-temannya. Anak pertama Fitriatus Sholihah dan Edi Nurdiansyah saat itu bermain diminta mengantar ke alamat seseorang.
Sebelum melakukan aksi penculikan, pelaku terlebih dahulu menanyakan alamat koperasi. Pelaku minta korban mengantar ke alamat yang dimaksud pelaku, korban kemudian menuruti ajakan pelaku untuk dibonceng. Lantaran dalam keadaan sepi sehingga dengan mudah pelaku melakukan aksinya.
Namun korban dibawa pelaku hingga arah Sidoarjo. Korban yang menangis dan meminta tolong sehingga menimbulkan kepanikan pelaku. Korban diturunkan di Desa Kebaron, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo. Namun pelaku sebelumnya sudah mengambil barang berharga milik korban dan sebuah HP.
Korban yang menangis di pinggir jalan akhirnya ditolong warga sekitar. Bersama satpam salah satu perusahaan di sekitar lokasi dan Babinsa, korban diantar pulang ke rumahnya di Desa Sedati, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.
Ibu korban, Fitriatus Sholihah membenarkan terkait aksi penculikan yang baru dialami anaknya. “Saya kan mau beli bahan bangunan, biasanya saja ajak tapi anaknya nggak mau. Biasanya kalau tidak mau saya kunci di dalam rumah, kadang saya titipkan tetangga saya,” ungkapnya, Kamis (8/7/2021).
Masih kata Sholihah, sehingga pintu rumah hanya ditutup saja. Korban pun bermain di depan rumah bersama teman-temannya. Teman korban menyampaikan ke orang tua korban jika ada pria tak dikenal memanggil korban meminta tolong cari alamat, karena butuh tanda tangan orang tersebut.
“Anak saya diminta mengambil HP. Anaknya bilang kalau HP nya tidak ada baterai tapi sama pelaku dibilang dibawa saja nanti di cas di koperasi. Anaknya ikut saja. Pas saya pulang, tidak ada. Kata tetangga saya sempat melihat di samping warung. Tetangga saya sempat Tanda-tanya ke pelaku,” ujarnya.
Pelaku membawa sepeda motor Honda Vario 150 warna putih, helm warna putih, jaket warna hitam, celana warna hitam dan sepatu warna hitam. Sholihah menjelaskan, jika tetangganya yang sempat menanyakan ke pelaku jika pelaku hendak mencari seseorang karena ingin mengajukan hutang.
“Keluarga saya mencari ke tempat yang ditunjukkan tetangga saya tapi tidak ketemu. Saat pulang ternyata anak saya diantar satpam pulang. Tahunya ya setelah satpam itu memberi tahu. Sekarang anak saya trauma, kadang bengong sendiri, kadang menangis,” jelasnya.
Tak jarang korban selalu memeluk orang tuanya. Menurutnya, anaknya pulang dalam keadaan selamat namun anting emas dan sebuah HP raib. Sholihah menceritakan, jika anaknya selamat setelah ditolong penjual mie ayam dan diantar Satpam serta Babinsa ke rumah. “Kata anak saya, pelaku tinggi besar. Satu orang. Belum laporan tapi pihak Polsek Ngoro sudah datang ke sini,” tegasnya.(babenews)
















