Muaro Jambi – LINTAS.CO.ID – Lembaga Pengawasan dan Investigasi Tindak Pidana Korupsi (DPP LP TIPIKOR) menyayangkan sikap arogan salah satu oknum polisi yang bertugas di Pos Pengamanan Covid-19 di Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi.
Hal ini dialami anggota DPP LPI TIPIKOR, Dedi Aswida dan Muhammad Iqbal setelah pulang dari Palembang menuju Jambi.
Salahsatu angota DPP LPI Tipikor, Dedi Aswida mengatakan ‘’ Awalnya kita mampir ke Pos Penanganan Covid di mestong meminta untuk dicek, tetapi pas kami nyampai disana petugasnya tidak ada yang duduk di Pos, tapi duduk di tempat istirahat dan warung depan pos,’’ terangnya
Hal ini sangat kami sayangkan seharusnya ditengah mewabahnya covid-19 ini, dimana Provinsi Jambi sudah 8 orang positif Corona. penjagaan Pos penanganan Covid itu lebih diperketat dan petugas harus standbay disana.
Dimana berdasarkan SOP disetiap daerah, setiap mobil yang memasuki wilayah Jambi seharusnya di stop untuk dilakukan pemeriksaan dan pengecekan, tapi buktinya dilapangan kendaraan masuk tanpa dilakukan pengecekan.
Justru kami dengan kesadaran sendiri mampir untuk dilakukan pemeriksaan dan pengecekan, ketika kami ingin mengkonfirmasi masalah SOP petugasnya menyuruh kami untuk kesengeti. Berarti untuk apa ada pos Penanganan Covid-19 di Mestong kalau petugasnya menyuruh kami ke sengeti, ujarnya
Kemudian Iqbal menambahkan, pas dilapangan tadi ketika kita meminta anggota BPBD untuk menghadirkan orang dinkes dan segera untuk ditelpon tidak memberikan respon sedikitpun. Tiba – tiba pihak kepolisian langsung menarik semua petugas yang berjaga disana masuk kedalam Pos tempat istirahat.
Ini sangat kami sayangkan, dimana tugas dari kepolisian yaitu sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, seharusnya bersikap lebih ramah. kemudian kami bertanya sebagai sosial of control tidak dapat jawaban dari pihak kepolisian.
Ketika kita berbicara SOP, pihak kepolisian mengatakan semua SOP nya kendaraan semua diberhentikan, tapi pada realitanya mereka tidak memberhentikan mobil yang lewat, malah kita dengan kesadaran sendiri yang mampir.
Lalu kami mencoba menghubungi Bupati Muaro Jambi, Masnah Busro melalui Pesan Whatsapp, tetapi belum ada jawab, pungkasnya
(As)
















