Jambi – LINTAS.CO.ID – Akhirnya Partai Hanura – setelah sekian pertimbangan – membulatkan keputusannya dengan memberi dukungan kepada Fachrori Umar, sang petahanan di pemilukada Propinsi Jambi. Dukungan ini adalah kali kedua diberikan kepada Fachrori. Yang pertama, dukungan Hanura diberikan saat Fachrori menjadi wakil dari Zumi Zola pada pemilukada Jambi 2015.
Dukungan untuk kali kedua dari Hanura yang secara konsisten diberikan kepada Fachrori Umar, sang petahanan, membuktikan bahwa Hanura sebagai partai politik memiliki konsistensi dan kesetiaan politik yang kuat kepada satu sosok bernama Fachrori Umar. Andai ini cerita tentang jatuh cinta, maka Hanura merepresentasikan ‘cinta sejati’ kepada Fachrori Umar. Tak lekang oleh waktu.
Tetapi ini bukan kisah cinta. Ini soal politik. Maka cara pandang kita mesti diarahkan kepada kalkulasi politik Hanura dalam menunjukkan pilihannya kepada Fachrori Umar. Apa yang membuat Hanura memutuskan ‘setia’ pada Fachrori Umar?
Begini kita membacanya. Hanura – yang tak lain merupakan singkatan dari “Hati Nurani Rakyat” – sudah tentu punya pertimbangan sejauhmana suara hati rakyat kepada sang pemimpin, dalam hal ini Fachrori Umar. Jika suara luas dari masyarakat Jambi menunjukkan ‘kecintaan’ kepada Fachrori Umar, dengan berbagai alasan kepemimpinannya yang telah dijalaninya, maka tidak ada cara lain bagi sebuah partai untuk berpaling kepada yang lain.
Apa gunanya sebuah partai politik menunjuk dukungan kepada calon pemimpin yang secara jelas tak banyak didukung rakyat? Bukankah keberadaan dari partai politik itu sendiri bertujuan besar guna menjadi bagian dari instrumen politik rakyat? Untuk menjadi bagian dari suara rakyat? Bukankah begitu?
Oleh sebab itu, dalam proses menentukan keputusan, kita bayangkan partai berhadapan dengan labirin rumit yang berisi teka-teki perihal kepada siapa dukungan akan diberikan. Partai harus bekerja keras mengumpulkan sejumlah informasi penting, misal perihal kemampuan sang sosok (calon) yang hendak didukung, perihal kiprah politiknya, kompetensi kepemimpinannya, integritas moralnya dan tentu derajat elektabilitasnya di masyarakat.
Dengan mengambil keputusan bulat tersebut, yakni tetap teguh mendukung Fachrori Umar, sang petahana, berarti kita memperoleh jawaban politik yang jelas dan terang: bahwa Hanura sudah berhasil melalui segala teka-teki labirin keputusan itu. Hanura sudah mengenal sosok dan kiprah Fachrori. Hanura sudah memperoleh poin perihal ‘integritas’ dan kecakapan kepemimpinan Fachrori. Dan yang terutama, Hanura sudah membaca arah dukungan publik yang masih begitu kuat kepada Fachrori.
Ringkasnya, pada poin yang terakhir, Hanura membuktikan bahwa partai tersebut berada di antara barisan masyarakat Jambi yang hingga saat ini masih menunjukkan dukungan yang tinggi, yang begitu setia, dan kuat, suatu ‘trust’ (kepercayaan) publik yang luar biasa kepada Fachrori Umar untuk melanjutkan kepemimpinannya di Jambi.
Dengan demikian, keputusan Hanura memberi dukungan kepada Fachrori berasal dari optimisme yang kuat, yang berasal dari kalkulasi yang jelas. Optimisme kepada sang petahana itu bisa dilukiskan dalam satu pantun yang diucapkan petinggi Hanura sendiri:
Naik haji pergi ke mekkah
Semoga menjadi haji yang mabrur
Kalau Jambi mau berkah
Pilih Fachrori jadi Gubernur.
Dan kita yakin bahwa dukungan kepada Fachrori menyiratkan pesan yang kuat: Hati Nurani Rakyat kepada Fachrori Umar. Untuk terus memimpin Jambi.

















For the past 28 years, the physicians at SGF have placed a high value on conducting clinical research and remain a leader in the field cialis cheapest online prices Fractures occurred in 5